**KITA SEMUA MEMILIKI SIFAT TERORIS **

*SEMUA MANUSIA MEMILIKI SIFAT-SIFAT TERORISME (AL-IRHAB)

*ANCAMAN DARI JIWA-JIWA TERORIS YANG ADA DI SEKELILING KEHIDUPAN KITA LEBIH BERBAHAYA DIBANDING DENGAN TERORIS PROFFESIONAL YANG BERAKSI !

* TERORIS BERBEDA DENGAN JIHAD DAN JIHAD BUKANLAH TERORIS
*TERORISME KEMUNGKARAN BUKAN AJARAN AGAMA MANAPUN,TETAPI LAKU PERBUATAN EGO (KE-AKU-AN) MANUSIA
*TERORISME KEMUNGKARAN YANG ADA DALAM JIWA MANUSIA LEBIH BERBAHAYA DIBANDING TERORISME DALAM PEPERANGAN / PERJUANGAN
*TERORISME (AL-IRHAB) DALAM ISLAM YANG WAJIB DAN YANG DILARANG KERAS

Teroris4

PENDAHULUAN

Saat ini begitu marak terjadinya ancaman,serangan serta pembunuhan terhadap seseorang dengan seseorang lainnya atau antara kelompok satu dengan lainnya atau pembunuhan kepada petugas keamanan oleh orang tak dikenal ,yang oleh public mengarahkan / mengalamatkan para pelaku semua ini sebagai ulah TERORIS.

Peristiwa teror dan pembunuhan terhadap aparat keamanan di Indonesia terakhir menimpa Bripda Sukardi yang tewas ditembak oleh orang tak dikenal di depan gedung KPK-Jl.Rasuna Said-Jakarta pada 11 September 2013,menyusul rentetan kejadian peristiwa serupa sebelumnya di wilayah lain,yang korbannya adalah petugas keamanan.Sehingga disebarkan pemahaman bahwa : “Pihak keamanan saja tidak aman apalagi sipil”.

Maka semestinya saat ini kita tak perlu mengkhawatirkan tentang pemahaman itu sebab berbeda sasaran.Dimana keadaan yang terjadi sampai saat ini bahwa tidak ada pihak teroris yang melakukan penyerangan membabi buta terhadap masyarakat umum,tetapi hanya kepada institusi tertentu yang menjadi lawan politiknya.Namun tetap kita sangat prihatin mendalam atas situasi ini dan mengutuk pelakunya.

Tragedi semacam ini tak hanya berlaku di Indonesia,di Mexico para Teroris dari kelompok gang / mafia narkoba juga saling bunuh-bunuhan dengan aparat kemanan secara brutal,juga di Coloumbia serta di Negara lainnya.Di Negara Timur Tengah seperti Suriah,Irak bahkan lebih parah lagi,yakni setiap hari terjadi tindak terorisme dan saling bunuh antar umat sendiri hanya karena pertentangan mazab.

Maka justru yg harus dikhawatirkan adalah sifat terorisme yang ada didalam diri kita sendiri yang telah nyata-nyata berbuat teror pada orang-orang terdekat dan pada masyarakat disekeliling kita sendiri,yakni dalam bentuk terjadinya tawuran,persengketaan,perang antar warga dan KDRT dalam keluarga sendiri,yang justru dampak korban harta benda serta nyawa jauh lebih banyak ketimbang dengan peristiwa petugas keamanan yang dibunuh oleh apa yang disebut sebagai kelompok Teroris.

war

I. DEFINISI TEROR / TEROSRISME / TERORIS (AL-IRHAB)

Tidak ada satu pun definisi terorisme yang dapat distandarkan atau diterima kesepakatannya secara universal.Pendefinisian kata Terorisme masih merupakan istilah yang kabur dan bermakna ganda (ambiguous). Baik di kalangan akademisi , ilmuan sosial-politik pun tidak ada kesepakatan tentang batasan pengertian (definisi) ini.

Oleh karena itu,cap teroris masih menjadi sifat saling tuduh antar pribadi maupun kelompok yang berbeda kepentingan.Suatu contoh real,ketika Negara Israel menginvasi negeri Palestina pada tahun 1947,maka mendapat perlawanan hebat dari rakyat Palestina hingga sekarang.Namun pihak Israel akan menge-cap militant HAMAS sebagai TERORIS ketika melakukan serangan terhadap pasukan negaranya,sedangkan ketika militer Israel membantai rakyat Palestine,mereka tidak mau disebut Teroris melainkan menyebutnya sebagai pembalasan.Dan juga ketika pasukan Amerika menginvasi Irak,dan nyata-nyata telah menghancurkan peradaban dan mengakibatkan banyak rakyat negeri Irak yang mati terbunuh,maka Amerika tidak mau disebut sebagai TERORIS,melainkan hanya melaksanakan resolusi PBB.

Terorisme memiliki karakter spesifik, yaitu penggunaan kekuasaan ego pribadi maupun kelompok besar orang / satuan tertentu dengan memunculkan penekanan,ancaman hingga dinyatakan dengan laku perbuatan kekerasan,kefasikan,kezaliman fisik baik secara sistematis maupun sporadis untuk mencapai target kepuasan pribadi maupun politik .

1.Menurut KBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah :

-Te•ror /téror/ n usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan;
-me•ne•ror v berbuat kejam (sewenang-wenang dsb) untuk menimbulkan rasa ngeri atau takut: mereka ~ rakyat dengan melakukan penculikan dan penangkapan .
-teror n -horor, kepanikan, ketakutan; intimidasi;
-meneror v -
1) bergaduh, bertimba karang, mengacau, menggaduhkan, mengharu biru, mengusutkan, meributkan, merusuhkan;
2) mengancam, mengintimidasi, merisau,
3) mengintai, mengintip (bahaya)

2. Menurut UU No. 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Bab III pasal 6 :

-Setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme, jika: Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan, menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

Teroris3

3. Menurut bahasa dan istilah :

*Secara Etimologis (lughawi), terorisme (terrorism) / Al-Irhab adalah (isim maqshur),berasal dari kata IRHAB / teror.
* Secara Terminologis (istilah) TERORISME adalah :
Menurut Oxford Paperback Dictionary, terror artinya extreme fear (rasa takut yang luar biasa), a terrifying person or thing (seseorang atau sesuatu yang mengerikan). Terrorism diartikan sebagai use of violence and intimidation, especially for political purposes (penggunaan kekerasan dan intimidasi, utamanya bagi tujuan-tujuan politik).

MAKA DEFINISI / HAKEKAT TERORISME ADALAH :

“Laku perbuatan orang baik individu maupun kelompok atau sebuah satuan bangsa/negara yang pertama-tama memunculkan ancaman,ultimatum,yang mengandung rencana melakukan penyerangan,gangguan dan menciptakan ketakutan dsb kepada pihak lain baik individu (termasuk pada jiwa pribadi sendiri),maupun orang banyak dan kemudian melaksanakan perbuatannya tersebut.Atau pendek kata adalah pihak yang memulai melakukan ancaman,gangguan keamanan, penyerangan dan atau kejahatan terlebih dahulu kepada jiwa diri sendiri maupun kepada jiwa orang lain”.
(Kelana Delapan Penjuru Angin@2013)

TERORISME TERBAGI MENJADI DUA JENIS :

Yaitu TERORISME SIFAT (Attitude Terorism) dan TERORISME LAKU (Behavior Terorism).

1. TERORISME SIFAT (Attitude Terorism)

Adalah sifat-sifat bakat terorisme yang berasal dari nafs diri manusia itu sendiri yang merupakan bakat manusia sejak lahir hingga selama kehidupannya,yang suka menekan,memaksa dan mengancam baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.Ini adalah hal nyata sehari-hari yang telah menjadi sifat kita.
Sifat-sifat terrorism bakat yang ada didalam diri kita tersebut berasal dari sifat-sifat Ruh Nurani dan pecahan dari sifat Ruh Ruhani yakni dari Nafs Al-Hayawaniyyah, Al-Musawwillah, Al-Ammarah, Al-Lawwamah dan Nafs Supiyah.

-Untuk pemahaman selengkapnya silahkan baca artikel tentang : 9 unsur Ruh yg ada dlm diri manusia pada link berikut :

http://kelanadelapanpenjuruangin.wordpress.com/2013/07/26/9-sembilan-unsur-roh-yang-terdapat-dalam-diri-manusia/

PD Sukses

Contoh sifat-sifat terorisme sejak masa balita hingga usia remaja :

-Ketika kita masih balita sampai usia remaja,sifat terorisme kita dimunculkan dalam bentuk naluri ingin menguasai barang mainan atau barang-barang yang di inginkan,dsb dengan cara mengancam,menekan,merebut sesuatu kepada pihak lain agar terpenuhi keinginannya dalam hal ini si anak merengek menangis,marah,ngambek,kepada temannya atau kepada orang tuanya sendiri (Ini sifat-sifat terrorism asal),yang kemudian jika tidak terpenuhi keinginannya menjadikan si anak memukul,merusak dan kadang melukai orang lain maupun diri sendiri.

Contoh sifat-sifat terorisme di masa dewasa :

-Saat kita telah dewasa maka sifat-sifat terorisme yang kita ungkapkan bobotnya lebih meningkat lagi yaitu dengan menekan,mengancam orang lain yang telah dikuasainya agar menuruti apa yang kita kehendaki.Seperti sikap mengancamnya seorang guru kepada muridnya atau sebaliknya,juga seorang atasan kepada bawahannya atau seorang Bos kepada anak buahnya,yang mengancam,menakut-nakuti dengan pemberian surat peringatan atau dengan ancaman gajinya akan dipotong hingga ancaman pemecatan tanpa pesangon,dan atau sebaliknya.

-Pada skoup keluarga sifat terrorism ini juga dilakukan oleh semua anggota keluarga,seperti suami/istri yang melakukan ancaman dan KDRT,anak mengancam dan menyiksa orang tua,dsb.(silahkan lihat saja tragedi-tragedi dikeluarga terjadi dibanyak tempat dan diberitakan)

-Pada tingkat massal di masyarakat, sifat “terrorism”nya dimunculkan dalam bentuk naluri menebalkan rasa ego kelompok, kesukuan,aliran dan merasa paling benar,merasa jatidirinya paling unggul,dsb, sehingga ketika terjadi salah paham atau masalah sepele yang bermula dari ulah segelintir oknum syetan manusia ,akhirnya dapat menyulut fitnah dan angkara murka seluruh warga kampung hingga berakhir dengan terjadinya tawuran,persengketaan,perang antar warga,rumah-rumah dibakar, jatuhnya korban harta benda serta nyawa yang skalanya jauh lebih banyak ketimbang dengan jumlah petugas keamanan yang dibunuh oleh apa yang disebut sebagai kelompok Teroris belakangan ini.

rumah dibakar

MAKA JUSTRU INILAH TERORIS YANG LEBIH BERBAHAYA DI SEKELILING KEHIDUPAN KITA DIBANDING DENGAN TERORIS PROFFESIONAL YANG BERAKSI,yang dengan nyata-nyata telah membuat teror serta kerugian harta,jiwa pada orang-orang terdekat dan pada masyarakat disekeliling kita sendiri.
(Lihatlah realita tragedy yang terjadi disekeliling kita,seperti terjadinya perang antar warga Puger di Jember–Jawa Timur akhir-akhir ini ,di NTB,di Makasar dan wilayah-wilayah lain di Indonesia ,yang pada akhirnya hanya meninggalkan duka lara,kesengsaraan,kehilangan rumah-rumah karena dibakar,kerusakan harta benda,korban jiwa tak sedikit,belum lagi tawuran antar murid sekolah dimana-mana yg memakan korban jiwa juga).

2. TERORISME LAKU (Behavior Terorism)

Adalah tindak laku perbuatan terrorism professional gabungan dari sifat-sifat teroris kepribadian (Attitude Terorism) yang menyatu,berkelompok merencanakan aksi terornya (Terorism yang terorganisir dan terselubung), dengan berbagai tujuan masing-masing,baik karena factor ideologis yang dipahaminya maupun karena tujuan politik kekuasaan serta ekonomi.
SASARAN TERORISM pada tingkat ini meliputi psikologis / pemikiran serta fisik terhadap satuan-satuan institusi atau lembaga bahkan tingkat negara yang dilakukan secara professional terorganisir dengan saling menghancurkan untuk menguasai satu sama lain.Hingga demikianlah terjadinya penyerbuan,peperangan antar bangsa/Negara.Maka boleh direnungi bahwa model terrorism yang seperti ini tidaklah seberbahaya terrorism sifat individu yang ada dalam masyarakat,sebab operasi terrorism yang professional ini tidak terjadi setiap saat di suatu wilayah.Sedangkan laku terorisme individu di masyarakat selalu sering terjadi kapanpun,dimanapun akibat sifat ego individu manusia.

korban

Dari penjabaran makna TERORISME yang telah dipaparkan diatas maka dengan demikian sebenarnya setiap individu,kelompok,bangsa dan Negara,sebenarnya secara tidak langsung telah merencanakan dan melakukan praktek-praktek TERORISME. Dalam skoup bangsa / Negara dinyatakan dengan adanya perlombaan mempersiapkan,membuat senjata pemusnah massal,nuklir,latihan perang,pertunjukan peralatan dan teknologi perang,dsb.Sementara dalam skala individu,maka dinyatakan dengan mempersiapkan senjata tajam maupun api dirumah masing-masing.Kemudian dari sisi sikap,maka seseorang individu bertindak angkuh,tidak mau mengalah , saling injak dan saling mencari pengaruh masing-masing.

II. TERORISME DALAM ISLAM

TERORISME atau Al-Irhâb dalam istilah bahasa Arab adalah melakukan sesuatu yang menyebabkan kepanikan, ketakutan, membuat gelisah orang-orang yang aman, menyebabkan kegoncangan jiwa dalam kehidupan dan pekerjaan mereka dan menyebabkan terhentinya aktivitas mereka serta menimbulkan gangguan rasa aman.

Teroris

1.TERORISME YANG DILARANG ISLAM

Jika definisi Terorisme telah dipaparkan seperti tersebut diatas, yaitu menebarkan teror dan ketakutan,berbuat kezaliman,kejahatan di tengah masyarakat yang aman dan tidak sedang dalam medan peperangan,atau tidak tahu menahu dan terlibat masalah yang terjadi,maka jika ada pihak-pihak yang mengaku dari kelompok Islam melakukan perbuatan tersebut,sungguh hal demikian tidak dibenarkan dan merupakan larangan sangat keras dalam ajaran Islam. jelas hal ini adalah perbuatan tercela dan bukan merupakan nilai-nilai Muhammad SAW.
Esensi hadirnya Islam sebagai panduan kehidupan bagi seluruh umat manusia didunia ini sungguh telah sangat jelas yaitu untuk memberikan maslahah (kemanfaatan) dan mencegah mafsadah (kerusakan). Maka yang dikenal dalam nilai-nilai Islam adalah menjaga laku perbuatan (agama), jiwa, akal, nasab, harta dan kehormatan. Sedangkan laku perbuatan terorisme seperti model diatas jelas-jelas menimbulkan banyak kerusakan, hilangnya rasa aman, serta hilang harta dan nyawa umat.

Silahkan renungi nilai-nilai Islam dalam ayat berikut :

“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa”.( QS.11. Huud :116)

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.(QS. 16. An Nahl :90)

Maka jika ada pihak-pihak yang mengaku dari kelompok Islam melakukan perbuatan terorisme seperti tersebut diatas,sungguh hal demikian merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai Muhammad SAW,antara lain:

1. Hadits Nabi Muhammad SAW,
“Janganlah kalian membahayakan dan saling merugikan” (HR. Ibnu Majah, Ad Daruquthni, hasan).

2. Hadits Nabi Muhammad SAW,

“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan terbunuhnya seorang muslim” (HR. Tirmidzi 1395, shahih).

3.Bukan muslim dan mukmin sejati, jika ia membuat umat merasa tidak aman dan tidak tenang. Rasulullah bersabda,
“Mu’min adalah orang yang orang lain merasa aman darinya. Muslim adalah orang yang kaum Muslimin merasa aman dari gangguan lisan atau tangannya” (HR. Ahmad 11/137, shahih).

4. Cabang iman yang terendah adalah mencegah kemudharatan terhadap umat yang lain, walaupun berupa hal kecil. Nabi bersabda,
“Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang, yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan” (HR. Muslim 35).

Maka sahabat silahkan renungi dari nurani terdalam,bagaimana mungkin kita yang mengaku beriman Islam malah meledakkan bom,membunuh orang di jalanan di tempat-tempat yang damai dan banyak orang?

Teroris2

2.TERORISME atau AL-IRHAB YANG WAJIB DILAKSANAKAN DALAM ISLAM
Terbagi dalam 2 bagian yakni SKALA NASIONAL (Umah) dan SKALA INDIVIDU (Nafs) :

-DILAKUKAN SECARA DEFFENSIVE DAN SECARA AKTIVE:

(2.1). Al-Irhab SKALA NASIONAL:
-DILAKUKAN SECARA DEFFENSIVE :
Yaitu melakukan kewaspadaan di dalam negeri dari ancaman gangguan keamanan dari pihak luar dengan cara mempersiapkan diri, menambah kekuatan, latihan senjata (militer), membuat senjata dan menyiapkan kekuatan yang membuat irhâb (Menggentarkan) terhadap ancaman musuh sehingga membuat pihak musuh tidak lancang atau mengecilkan kekuatan kita, atau pendek kata bermaksud membuat pihak musuh berpikir 1000 X untuk mengganggu kehormatan dan kedaulatan kita / Negara,adalah merupakan bentuk terorisme yang wajar menurut pandangan setiap orang yang berakal sehat dalam menciptakan keamanan dan kesejahteraan manusia. Dan bukanlah melakukan tindak terorisme seperti model yang terjadi saat ini.
Maka hendaknya setiap individu tidak dilalaikan oleh Al-Lahwu (godaan yang tidak menjadikan manfaat),seperti iming-iming perhiasan dan gemerlapnya kehidupan dan harta benda,sehingga menimbulkan khianat diantara kekuatan sendiri.

Sifat kewaspadaan ini di tunjukkan oleh Allah Ta’âla :

وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian meng-irhâb (teror) musuh Allah dan musuh kalian”. (QS. Al-Anfâl : 60).

Ayat ini jelas memerintahkan kita atau pada sebuah bangsa / Negara,bukan untuk melakukan penyerangan membabi buta secara zalim terhadap kelompok lain melainkan bersifat Defensive / mempersiapkan / siaga diri terhadap kemungkinan serangan /gangguan musuh,sehingga dengan persiapan (show power) terhadap musuh ini dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan pada musuh sehingga mereka mengurungkan niat yang buruk terhadap kemapanan umat. Inilah hakekat kalimat :

“Kamu meng-irhâb (teror) musuh Allah dan musuh kalian”. (QS. Al-Anfâl : 60).

Muahmmad SAW bersabda,

وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ
“Saya ditolong dengan Ar-Ru’bi (timbulnya rasa takut/gentar pada musuh) selama perjalanan satu bulan”.

Jihad

-Secara AKTIVE (JIHAD FI SABILILLAH)

Yaitu melakukan perjuangan segenap jiwa raga ketika diserang oleh musuh dan ketika dalam medan pertempuran yang tak terhindarkan,dengan cara gagah berani,maju pantang mundur namun dengan kecerdasan akal (politik tempur) yang tinggi,membuat gebrakan menakuti,menteror musuh agar nyalinya menjadi takut / lenyap.

Juga ketika terjadi suatu keadaan peperangan antara negara muslim dan negara harby. Kalau negara (muslim) memerangi negara lain dan tidak ada antara keduanya mu’âhad atau hilif (perjanjian) dan antara keduanya saling menyerang secara tiba-tiba, maka dalam keadaan ini (boleh) bagi kaum muslimin / warga negara untuk melakukan apa yang dengannya bisa mengalahkan musuh (tindakan terror),dengan tujuan menahan musuh dan kezholimannya, mengembalikan harta benda,menjaga bumi dan kehormatan bangsa. Semua ini dianggap perkara yang boleh. Adapun apa yang berkaitan dengan irhâb terhadap orang-orang yang aman dan lengah dari laki-laki dan perempuan apapun agama dan latar belakangnya, maka mereka itu tidak boleh diserang secara tiba-tiba.

Ayat-ayat yang berkaitan tentang pantang mundur / pantang gentar dalam peperangan :

“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”. (QS. 8. Al Anfaal :45)

“…….dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi”. (QS.5. Al Maa’idah:21).

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar”.(QS. 3. Ali ‘Imran :146).

“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama”! (QS.4. An Nisaa’ :71).

Ini adalah ayat untuk memunculkan sikap TERORISME ketika dalam peperangan :

“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang…..”. (QS.8. Al Anfaal :65).

(2.2). Al-Irhab SKALA INDIVIDU:

SIFAT TERORISM POSITIF SKOUP TERKECIL YANG HARUS DI TERAPKAN PADA INDIVIDU KELUARGA :

Sifat-sifat terorisme yang ada dalam diri kita tidak sepenuhnya negatif,namun ada juga sifat terorisme yang ada dalam diri kita yang bermanfaat bagi diri,keluarga dan sekelilingnya ,yaitu :

1. Menekan,memaksa anak istri agar patuh dan taat pada agama serta menjalankan ibadah,kemudian disertai dengan ancaman yang telah difirmankan Tuhan,seperti dalam ayat berikut :

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(QS. 66. At Tahrim :6).

Juga dalam (QS. 4. An Nisaa’ :34).

2. Menekan,memaksa anak istri agar berlaku perbuatan baik,bertindak dan bersikap sesuai dengan norma-norma kesopan santunan dalam kemasyarakatan,kemudian disertai dengan ancaman yang telah difirmankan Tuhan,seperti dalam ayat berikut :

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”. (QS. 16. An Nahl :90).

3.Memberi ancaman pada pihak luar / orang lain yang hendak berbuat kezaliman atau kejahatan yang akan merugikan diri dan keluarga kita dengan cara akan dilaporkan kepada pihak berwajib,dsb.

Sang Pencerah Islam

III. TERORIS ANGKARA MURKA BERBEDA DENGAN JIHAD DAN BERJIHAD BUKANLAH TERORIS

Tindak terorisme angkara murka seperti yang telah disebutkan diatas jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.Sedangkan JIHAD adalah :

Jihad menurut arti bahasa berarti mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan menurut istilah syari’ah berarti seorang muslim lahir batin mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya untuk memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam dalam setiap langkah kehidupannya demi mencapai ridha Allah SWT. Oleh karena itu kata-kata jihad selalu diiringi dengan fi sabilillah (Dijalan Tuhan),untuk menunjukkan bahwa jihad yang dilakukan umat Islam harus sesuai dengan ajaran Islam serta hanya berharap keridhaan-Nya semata.

Seorang muslim sejati tidaklah hidup kecuali dengan jihad,
” Berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad” (QS Al-Hajj 78).

Macam-Macam Jihad fi Sabilillah untuk menegakkan nilai-nilai Islam, adalah :

1. Jihad dengan lisan, yaitu menyampaikan, mengajarkan dan menda’wahkan ajaran Islam kepada manusia serta menjawab tuduhan sesat yang diarahkan pada Islam. Termasuk dalam jihad dengan lisan adalah, tabligh, ta’lim, da’wah, amar ma’ruf nahi mungkar dan aktifitas politik yang bertujuan menegakkan kalimat Allah.

2. Jihad dengan harta, yaitu menginfakkan harta kekayaan di jalan Allah khususnya bagi perjuangan dan peperangan untuk menegakkan kalimat Allah serta menyiapkan keluarga mujahid yang ditinggal berjihad.

3. Jihad dengan jiwa, yaitu memerangi musuh yang memerangi Islam dan umat Islam. Jihad ini disebut dengan qital (berperang di jalan Allah).

TINGKATAN JIHAD :

Yang paling rendah adalah melakukan perang ketika Islam dan Umat Islam diserbu atau diperangi oleh musuh.Sedangkan jihad paling tinggi dan besar adalah jihad memerangi hawa nafsyu.Jadi jika umat Islam dalam melakukan jihadnya tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam tersebut diatas maka tidaklah termasuk dalam katagori jihad.Apalagi kondisi keluarga masih morat marit dan seharusnya mendapat perlindungan,pembinaan,pendidikan serta kemapanan.

Untuk lebih mendalami makna jihad yang sesungguhnya silahkan sahabat pelajari dengan ulama setempat didekat anda atau cukup jelajah pada link-link google.
Maka janganlah kita terjebak ke dalam jalur jihad yang angkara murka,sehingga kita termasuk ke dalam golongan para pelaku terorisme yang sesat.

Dengan demikian pelaku daripada terorisme angkara murka ini disebut TERORIS / IRHAB ZULMUN,sedangkan lawannya sifat-sifat terrorism angkara murka yang ada didalam jiwa/nafs manusia adalah nafs JIHAD FI SABILILLAH yang merupakan manifestasi dari ruh Nurani,yang selalu menangisi jiwanya memanggil-manggil Tuhannya.

Sedangkan dzat yang menguasai segala sifat terorism dalam kehidupan dialam semesta ini adalah zat Sang Maha Teror Allah SWT yang merupakan manifestasi dari Zat-Nya Yang Maha Mengancam,Maha Penghancur (Al-Muntaqiem / The Avenger),Maha Mematikan (Al-Mummit / The Destroyer) dan Maha Pembalas,Maha Pemberi Derita (Ad-Dhaar / The Distressor ).

Kesimpulan :

-Sebaik-baik sifat terorism yang ada dalam diri kita adalah yang mengadakan teror pada jiwa /nafs kefasikan yang ada didalam diri kita sendiri,dengan mengalahkan nafs-nafs Ke-egoan,kejahatan dan kegelapan hati,dengan cara :

-Mengancam pada jiwa/nafs kefasikan kita dengan Ruh Nurani kita dan Ruhani kita,untuk jangan coba-coba membisikkan perbuatan kejahatan,jika tidak ingin mendapat terror yang lebih berat dari Sang Maha Teror(Siksa),dengan cara menjauhi bisikan-bisikan jiwa terror kita atau mengabaikan sifat-sfat terror yang ada dalam jiwa kita manakala membisikkan untuk melakukan kejahatan.

-Bunuh dan hancurkan jiwa kefasikan kita yang selalu menteror jiwa tenang kita dengan cara :

Bertobat,mengingat-Nya,bersabar,mengalah serta mengganti dengan sifat berbuat manfaat pada diri maupun sekelilingnya.Kemudian menyadari bahwa sifat teroris yang ada dalam kita sesungguhnya lemah karena hanya menempel pada jasad / fisik kita,jika jasad / fisik kita dimatikan oleh Tuhannya maka sifat teroris yang ada didalam jiwa kita tak berfungsi,artinya ketika manusia dengan segala keangkuhan sifat terorisnya,keangkaramurkaannya maka ujung-ujungnya kita akan mati binasa,jasadnya meleleh kembali menjadi onggokan tanah di kuburan.

-Terus berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan / mengaji dengan menggunakan hati nurani sehingga terhindar dari pemahaman-pemahaman yang menyimpang.

Semoga menjadikan renungan dari qalbu yang jernih

Salam jiwa sebening embun,

Kelana Delapan Penjuru Angin,
Jakarta-Lembah Pulo Harapan,13 September 2013
CopyRights@2013

Reff :
-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI
-http://buletin.muslim.or.id/manhaj/terorisme-berkedok-jihad
-http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/makna-terorisme-dalam-syari%E2%80%99at-islam.html
-http://haroky2000.wordpress.com/2011/12/25/definisi-terorisme/
– Al-Irhâb Fii Mîzân Asy-Syarî’ah karya DR. ‘Âdil ‘Abdul Jabbâr hal. 20,
– Al-Irhâb Mazhôhiruhu wa Asykâluhu karya Prof. DR. Muhammad Al-Husainy hal. 8
– Haqiqutul Irhâb karya DR. Muthî’ullah Al-Harby hal. 8.
-http://www.dakwatuna.com/2008/01/15/355/jihad-jalan-kami/#axzz2enGGGQ4r

**HUKUM BUNGA BANK ( RIBA)**

*TINGGALKAN SISA RIBA (BUNGA BANK) YANG BELUM DIPUNGUT
*BUNGA BANK MENURUT AJARAN AGAMA APAPUN HUKUMNYA HARAM,MAU DIPELINTIR BEGINI ATAUPUN BEGONON TETAP HUKUMNYA HARAM.
*PRODUK-PRODUK PERBANKAN YANG HARAM DAN YANG DIPERBOLEHKAN
*DAMPAK NYATA KESENGSARAAN HIDUP DAN TUMBANGNYA PILAR-PILAR EKONOMI UMAT AKIBAT RIBA BANK

Bunga

PENDAHULUAN

Dalam rangka menyempurnakan laku perbuatan amaliah bagi orang-orang yang telah mengaku beriman,maka tak ada masalah jika ilmu pengetahuan fiqih ini dihadirkan kembali berulang-ulang agar semakin menambah kejelasan dalam sikap dan perbuatan.Maka tulisan ini disusun dan di intisarikan dari berbagai sumber pokok serta hasil dari consensus (Ijma’) para ulama hanif,dikemas dengan bahasa yang simple agar mudah dipahami oleh kita yang awam. Jika sampai saat ini kita masih merasa ragu dengan berbagai statemen yang membingungkan mengenai hukum daripada bunga bank,dimana sebagian orang menyatakan ada yang membolehkan dan sebagian lagi ada yang mengharamkan,maka insyaAllah dalam tulisan ini kita akan mendapatkan penjabaran secara rinci dari sisi syareat,tareqat dan hakekat tentang perkara mana yang haram dan mana yang boleh terhadap produk-produk dari dunia perbankan ini.
Tak dipungkiri bahwa pada era peradaban modern kini manusia sebagian besar tak dapat menghindar dari urusan dengan Bank.Segala aktifitas kehidupan manusia kini sepertinya telah dikendalikan / diatur oleh kekuasaan lembaga perbankan,bahkan penyelenggaraan lembaga keuangan Negara kini harus dikelola melalui perbankan guna mengatur ekonomi rakyatnya.
Bank dahulu belum ada.Keberadaan Bank baru muncul pada sekitar abad ke 13 (Di Spanyol dibangun pada tahun 1401 M),dan pada tahun 1690, didirikan oleh kerajaan Inggris.Artinya pada masa-masa Nabi Muhammad memperkenalkan Islam ataupun sebelum itu,maka kehidupan manusia pada saat itu tidak mengenal adanya Bank.Namun toh peradaban dan kehidupan tetap saja berjalan.Maka artinya dunia perbankan ada karena diadakan oleh peradaban manusia pada generasi berikutnya.
Bank pada dasarnya adalah memperdagangkan uang atau suatu usaha / bisnis dengan obyek yang menjadi dagangannya adalah uang serta mencari keuntungan dari perdagangan uang .Salah satu keuntungan yang di ambil atau didapatkan dari bank adalah dengan “menarik/memungut bunga”.Mau dipelintir kesana atau pelintir kesini atau dengan dalih apapun,maka tetap saja usaha bank tetap tak lepas dari merupakan sebuah usaha yang memperjual belikan dan atau mencari keuntungan dari berdagang uang serta mem-“bunga”-kan uang.

Bank

BANK BUKAN PRODUK ISLAM
Lahirnya adanya sebuah usaha memperjual belikan uang dalam suatu system yang disebut BANK,maka tak lepas dari sejarah ataupun riwayat kehidupan masa lalu.Dimana dahulu ketika manusia belum mengenal system bank,adalah bermula dari “bank-bank” amatir (individu),yang dikenal dengan “Rentenir (lazim ada yang menyebut “Lintah darat”).Yakni ketika pada setiap zaman dalam kehidupan umat manusia yang selalu ada kondisi dimana ada kaum yang miskin dan ada kaum yang kaya.Dan ketika si miskin memerlukan biaya untuk usaha dan hidup karena tidak memiliki modal maka selalu ada pihak yang mampu / memiliki uang banyak yang meminjamkan kepada si miskin namun si miskin harus memgembalikan lebih besar dari pokok pinjaman.Maka sepanjang sejarah telah memperlihatkan realitas terjadinya kehancuran kehidupan si miskin akibat terlilit hutang yang kian menumpuk hingga beban bunga yang harus ditanggung semakin membelit dan mencengkik leher,dan akhirnya membuat kebinasaan.
Nah,itulah yang disebut “Rentenir”.Maka saat ini seiring dengan perkembangan peradaban manusia,modus yang demikian pasti akan menolak jika disebut dengan sebutan itu,kini demikian tampak manis terselubung dibalik lembaga yang diformilkan yang bernama “bank”,dan telah menjadi kelaziman sebagai salah satu teknologi sah peradaban manusia.Maka sifat-sifat “Renten” atau memungut riba itu kini telah berganti nama menjadi “Profit sharing”
Maka,dahulu ketika Islam hadir ditengah-tengah umat yang bobrok peradaban dan akhlak dengan merajalelanya kiprah para golongan “Renten” tersebut,Tuhan melalui Muhammad telah memperingatkan akan larangan RIBA (sistim renten,sekarang bunga bank-red.) dan memperingatkan akan dampak dahsyat bagi kemaslahatan kehidupan umat.

SELURUH ULAMA YANG HANIF TELAH MENGHARAMKAN BUNGA BANK :

Jika ada salah seorang atau dari beberapa ulama masakini yang berani membuat statemen bahwa bunga bank hukumnya tidak haram,maka perlu dipertanyakan kredibilats dan ilmu agama dari oknum ulama tersebut.Dan segeralah secepat mungkin kita menjauhi atau berlepas diri dari mereka.

Renten

PENGERTIAN RIBA

*Di bidang transaksi ekonomi, Islam melarang keras praktik riba. Al-Dhahabi dalam kitab Al-Kabair menjadikan riba sebagai salah satu perilaku dosa besar yang harus dijauhi. Secara sederhana riba berarti menggandakan uang yang dipinjamkan atau dihutangkan pada seseorang.

Dalam hal terjadinya penambahan dari pinjaman pokok yang diperbolehkan adalah manakala bukan datang atau mendapat persyaratan dari si pemberi pinjaman,melainkan atas inisiatif yang meminjam dengan ucapannya sendiri secara kerelaan hati (sighot nadzar).

Dalam Ghayatu al-Talchishi al-Murad Hamisy Bughyatu al-Mustarsyidin, Hlm. 129

عَمَّتِ الْبَلْوَى اَنَّ اَهْلَ الثَّرْوَةِ لاَ يُقْرِضُوْنَ اَحَدًا اِلاَّ بِزِيَادَةٍ، اِمَّا مِنْ نَوْعِ الْمُسْتَقْرِضِ اَوْغَيْرِهِ بِصِيْغَةِ النَّذْرِ … فَالْعُقُوْدُ الْمَذْكُوْرَةُ صَحِيْحَةٌ اِذَا تَوَفَّرَتْ شُرُوْطُهَا وَلاَ يَدْخُلُ ذَلِكَ فِى اَبْوَابِ الرِّبَا.

“Telah menjadi hal yang lumrah, bahwa orang yang memiliki harta tidak meminjamkan pada seorang pun kecuali disertai dengan tambahan. Adakalanya dari jenis yang dipinjamkan atau yang lainnya dengan sighot nadzar…. Maka akad-akad tersebut sah jika syarat-syaratnya sempurna. Dan hal tersebut tidak termasuk bab riba”.

Anjuran kebaikan dari hal pinjam meminjam :
-Ini hal yang baik jika kita meminjam uang dan memberikan tambahan pada si pemberi pinjaman karena atas inisiatif yang meminjam,bukan karena tekanan yang memberi pinjaman.
Dalam Nihayatu az-Zain, 242 :

وَجَازَ مِنْ غَيْرِ كَرَاهَةٍ (نَفْعٌ) يَصِلُ لِمُقْرِضٍ مِنْ مُقْتَرِضٍ (بِلاَ شَرْطٍ) فِى اْلعَقْدِ بَلْ يُسَنُّ ذَلِكَ لِلْمُقْرِضِ لِقَوْلِهِ e: (اِنَّ خِيَارَكُمْ اَحَاسِنُكُمْ قَضَاءً) وَاَحَاسِنُ جَمْعُ اَحْسَنَ. وَفِى رِوَايَةٍ: (اِنَّ خِيَارَكُمْ مَحَاسِنُكُمْ قَضَاءً). اِلَى اَنْ قَالَ : وَاْلاَوْجَهُ اَنَّ اْلإِقْرَاضَ مِمَّنْ تَعُوْدُ الزِّيَادَةُ بِقَصْدِهَا مَكْرُوْهٌ.

“Diperbolehkan tanpa hukum makruh adanya manfaat yang kembali pada orang yang meminjami dari orang yang berhutang jika tidak ada syarat dalam akad, bahkan hal tersebut disunahkan sebagaimana hadits Rasul , “Sesuatu yang paling baik diantara kamu sekalian adalah yang paling baik dalam mengembalikan pinjaman”. Lafad أحاسن disini adalah jama’ dari lafad أحسن . dalam riwayat lain disebutkan, “Sesuatu yang paling baik diantara kamu sekalian adalah yang paling baik dalam mengembalikan pinjaman”. Adapun pinjaman pada orang yang terbiasa meminta tambahan adalah makruh”.

DEFINISI RIBA

Secara etimologis (lughawi) riba (الربا) adalah isim maqshur, berasal dari “rabaa yarbuu”.Asal Arti kata riba adalah ziyadah yakni tambahan atau kelebihan.

Secara terminologis (istilah) riba adalah setiap kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan nilai-tandingnya (nilai barang yang diterimakan).
( Ibnul Arabi) .

RIBA DALAM ISLAM ADA 2 JENIS :

1.Riba Al-fadhl (ربا الفضل)
2.Dan riba Al-nasi’ah (ربا النسيئة).

-Riba al-Fadhl disebut juga dengan riba jual beli adalah terdapat adanya persyaratan penambahan dalam jual-beli barang yang sejenis.

-Riba ini terjadi apabila seseorang menjual sesuatu dengan sejenisnya dengan tambahan,seperti menjual emas dengan emas, mata uang dirham dengan dirham, gandum dengan gandum dan seterusnya.

Dari hadits riwayat Bukhari dan Muslim :

“Bilal datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa korma kualitas Barni (baik). Lalu Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Dari mana kurma itu ?”. Ia menjawab , “Kami punya kurma yang buruk lalu kami tukar bdli dua liter dengan satu liter”. Maka Rasulullah bersabda: “Masya Allah, itu juga adalah perbuatan riba. Jangan kau lakukan. Jika kamu mau membeli, juallah dahulu kurmamu itu kemudian kamu beli kurma yang kamu inginkan”.

2.Riba an-Nasi’ah disebut juga riba hutang piutang adalah kelebihan (bunga) yang dikenakan pada orang yang berhutang oleh yang menghutangi pada awal transaksi atau karena penundaan pembayaran hutang.

Riba nasi’ah terbagi dua jenis ,yakni :

(1). A meminjamkan/menghutangkan uang atau benda berharga lain pada B. Bentuknya ada dua:

(a) A menetapkan tambahan (bunga) pada awal transaksi.
(b) A tidak menetapkan bunga di awal transaksi, akan tetap saat B tidak mampu melunasi hutang pada saat yang ditentukan, maka A membolehkan pembayaran ditunda asal dengan bunga.

Dalam I’anatu al-Thalibin, Juz III, 53 :

وَاَمَّا الْقَرْضُ بِشَرْطِ جَرِ نَفْعٍ لِمُقْرِضٍ فَفَاسِدٌ قال ع ش: وَمَعْلُومٌ أَنَّ مَحَلَّ الْفَسَادِ إذَا وَقَعَ الشَّرْطُ فِي صُلْبِ الْعَقْدِ أَمَّا لَوْ تَوَافَقَا عَلَى ذَلِكَ وَلَمْ يَقَعْ شَرْطٌ فِي الْعَقْدِ فَلاَ فَسَادَ وَجُبِرَ ضُعْفُهُ مَجِىْءَ مَعْنَاهُ عَنْ جَمْعٍ مِنَ الصَّحَابَةِ. وَمِنْهُ الْقَرْضُ لِمَنْ يَسْتَأْجِرُ مِلْكَهُ أَىْ مَثَلاً بِأَكْثَرَ مِنْ قِيْمَتِهِ ِلأَجْلِ الْقَرْضِ إنْ وَقَعَ ذَلِكَ شَرْطًا إذْ هُوَ حِيْنَئِذٍ حَرَامٌ إجْمَاعًا وَإلاَّ كُرِهَ عِنْدَنَا وَحَرَامٌ عِنْدَ كَثِيْرٍ مِنَ الْعُلَمَاءِ قَالَهُ السُّبْكِى.

“Adapun pinjaman dengan syarat mengambil manfaat untuk orang yang meminjami adalah fasid. Asy-syubro Milsy berkata, “Telah diketahui bahwa objek rusaknya akad yakni apabila terjadi syarat dalam penentuan akad”.

(2). A membeli emas atau perak pada B dengan menunda penerimaannya/tidak langsung saling terima.

Perbedaan khasnya, riba nasi’ah adalah jual beli barang yang sama jenisnya tapi tidak secara kontan. Sedangkan riba fadhl adalah jual beli barang dengan kelebihan atau hutang piutang dengan bunga.

Ulama sepakat atas keharaman riba nasi’ah. Sementara terjadi ikhtilaf (beda pendapat) atas keharaman riba fadhl, tapi mayoritas mengharamkannya.

HUKUM RIBA DALAM ISLAM

Hukum riba adalah haram dan termasuk dari dosa besar karena akan menyebabkan kesengsaraan kaum dhuafa, menzalimi orang miskin, eksploitasi si kaya pada si miskin, menutup pintu sedekah dan kebajikan serta membunuh rasa empati antar manusia yang berbeda strata sosial ekonominya.

I. MENGENAL PRODUK PERBANKAN YANG HARAM DAN YANG DIPERBOLEHKAN

Kini sifat bank telah mengalami pergeseran dari masa awal keberadaannya,yakni dari sebuah lembaga resmi yang tadinya hanya melayani pinjaman modal dengan memungut bunga,maka kini telah melayani jasa-jasa dibidang keuangan yang disebut sebagai produk perbankan,meliputi jasa simpan,tarik tunai,pengiriman,deposito,valas,dsb. Maka masa kini sifat perbankan tidak hanya “memungut riba” saja,namun juga telah melayani berbagai produk yang yang tidak tergolong haram.

1. PRODUK PERBANKAN YANG HARAM
BERIKUT ITEM-ITEM HARAM,YANG HARUS DIJAUHI DARI BERURUSAN DENGAN DUNIA PERBANKAN :

(1.1). MEMINJAM UANG DENGAN SYARAT BUNGA DI BANK.
(1.2). KARTU KREDIT dengan mempersyaratkan membayar bunga.
(1.3). MENABUNG / DEPOSITO DENGAN MENGHARAPKAN BUNGA BANK
(1.4). JUAL BELI MATA UANG / VALAS DENGAN NIAT MENGGANDAKAN UANG

PENJABARAN (1.1) :
-MEMINJAM UANG DENGAN SYARAT BUNGA DI BANK.

Meminjam uang atau mendapat tawaran pinjaman uang dari bank dengan mempersyaratkan adanya pengembalian tambahan dari pokok pinjaman yang disebut bunga pinjaman,apapun alasannya maka ini termasuk ke dalam berurusan dengan “RIBA”,maka RIBA / BUNGA UANG MENURUT AJARAN AGAMA APAPUN HUKUMNYA HARAM

PENJABARAN (1.2) :
-KARTU KREDIT

Adalah bentuk pinjaman uang yang telah di bakukan / fix,kemudian nasabah wajib membayar tunai maupun mengangsur dengan mempersyaratkan tambahan bunga yang harus dibayar dalam satu perhitungan pembayaran.

PENJABARAN (1.3) :
– MENABUNG / DEPOSITO DENGAN MENGHARAPKAN BUNGA BANK

Adalah seseorang yang menyimpan uangnya di bank dalam jumlah kecil maupun besar namun didalam hatinya mengharapkan mendapat keuntungan yakni dari bunga simpanan.

PENJABARAN (1.4) :
-JUAL BELI MATA UANG / VALAS DENGAN NIAT MENGGANDAKAN UANG

Adalah bentuk perdagangan mata uang apa saja, dalam jumlah kecil maupun besar namun didalam hatinya mengharapkan mendapat keuntungan dari jual beli uang tersebut.Dalam hal ini termasuk laku perbuatan membeli dolar untuk kemudian ditukarkan kembali ke dalam mata uang lainnya ketika nilai mata uang itu merosot nilainya.

DALIL-DALIL ATAS PENGHARAMAN DARI ITEM-ITEM TERSEBUT DIATAS:

Telah sangat jelas bahwa kriteria dari produk-produk bank tersebut adalah telah timbul adanya persyaratan bunga,yang dalam koridor Islam disebut sebagai RIBA dan telah nyata-nyata diharamkan.

Renten2

Berikut peringatan Tuhan yang melarang berurusan dengan “Bunga Bank” (baca:terlibat dengan RIBA) :

-“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (Q.S.2. Al-Baqarah : 275 )

-“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS.2. Al Baqarah:278)

Sabda Nabi Muhammad SAW :

-“Jabir berkata bahwa Rasulullah mengutuk orang yang menerima riba, orang yang membayarnya, dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, kemudian beliau bersabda, “Mereka itu semuanya sama.” (H.R Muslim no. 2995 dalam kitab Al-Musaqqah)

Seluruh ‘ulama sepakat mengenai keharaman riba, baik yang dipungut sedikit maupun banyak. Seseorang tidak boleh menguasai harta riba; dan harta itu harus dikembalikan kepada pemiliknya, jika pemiliknya sudah diketahui, dan ia hanya berhak atas pokok hartanya saja.

Berikut dampak dan azab Tuhan,jika nekad berurusan dengan “Bunga Bank” (baca:terlibat dengan RIBA) :

Allah swt berfirman;
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبا لا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,” padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.
[QS Al Baqarah (2): 275].

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”.[QS Al Baqarah (2): 279]

Sabda Nabi Muhammad SAW :

دِرْهَمُ رِبَا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتٍّ وَثَلَاثِيْنَ زِنْيَةً

“Satu dirham riba yang dimakan seseorang, dan dia mengetahui (bahwa itu adalah riba), maka itu lebih berat daripada enam puluh kali zina”. (HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah).

الرِبَا ثَلاثَةٌَ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ, وَإِنَّ أَرْبَى الرِّبَا عَرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمَ

“Riba itu mempunyai 73 pintu, sedang yang paling ringan seperti seorang laki-laki yang menzinai ibunya, dan sejahat-jahatnya riba adalah mengganggu kehormatan seorang muslim”. (HR Ibn Majah).

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّباَ وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ, وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah saw melaknat orang memakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Belia bersabda; Mereka semua sama”. (HR Muslim)

Di dalam Kitab al-Mughniy, Ibnu Qudamah mengatakan :

“Riba diharamkan berdasarkan Kitab, Sunnah, dan Ijma’. Adapun Kitab, pengharamannya didasarkan pada firman Allah swt,”Wa harrama al-riba” (dan Allah swt telah mengharamkan riba) (Al-Baqarah:275) dan ayat-ayat berikutnya.

Sedangkan umat Islam telah berkonsensus mengenai keharaman riba.Dan Imam al-Syiraaziy di dalam Kitab al-Muhadzdzab menyatakan; riba merupakan perkara yang diharamkan dan dalam As-Sunnah ,telah diriwayatkan dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda :

“Jauhilah oleh kalian 7 perkara yang membinasakan”. Para shahabat bertanya, “Apa itu, Ya Rasulullah?”. Rasulullah saw menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari peperangan, menuduh wanita-wanita Mukmin yang baik-baik berbuat zina”. Juga didasarkan pada sebuah riwayat, bahwa Nabi saw telah melaknat orang yang memakan riba, wakil, saksi, dan penulisnya”.[HR. Imam Bukhari dan Muslim]…

2. PRODUK PERBANKAN YANG DIPERBOLEHKAN (TIDAK HARAM)

Karena dunia perbankan disamping terdapat produk-produk yang haram (terutama dari hal yang telah jelas yakni adanya unsur RIBA,seperti yang dijelaskan diatas),maka juga terdapat produk-produk yang tidak termasuk haram atau artinya kita boleh berurusan dengan bank,yakni dengan pertamakali kita harus “BERI’TIQAD” / meniatkan didalam hati sbb :

1.Memohon ampun kepada Tuhan ketika terpaksa harus berurusan dengan dunia perbankan.
2.Berniat tidak berorientasi mengambil keuntungan bunga uang bank.
3.Berupaya mencari solusi mencari lembaga bank lain yang tidak bersistem “Bunga” dikemudian hari atau selanjutnya.

BERIKUT HAL-HAL YANG DIPERBOLEHKAN KARENA TERPAKSA HARUS BERURUSAN DENGAN DUNIA PERBANKAN :

(2.1). MENYIMPAN UANG /MENABUNG DAN DEPOSITO DI BANK
(2.2). PENGGAJIAN MELALUI BANK (Pay Roll)
(2.3). MEMINJAM UANG DI BANK
(2.4). MEMBELI BARANG DENGAN CARA KREDIT / MENGANGSUR DI BANK
(2.5). MENJADI PEGAWAI DAN MENERIMA GAJI DARI BANK
(2.6). KARTU KREDIT
(2.7).MENERIMA HADIAH DARI PERUSAHAAN BANK
(2.8). JUAL BELI MATA UANG / VALAS

PENJABARAN (2.1) :
– MENYIMPAN UANG /MENABUNG DAN DEPOSITO DI BANK

Hal ini diperbolehkan asal tidak meniatkan diri mengharap bunga tabungan / deposito,tetapi hanya merupakan sarana aman dalam menyimpan uangnya.Perkara timbul bunga simpanan maka itu bukan kehendak kita.Sedangkan jika jumlah simpanannya besar dan menjadikan bunga yang didapat juga besar,maka tambahan dana dari simpanan pokok itu dapat dikatagorikan sebagai bagi hasil dari pihak bank yang telah memanfaatkan uang kita,maka sah-sah saja.Adapun jika kita ragu-ragu dengan uang tambahan tersebut dan menganggap sebagai Riba,maka baik jika tidak dipungut melainkan juga jangan ditolak,tetapi sangat bijak jika di sumbangkan kepada orang-orang yang tidak mampu.

PENJABARAN (2.2) :
– PENGGAJIAN MELALUI BANK (Pay Roll).
Saat ini lazim setiap perusahaan mensyaratkan penggajian pegawainya dibayarkan melalui system bank (Pay Roll),maka diperbolehkan karena tidak ada unsur hutang yang ada bunganya,bahkan kita telah membayar biaya administrasi bulanannya.(ATM)

PENJABARAN (2.3) :
– MEMINJAM UANG DI BANK.

Ketika kita memerlukan suatu pembelian barang namun jika dengan kontan tidak mampu,maka meminjam uang dari bank dengan niat untuk membeli barang yang diperlukan diperbolehkan.Adapun timbulnya bunga bank yang harus dibayar,maka hal tersebut dikatagorikan bukan membayar bunga uang yang dipinjam melainkan telah menjadi satu bagian dari harga barang yang dibeli.Dengan catatan bahwa kita mempunyai penghasilan tetap sehingga tidak khawatir tidak mampu membayar hutangnya.

PENJABARAN (2.4) :
-MEMBELI BARANG DENGAN CARA KREDIT / MENGANGSUR DI BANK

Contoh : Kedit KPR,kendaraan,renovasi,dll,sebab tidak termasuk sebagai berjual beli uang tetapi akad pertamanya adalah barang.Perkara ada bunga yang dipersyaratkan oleh bank,maka itu urusan bank sedangkan bagi kreditur obyeknya adalah barang dan bunga yang di pungut oleh bank bagi kreditur merupakan satu bagian dari harga sah yang tersepakati dan yang harus dibayar walaupun dengan cara mengangsur.

PENJABARAN (2.5) :
MENJADI PEGAWAI DAN MENERIMA GAJI DARI BANK.

Karena keadaan pekerjaan yang sulit dan terpaksa memang harus menghidupi keluarga,maka bekerja di perusahaan bank dan menerima gaji dari bank diperbolehkan,dengan berniat diri tidak mengharap bunga bank.

1.Menurut fatwa Syekh Jad al-Haq, salah satu Mufti Mesir,

-Memperoleh gaji/honorarium dari bank-bank tersebut dapat dibenarkan, bahkan kendati bank-bank konvensional itu melakukan transaksi riba.
-Bekerja dan memperoleh gaji di sana pun masih dapat dibenarkan, selama bank tersebut mempunyai aktivitas lain yang sifatnya halal.

2.Yusuf Qaradhawi termasuk ulama yang mengharamkan bank namun dalam soal gaji pegawai bank ia menyatakan bahwa :

“Apabila pegawai tersebut bekerja karena tidak ada pekerjaan di tempat lain maka ia dalam kondisi darurat. Dalam Islam, kondisi darurat menghalalkan perkara yang asalnya haram. Kebutuhan hidup termasuk kondisi darurat. Dalam konteks ini, maka pekerjaannya di bank hukumnya boleh”.

PENJABARAN (2.6) :
– KARTU KREDIT

Jika kartu kredit itu bukan kita yang bikin atau di beri fasilitas oleh pihak lain dan bukan kita yang berkewajiban membayar angsuran.Dalam hal kita memiliki kartu kredit tidak berniat mengambil uang cash namun untuk keperluan membeli barang,maka masih diperbolehkan.Tetapi para ulama berbeda pendapat,ada yang mengharamkan dan ada yang membolehkan.Maka lebih baik hindari sajalah kartu kredit untuk lebih amannya.

PENJABARAN (2.7) :
-MENERIMA HADIAH DARI PERUSAHAAN BANK.
Hadiah adalah pemberian dari pihak lain kepada pihak kita tanpa mempersyaratkan adanya membayar bunga,maka diperbolehkan entah dari bank atau dari siapapun.

PENJABARAN (2.8) :
– JUAL BELI MATA UANG / VALAS ATAUPUN MONEY CHANGER.

Jika kita karena adanya suatu keperluan dinas maupun bepergian ke lain Negara,yang mengharuskan melakukan penukaran mata uang dengan jual ataupun beli tanpa berniat mencari keuntungan dari penambahan transaksi tesebut,maka diperbolehkan.

miskin

II. DAMPAK NYATA KESENGSARAAN HIDUP AKIBAT BERURUSAN DENGAN BUNGA BANK :

1.Lihat hutang Indonesia DAN TERSEOK-SEOKNYA EKONOMI INDONESIA
-Kemerosotan,krisis,keterpurukan ekonomi Indonesia mau diakui atau tidak,karena akibat berurusan dengan IMF (baca:terlibat dengan RIBA / Rentenir Internasional).
2.Lihat kisah-kisah kebangkrutan ekonomi keluarga dimana saja (termasuk saya sendiri).
3.Lihat krisis ekonomi di Negara-negara berkembang di dunia (baca di berita-berita dunia).
4.Menyebabkan kesengsaraan kaum dhuafa, menzalimi orang miskin, eksploitasi si kaya pada si miskin, menutup pintu sedekah dan kebajikan serta membunuh rasa empati antar manusia yang berbeda strata sosial ekonominya.

III. ULAMA YANG MENGHARAMKAN DAN YANG BERANI MENGHALALKAN BANK KONVENSIONAL:
-ULAMA DAN LEMBAGA YANG MENGHARAMKAN BANK KONVENSIONAL (Bank Kapitalis).

1. Pertemuan 150 Ulama’ terkemuka dalam konferensi Penelitian Islam di bulan Muharram 1385 H, atau Mei 1965 di Kairo, Mesir menyepakati secara aklamasi bahwa segala keuntungan atas berbagai macam pinjaman semua merupakan praktek riba yang diharamkan termasuk bunga bank.
2. Majma’al Fiqh al-Islamy, Negara-negara OKI yang diselenggarakan di Jeddah pada tanggal 10-16 Rabi’ul Awal 1406 H/22 Desember 1985;
3. Majma’ Fiqh Rabithah al’Alam al-Islamy, Keputusan 6 Sidang IX yang diselenggarakan di Makkah, 12-19 Rajab 1406
4. Keputusan Dar It-Itfa, Kerajaan Saudi Arabia, 1979;
5. Keputusan Supreme Shariah Court, Pakistan, 22 Desember 1999;
6. Majma’ul Buhuts al-Islamyyah, di Al-Azhar, Mesir, 1965.
7. Fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2000 yang menyatakan bahwa bunga bank tidak sesuai dengan syari’ah.
8. Keputusan Sidang Lajnah Tarjih Muhammadiyah tahun 1968 di Sidoarjo menyatakan bahwa sistem perbankan konvensional tidak sesuai dengan kaidah Islam.
9. Keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU tahun 1992 di Bandar Lampung.
10. Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tentang Fatwa Bunga (interest/fa’idah), tanggal 22 Syawal 1424/16 Desember 2003.
11. Keputusan Rapat Komisi Fatwa MUI, tanggal 11 Dzulqa’idah 1424/03 Januari 2004, 28 Dzulqa’idah 1424/17 Januari 2004, dan 05 Dzulhijah 1424/24 Januari 2004.

-ULAMA DAN LEMBAGA YANG MENGHALALKAN BUNGA BANK KONVENSIONAL

1. Syekh Al-Azhar Sayyid Muhammad Thanthawi menilai bunga bank bukan riba dan halal.
2. Dr. Ibrahim Abdullah an-Nashir. dalam buku Sikap Syariah Islam terhadap Perbankan
3. Keputusan Majma al-Buhust al-Islamiyah 2002 membahas soal bank konvensional.
4. A.Hasan Bangil, tokoh Persatuan Islam (PERSIS), secara tegas menyatakan bunga bank itu halal.
5. Dr.Alwi Shihab dalam wawancaranya dengan Metro TV berpendapat bunga bank bukanlah riba dan karena itu halal.

IV. BISAKAH MANUSIA HIDUP TANPA HARUS BERURUSAN DENGAN RIBA (BUNGA BANK)? :

-Sangat bisa.
-Di zaman modern sekarang inipun masih banyak orang-orang yang dapat menjalani kehidupan tanpa berurusan dengan dunia perbankan.Contoh para petani,para pengusaha mikro / kakilima,para pekerja dibidang informal ,dsb.
-Orang-orang yang tidak berurusan dengan dunia bank dapat tetap melangsungkan kehidupannya karena memang kehidupan sehari-harinya dilandasi oleh jiwa yang sederhana,bebas hutang dan tidak kepinginan yang “neko-neko” / macam-macam.Jikalau toh beraktifitas,maka cukup dengan cara konvensional saja atau dengan tunai.

V. APAKAH ADA KEWAJIBAN ZAKAT ATAS UANG SIMPANAN DI BANK

Kewajiban atas zakat bagi setiap umat yang mampu,maka sebenarnya tidak terkait dengan uang simpanan di bank atau tidak.Apalagi jika dikaitkan dengan apakah bunga bank dalam jumlah besar harus dizakati atau tidak,maka justru itu hal yang harus dijauhi.

Maka zakat yang dikeluarkan bagi setiap umat yang mampu bukan berdasar uang simpanan dibank juga bukan dari bunga yang didapatkan,melainkan kewajiban zakat itu timbul ketika kita memiliki /menguasai harta benda ,barang berharga termasuk uang yang kita simpan di rumah atau di bank,kemudian telah mencapai standar nishab,artinya bilamana mencapai setahun dan telah mencapai batas nishab barulah kewajiban kita membayar zakat timbul.

VI. KESIMPULAN :

1.Bahwa bank bukan produk Islam.
*Sudah jelaslah riba bentuk apapun itu dilarang sebagaimana dengan pengharaman arak.

(1.1) -Riba dengan kelebihan/tambahan pembayaran tanpa ada ganti/imbalan, yang disyaratkan bagi salah seorang dari kedua belah pihak yang membuat akad/transaksi
-Sedangkan Bunga adalah sejumlah uang yang dibayar atau untuk penggunaan modal. Jumlah tersebut misalnya dinyatakan dengan satu tingkat atau prosentase modal yang bersangkut paut dengan itu yang dinamakan suku bunga modal.

(1.2) Dalam pandangan Fiqh Muamalah dan Ekonomi Islam bahwa antara riba dan bunga bank adalah sama. Mengapa demikian, dikarenakan secara riil operasional di perbankan konvensional, bunga yang dibayarkan oleh nasabah peminjam kepada pihak atas pinjaman yang dilakukan jelas merupakan tambahan. Karena nasabah melakukan transaksi dengan pihak bank berupa pinjam meminjam berupa uang tunai.

(1.3) Dalam pandangan Fiqh Muamalah dan Ekonomi Islam bahwa hukum antara riba dan bunga bank adalah haram. Karena hukum asal riba adalah haram baik itu dalam Al-Qur’an, Hadis, dan Ijtihad. Seluruh ummat Islam wajib untuk meninggalkannya, serta menjauhinya yakni dengan cara bertaqwa kepada Allah.

2.DAMPAK BERGELIMANG DENGAN RIBA :

(2.1). Bagi jiwa manusia : hal ini akan menimbulkan perasaan egois pada diri, sehingga tidak mengenal melainkan diri sendiri.

(2.2).Bagi masyarakat : Dalam kehidupan masyarakat hal ini akan menimbulkan kasta kasta yang saling bermusuhan.

(2.3). Bagi roda pergerakan ekonomi : Dari segi ekonomi, hal ini akan menyebabkan manusia dalam dua golongan besar yaitu orang miskin sebagai pihak yang tertindas dan orang kaya sebagai pihak yang menindas.

3.Silahkan mau tunduk patuh terhadap peringatan-peringatan-Nya atau tidak,maka segala dampak resiko menjadi tanggung jawab masing-masing diri.

3.Jika kita memang harus terpaksa berurusan dengan dunia perbankan atau produk-produk perbankan tanpa dapat menghindar,maka hendaknya perhatikan saja hal-hal yang boleh dan mana hal yang dilarang Tuhan seperti yang telah dipapar diatas.

4.Maka laku perbuatan niat itu ada di dalam hati,yang tahu hanya diri sendiri dan Tuhannya.”Inna a’malu binniah”,Segala laku perbuatan itu dinilai Tuhan dari niat hatinya,kemudian membuktikannya.

5.Jika sampai saat ini umat beriman yang masih berada dalam keadaan darurat belum dapat menghindar dari beururusan dengan dunia perbankan yang termasuk ke dalam katagory RIBA,(seperti Hutang di bank dengan mempersyaratkan bunga,membuka kartu kredit serta berharap memungut bunga bank,valas ,deposito,dsb),maka hendaknya secepat mungkin menyadari dan meniatkan diri untuk berhenti dari keadaan itu dan atau mengalihkan segala urusannya dengan lembaga pelayanan jasa keuangan yang Islami / sesuai syariah bagi umat yang memang memerlukan teknologi perbankan.

6.Bahwa hal-hal yang telah menjadi larangan Tuhan jika tidak di penuhi,maka memang dalam jangka pendek seolah untung besar dan berasa manis,namun dalam jangka panjang realitas kehidupan telah memperlihatkan pelajaran nyata dengan dialaminya kebinasaan ataupun kebangkrutan ekonomi.

7.Pilihan bebas ada pada kita semua.

Semoga bermanfaat,
Salam kesejahteraan.

Kelana Delapan Penjuru Angin,
Artha Gading-Jakarta,9 September 2013
CopyRights@2013

Sumber :
http://www.surgaberita.com/2011/10/asal-mula-adanya-bank.html
-http://id.wikipedia.org/wiki/Bank
http://www.alkhoirot.net/2012/04/hukum-bank-konvensional-dalam-islam.html
-http://www.hadielislam.com/arabic/index.php?pg=fatawa%2Ffatwa&id=470
-http://cerdasinspirasiku.blogspot.com/2012/04/riba-dan-bunga-bank-dalam-pandangan.html
-http://kuliahhukum12.blogspot.com/2012/04/hukum-perbankan-syariah.html
-http://cherudin.blogspot.com/2010/05/bab-1-pendahuluan-1.html
-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI.

**MUTAQOD 50 Dan 64** (DOKTRIN TAUHID DASAR)

MENGENAL ILMU SYAREAT-TAREQAT DAN HAKEKAT DASAR
MENGENAL SIFAT ALLAH YANG WAJIB – MUSTAHIL DAN JA’IZ ( ILMU TAUHID DASAR)
AQIDAH DASAR AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH YANG TERANGKUM DALAM MUTAQOD 50 & 64
nur

Islam adalah agama para Rasul sejak dahulu kala dari Nabi Adam,Nuh,Ibrahim,Musa,Yesus hingga Muhammad SAW.Tuhan menamakannya “GOLONGAN MUSLIMIN”,orang-orang kuno menyebutnya “MUSALMAN” dan sejak Muhammad,agama para Rasul itu diberi nama “Islam”.
Bagi orang-orang yang telah aqil baligh laki-laki maupun perempuan dan telah memantapkan diri menyatakan “KEMBALI” beriman islam serta menjadikan Islam sebagai agama dan keyakinannya hingga akhir hayat,maka sebelum mendalami ilmu-ilmu agama Islam lebih lanjut hendaknya terlebih dahulu mengetahui,mempelajari dan memahami doktrin dasar konsep ketuhanan dalam Islam (TAUHID).Maka sangatlah disayangkan bila kita telah jauh mempelajari berbagai ilmu dalam,kebatinan,yang makrifat ini,makrifat itu,dsb,tetapi tidak mengetahui ilmu Tauhid dasar ini.Bahkan pada pendapat ulama tertentu,bagi seseorang yang telah mengaku beragama Islam dan telah mencapai tingkatan tertentu namun tidak mengerti ilmu Mutaqod ini,maka ritual ibadah sholatnya dari sejak berwudhu hingga akhir salamnya tidaklah dianggap syah.

Tulisan ini disusun dan dirangkum berdasar sumber alim ulama,dari kitab asli berhuruf dan berbahasa jawa dan dari sumber lain,yang kemudian aku translit ke dalam bahasa Indonesia dengan susunan bahasa yang simple agar mudah dipahami oleh public.Kemudian sebuah saran dariku pada para sahabat,jika hendak memperdalam lebih lanjut tentang ilmu Mutaqod ini,maka hendaknya mengambil seorang pembimbing untuk memandunya,agar mendapatkan pemahaman yang komprehensif.
Sebelum lebih jauh dengan ilmu Mutaqod yang 50 & 64,maka terlebih dahulu harus memahami pokok-pokok ilmu Tauhid yang terangkum dalam Sifat Allah yang 50 ,sebab pemahaman tentang Mutaqod 50 & 64 ini sangat berkaitan erat dengan sifat-sifat dan dzat Allah SWT.

URUTAN MUTAQOD YANG 50 & 64 ADALAH SBB :

I. MENGENAL SIFAT ALLAH DAN SIFAT ORANG AGUNG PARA RASUL :

Sifat Allah dan sifat orang agung para Rasul yang 50 atau juga yang merupakan doktrin dasar dari 50 AQIDAH AHLI SUNNAH WAL JAMA’AH yang dibagi ke dalam 2 kelompok besar, yaitu:

1. Aqidah Ilahiyyah
2. Aqidah Nubuwwiyah

1. AQIDAH ILAHIYYAH TERDAPAT 41 SIFAT,YANG TERBAGI KE DALAM 3 MACAM SIFAT ,YAKNI :

(1). Sifat Wajib yang 20
(2). Sifat Mustahil yang 20
(3). Satu Sifat Ja’iz

2. AQIDAH NUBUWIYYAH TERDAPAT 9 SIFAT,YANG TERBAGI KE DALAM 3 MACAM SIFAT ,YAKNI :

(1). Sifat wajib bagi para Nabi dan Rasul ada 4 sifat.
(2). Sifat Mustahil bagi para Nabi dan Rasul yang 4
(3). Sifat Ja’iz bagi para Nabi dan Rasul yang 1

mengenal-keindahan-al-asmaul-husna

II. MENGENAL ILMU MUTAQOD YANG 50 & 64

PENDAHULUAN

-Ilmu Mutaqod adalah merupakan pokok-pokok ilmu Tauhid yang mempelajari tentang sifat-sifat Allah dan para rasul-Nya, baik sifat-sifat yang wajib, mustahil maupun ja’iz, yang jumlah semuanya ada 50 sifat. Sifat yang wajib bagi Allah ada 20 sifat dan sifat yang mustahil ada 20 sifat serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. Begitupula sifat yang wajib bagi para rasul ada 4 sifat (sidiq. tabligh, amanah, dan fathanah) dan sifat yang mustahil ada 4 sifat (kidzb / bohong,kitman / menyembunyikan, khianat, dan bodoh) serta sifat yang ja’iz ada 1 sifat. Maka jumlah total adalah 50,yang disebut Mutaqod 50, yang merupakan manifestasi dari penjabaran makna,“LAA ILAHA ILLALLAHU”.

-Kemudian ditambah lagi dengan Mutaqod yang 14,yang merupakan manifestasi dari penjabaran makna,“ MUHAMMADUN RASUULULLOH SHOLLALLAAHU ALAIHI WA SALAM “,yang mewakili sifat para Rasul keseluruhan ,terdiri dari :

PENJABARAN DARI MAKNA “MUHAMMADUN”
-Yang Wajib :

(1). SIDIQ,
(2). AMANAH,
(3). TABLIGH,
(4). FATONAH.

- YANG MUSTAHIL ADA :
(1). KIDZIB,
(2). KHIYANAT,
(3). KITMAN,
(4). BALADAH.

-DAN SATU YANG  JA’IZ :
(1). WUQUU’UL A’ROODHIL BA- SYARIYYATI LAHUM,

Sehingga mustahil bersifat yang ini :

(1). ITTISHOOFUHUM BI SIFAATIL ULUHIYYAH AU BISIFAATIL MALAAIKAT.

-Kemudian ditambah dengan Mutaqod yang merupakan PENJABARAN DARI MAKNA, “MUHAMMADUN ROSULULLOH” :
(1).  AL IMAANU BI SAA-IRIL AMBIYAA
(2).  AL IMAANU BI SAA-IRIL MALAAIKAt
(3).  AL IMAANU BI SAA-IRIL KUTUBIS SAMAWIYAH
(4).  AL IMAANU BI YAUMIL AKHIR

Maka jumlah total Mutaqod 64,penjabaran selengkapnya berikut dibawah ini :

Note :
1. Sifat Mutaqod yang 50 ini juga dinamakan “Aqidatul Khomsin”, Artinya: Lima puluh Aqidah.
2. Objek atau Sasaran Ilmu Tauhid adalah Dzat Allah dan sifat-sifat Allah.
3. Penyusun dan pengumpul Ilmu Tauhid dipelopori oleh Imam Abul Hasan Al-Asy’ari (260 H – 330 H / 873 M – 947 M ) dan Imam Abul Manshur Al-Mathuridi ( 238 – 333 H / 852 – 944 M ).
4. Hukum Mempelajari Ilmu Tauhid adalah Wajib ‘ain dengan dalil ijmali (global) dan wajib kifayah dengan dalil tafshili.
5. Nama lain Ilmu Tauhid adalah Ilmu Ushuluddin, Ilmu Kalam dan Ilmu ‘Aqa’id.
6. Hubungan Ilmu Tauhid dengan Ilmu-ilmu lain adalah ilmu Tauhid merupakan sumber untuk cabang-cabang ilmu lainnya.
7. Referensi pengambilan Ilmu Tauhid adalah Diambil dari Al-Qur’an, Al-Hadits, dan akal yang sehat(Ijma’,Qiyas).
9. Faedah memahami dan melaksanakan Ilmu Tauhid adalah keabsahan serta kemantapan keimanan yang tak diragukan lagi didalam melaksanakan amal-amal kebajikan / amal shaleh di dunia.
10. Puncak Mempelajari Ilmu Tauhid adalah Memperoleh kebahagian, baik di dunia maupun akherat dan mendapat ridha dari Allah swt serta mendapat tempat di kerajaan syorga-Nya.

Maka hal Demikian, telah menjadi kesepakatan para Ulama alim terdahulu dan ulama masa kini yang merekomendasikannya,sebagai ciri ciri Islam yang berasaskan Ahl sunnah wal jama’ah.

Islam Ahlussunnah wal Jama’ah adalah Islam yang merefleksikan 4 ciri sbb :

1. berpedoman pada Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas.
2. Di bidang Fiqih, mendasari segala amaliah syareatnya pada madzhab yang empat ( ImamHanafi, Imam Maliki, Imam Syafii dan Imam Hanbali).
3. Di bidang Aqidah, berpegang teguh pada faham TAUHID / Monotheisme.
4. Di bidang Tasawuf, mengikuti jejak langkah para Waliyullah yang haq.

III. ILMU MUTAQOD YANG 50 DIBAGI KE DALAM 2 KELOMPOK BESAR YAKNI :

1.Penjabaran dari makna ISTIGHNA’ (manifestasi sifat ke-maha kaya Allah)
2. Penjabaran dari makna IFTIQOR, (manifestasi sifat ke-maha berkehendak Allah)

ADAPUN MUTAQOD YANG MERUPAKAN PEMAHAMAN DARI MAKNA ISTIGHNA’,ADA 28,YANG TERBAGI KE DALAM :

Mutaqod dengan sifat WAJIB ada 14,berikut macamnya :
(1). WUJUD,
(2). QIDAM,
(3). BAQO’,
(4). MUKHOLAFATU LIL HAWADITSI,
(5). QIYAMUHU ta’ala BINAFSIHI,
(6). SAMA’,
(7). BASHOR,
(8). KALAM,
(9). SAMIAN,
(10). BASHIRON,
(11). MUTAKALLIMAN,
(12). ANNAHU LA YAJIBU ALAIHI TA’ALA FI’LU SYAI-IN,
(13). TANAZ-ZAHU-HU TA’ALA ANIL AGHROODHI FI AF’AALIHI WA AH KAA-MI-HI,
(14). LA TA’TSIIRO LI SYAI-IN MINAL KAA- INAATI BI QUWWATIHI.

Mutaqod dengan sifat MUSTAHIL DARI PEMAHAMAN MAKNA ISTIGHNA’,ADA 14,BERIKUT MACAMNYA :
(1). ADAM,
(2). HUDUTS,
(3). FANA,
(4). MUMATSA LATU LIL HAWADITSI,
(5). IFTIQOR,
(6). SOMAMUN,
(7). ‘AMAN,
(8). BAKAMUN,
(9). ASOMMA,
(10). A’MMA,
(11). AB-KAMA,
(12). WUJUUBU FI’LI SYAI-IN,
(13). FI’LU SYAI’- IN LI GHORDHIN,
(14). TA’TSIIRU SYAI-IN MINAL KAA INAATI BI QUWWATIHI.

SEDANGKAN MUTAQOD YANG MERUPAKAN PEMAHAMAN DARI MAKNA “IFTIQOR”,ADA 22 sbb :

YANG WAJIB ADA 11,BERIKUT MACAMNYA :
(1). WAHDANIYAT,
(2). QUDROT,
(3). IRODAT,
(4). ILMU,
(5). HAYAT,
(6). QODIRON,
(7). MURIDAN,
(8). ALIMAN,
(9). HAYYAN,
(10). LA TA’TSIRO LI SYAI-IN MINAL KAA INAATI BI THOB-‘IHI,
(11). HUDUTSUL ‘ALAMI BI ASRI-HI.

DAN YANG MUSTAHIL ADA 11 , BERIKUT MACAMNYA :
(1). TA’AD-DUD,
(2). AJZUN,
(3). KAROOHATUN,
(4). JAHLUN,
(5). MAUTUN,
(6). ‘AJIZAN,
(7). KAARIHAN,
(8). JAA-HILAN,
(9). MAY-YITAN,
(10).TA’TSIIRO SYAI-IN MINAL KA INAATI BI THOB-‘IHI,
(11).QODIMUL ‘ALAM.

Maka jika dijumlah Mutaqod 28 yang merupakan penjabaran dari makna ISTIGHNA’ dengan Mutaqod 22 yang merupakan penjabaran dari makna IFTIQOR,jumlah totalnya adalah 50 Mutaqod .
Dan dari Mutaqod jumlah 50 tersebut adalah merupakan penjabaran global dari makna kalimat :
“LAA ILAHA ILLALLAH”.

(makna Istighna mewakili kalimat “LAA ILAHA”,sedangkan makna Iftiqor mewakili kalimat “ILLALLAH”).

Nur Muhammad

IV. BERIKUTNYA ADALAH MUTAQOD YANG 14 ,YANG JUGA DISEBUT MUTAQOD NUBUWIYYAH :

Mutaqod yang merupakan penjabaran dari makna kalimat MUHAMMADURRASULULLAH, yang mewakili keseluruhan para Rasul,itu ada 14 macam terdiri dari :
“TSUBUU-TUR RISAA-LATI LI SAYYIDINA MUHAMMADIN”.

PENJABARAN DARI MAKNA “MUHAMMADIN”
– SIFAT WAJIBNYA :

(1). SIDDIQ,
(2). AMANAH,
(3).TABLIGH,
(4).FATONAH.

- SIFAT MUSTAHIL NYA :

(1).KIDZIB,
(2).KHIYANAT,
(3).KITMAN,
(4).BALADAH.

-DAN SATU YANG  JA’IZ :
(1). WUQUU’UL A’ROODHIL BA- SYARIYYATI LAHUM,

Sehingga mustahil bersifat yang ini :

(1). ITTISHOOFUHUM BI SIFAATIL ULUHIYYAH AU BISIFAATIL MALAAIKAT.

-Kemudian ditambah dengan Mutaqod yang merupakan penjabaran dari makna kalimat, “MUHAMMADUN ROSULULLOH” :

(1). AL IMAANU BI SAA-IRIL AMBIYAA
(2). AL IMAANU BI SAA-IRIL MALAAIKAT
(3). AL IMAANU BI SAA-IRIL KUTUBIS SAMAWIYAH
(4). AL IMAANU BI YAUMIL AKHIR

-Maka jumlah Mutaqod yang 14 tersebut yang merupakan penjabaran makna dari kalimat “MUHAMMADUN ROSULULLOH”,dengan Mutaqod yang 50 yang merupakan penjabaran makna dari kalimat “LAA ILAHA ILLALLAH”,maka jumlah total Mutaqod ada 64.

-Dari Mutaqod keseluruhan yang 64 ini wajib diketahui dan dipahami oleh orang-orang Mukallaf semua,berikut dalil dan tafsirnya sekalian.

V. PENJABARAN TERPERINCI MUTAQOD 50 & 64

Para Mukallaf,ketahuilah sesungguhnya kewajiban pertama bagi orang yang telah aqil baligh (Dewasa),adalah memeluk agama Islam dan menetapi Islam sebagai agamanya selamanya.Cara masuk ke agama Islam sangat mudah yakni cukup dengan mengucapkan kalimat Syahadat yang dua dan mengerti akan maknanya.Sebab kurang sempurna menurut kaidah madzhab jika seseorang telah berikrar syahadat namun tidak memahami maknanya.Oleh karena itu wahai para saudara muslim,mari kita giatkan dalam memberi pengajaran agama kepada anak kita serta kepada para tetangga kita, tentang pentingnya makna syahadat yang dua tersebut.Sebab banyak orang yang telah mengaku beragama Islam tetapi tidak paham atau tidak mengetahui arti syahadat tersebut.

Islam

1. MENGUCAPKAN KALIMAT SYAHADAT :

Berikut lafaz Syahadat yang dua dan artinya :
‘ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSULULLOH’

Teks asli dari kitab :
“Nekseni ingsun lan neqodaken ingsun kelawan ati ingsun ing satuhune kelakuhan iku ora nono dzat kang wajib den sembah kelawan haq ing ndalem wujude angeng Allah, Allah kang wajib anane kang muhal ora anane. Kang wus agawe Allah ing pitung langit lan pitung bumi lan sak isine pisan lan kang murba mesesa Allah ing makhluk kabeh. Lan malih nekseni ingsun lan neqodaken ingsun kelawan ati ingsun ing satuhune kanjeng Nabi Muhammad iku utusane Allah lan dadi kawulane Allah”.

Translit :
(1) .“Dengan ini aku menyatakan bersaksi lahir batin bahwa sesungguhnya laku perbuatan itu ,”tidak ada dzat yang wajib disembah dengan haq segala bentuk apapun melainkan hanya kepada Allah Ta’ala”.Keberadaan Allah adalah wajib,sedang ketiadaan-Nya adalah mustahil.Sebab Allah adalah yang telah menciptakan 7 lapis langit dan bumi serta isinya dan berkuasa atas seluruh makhluk-Nya.

(2). ”Dan aku menyatakan bersaksi lahir batin bahwa sesungguhnya Baginda Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah serta hamba Allah”.
Baginda Nabi Muhammad itu seorang laki-laki yang merdeka,berkebangsaan Arab dan anak keturunan Nabi Adam.Ayahandanya bernama Kyai Abdullah,Ibundanya bernama Nyai Siti Aminah,kakeknya bernama Abdul Muthalib,moyangnya bernama Kyai Hasyim,Canggahnya bernama Kyai Abdul Manaf.
Baginda Nabi Muhammad diutus ke dunia untuk seluruh umat manusia,bangsa Jin dan Malaikat serta alam semesta guna menyampaikan ajaran ilmu syareat,Thareqat dan Hakekat,yakni yang meliputi :

(1). Rukun Islam,Iman dan Ihsan.
(2). Dengan hati yang ridho diri ini di tuhani oleh Allah,Rabb,Tuhan semesta alam.
(3). Dengan hati yang ridho pula diri ini di pimpin oleh rasul Muhammad SAW.
(4). Dengan hati yang ridho pula diri ini di agamai oleh agama Islam yang lebih haq.
(5). Dan dengan hati yang ridho pula diri ini di pedomani tuntunan kitab suci Al-Qur’an.

2. PERSAKSIAN TERHADAP AQIDAH ULUHIYYAH (POKOK-POKOK TAUHID) :

‘AWWALU WAJIBIN ‘ALAL INSAANI MA’RIFATUL ILAAHI BIS TIQAANI’

-Hal utama perkara wajib atas orang-orang yang telah baligh laki-laki dan perempuan itu harus mengetahui terhadap Tuhannya dengan rasa penuh keyakinan berdasar dalil atau ayat-ayat yang telah tertulis dalam Al-Qur’an,dengan mengetahui pula beberapa sifat wajib zat Allah dan mengetahui sifat-sifat mustahil bagi Allah atas dzat-Nya serta mengetahui dzat Allah yang Ja’iz.

- Dan wajib juga atas orang-orang yang telah aqil baligh laki-laki dan perempuan itu harus mengetahui beberapa sifat wajib atas akhlak para manusia agung dan mulia yakni para Rasul-rasul-Nya serta wajib mengetahui sifat-sifat yang mustahil bagi laku perbuatan orang agung para rasul tersebut dan mengetahui pula perkara yang telah menjadi kewenangan atas laku perbuatan orang agung para rasul tersebut.
Dan harus mengetahui batas-batasnya (hukum) yang wajib,yang mustahil serta yang Ja’iz ,berikut macamnya :

(1). HAL WAJIB BAGI ALLAH :
-Fal Waajibu Maa Laa Yaqbalul Intifaa-
Batasan dari Wajib ‘Aqli yaitu perkara yang tiada diterima ‘aqal akan tiadanya, hakikatnya mesti menerima ada.Yang demikian wajib bagi Allah s.w.t. bersifat qidam maka maksudnya ialah mesti ada Allah s.w.t bersifat qidam.

(2). HAL MUSTAHIL BAGI ALLAH :
-Wal mustahiilu maa laa yaqbaluts tsubuta
Batasan dari perkara mustahil ‘Aqli adalah perkara yang tidak diterima ‘aqal akan adanya , hakikatnya mesti tiada . Yang demikian mustahil Allah s.w.t. bersifat baharu maka maksudnya tidak sekali-kali Allah s.w.t. itu bersifat baharu.

(3). HAL JA’IZ BAGI ALLAH :
-Wal jaa-izu maa yaqbaluts tsubuuta wal intifaa-a ‘ala sabiilit tanaawuba
Batasan dari perkara Ja’is Aqli yaitu perkara yang diterima ‘aqal adanya dan tiadanya, maka hakikatnya boleh menerima ada dan tiada seperti keadaan seseorang itu adakalanya boleh bergerak atau diam.

kaligrafi Alloh

3. PENJABARAN TERHADAP MUTAQOD DARI AQIDAH ULUHIYYAH :
Terdiri dari :

-Sifat wajib atas dzat Allah itu 20,yang mustahil atas dzat Allah itu 20,yang  Ja’iz ada satu,maka jumlah semua 41,berikut macamnya :

SIFAT WAJIB ALLAH YANG 20 :

1. WUJUD

-Artinya perkara yang wajib adanya Allah,dan mustahil tidak ada Allah.
-Allah itu maujud, sedangkan maujudnya Allah tidak dapat disamakan dengan makhluk. Masalah “MAUJUD” diterangkan di dalam kitab “Syarah Shawi ‘ala Jauharatut Tauhid” karya Syeikh Ahmad bin Muhammad Al-Maliki Ash-Shawi halaman 154.

Maujud itu terbagi kepada 4 bagian besar, yaitu:

مستغن عن المحل و المخصص معا
(1).Artinya: Maujud yang tidak butuh kepada tempat atau dzat dan sang pencipta, yaitu Dzat Allah.
و مستغن عن المخصص فقط
(2).Artinya: Maujud yang tidak butuh kepada sang pencipta saja, yaitu sifat-sifat Allah.
و مفتقر للمخصص فقط
(3).Artinya: Maujud yang butuh kepada sang pencipta saja dzat-dzat makhluk (alam semesta).
و مفتقر لهما
(4).Artinya: Maujud yang butuh kepada dzat dan sang pencipta, yaitu sifat-sifat makhluk (alam semesta).

Adapun dalil bahwa Allah itu tidak butuh kepada tempat atau dzat, yaitu:
لو احتاج الى محل لكان صفة, و لو كان صفة لم يكن متصفا بصفات المعانى و المعنوية, والفرض أنه متصف بها, و الا لما وجد العالم , فبطل كونه صفة و ثبت كونه ذاتا

ِArtinya: Seandainya Allah itu butuh kepada tempat atau dzat, maka Allah itu sifat. Sedangkan, seandainya Allah itu sifat, maka Allah itu tidak kesifatan dengan sifat-sifat “Ma’ani dan Ma’nawiyah”. Padahal sesungguhnya Allah itu kesifatan dengan sifat-sifat tersebut (Ma’ani dan Ma’nawiyah). Dan seandainya Allah itu tidak kesifatan dengan sifat-sifat tersebut, maka sesungguhnya tidak akan ada alam semesta. Dengan demikian, batallah atau tidak benar adanya Allah itu sifat, dan tetap atau benarlah adanya Allah itu Dzat

2. QIDAM,

-Artinya wajib atas Yang awal Allah dan yang tak ada mulainya,serta mustahil adanya “baru ada” Allah.
Adalah : Tiada awal (permulaan). Pengertian Allah bersifat dengan Qidam adalah : Tiada awal atau permulaan pada wujud Allah. Berbeda dengan wujud kita, dimana wujud kita mempunyai awal yaitu dari “nuthfah” (zigot : sel yang terbentuk sebagai hasil bersatunya dua sel kelamin (sperma/mani laki-laki dan ovum/mani perempuan) yang telah masak).

Dalil sifat Qidam adalah apabila Allah bukan Qadim maka Allah adalah Hadits (baharu/didahului oleh tiada) karena tiada perantara/hal yang lain diantara Qadim dan Hadits. Kapan saja tiada pada sebuah zat sifat Qadim maka pasti padanya sifat Hadits. Apabila Allah bersifat dengan Hadits, maka Allah membutuhkan kepada Muhdits (pencipta) yang menciptakannya dan Muhdits Allah membutuhkan kepada Muhdits yang lain dan seterusnya. Apabila tiada berakhir Muhdits tuhan maka pastilah terjadi “tasalsul” yaitu : Beriringan sesuatu setelah sesuatu hingga tiada penghabisan. Seperti singkong/ubi kayu-1 berasal dari singkong-2, singkong-2 berasal dari singkong-3, singkong-3 berasal dari singkong-4 dan seterusnya hingga tiada akhir. Tasalsul adalah sesuatu yang mustahil (tidak diterima oleh akal wujudya). Karena tidak mungkin kumpulan dari hadits, hadits, hadits dan seterusnya akan berubah menjadi Qadim.

-Apabila ditakdirkan Muhdits ada akhirnya maka pastilah terjadi “duur” yaitu : Terhenti sesuatu pada sesuatu yang lain yang ia (sesuatu yang lain) terhenti pada sesuatu (yang pertama). Kita contohkan pada tiga zat dengan nama A, B dan C.

-A menciptakan B, B menciptakan C dan C menciptakan A. “Duur”, juga mustahil karena A yang menciptakan B membutuhkan C sebagai penciptanya padahal C sendiri diciptakan oleh B. Tidak logis dan tidak masuk akal, itulah mustahil.

Jadi, jika kita katakan Allah bukan Qadim maka pastilah Allah Hadits, jika Allah Hadits maka Allah membutuhkan Muhdits (pencipta), jika Allah membutuhkan Muhdits maka terjadilah “duur” dan “tasalsul”. Duur dan tasalsul adalah hal yang mustahil, karena itu mustahil Allah Hadits karena sesuatu yang membawahi kepada mustahil adalah mustahil. Inilah dalil ijmaly untuk sifat Qidam, dengan memahami dalil inilah seseorang terlepas dari belenggu taqlid yang mengakibatkan seseorang terkekang di dalam neraka berdasarkan pendapat Ibnu al-‘Arabiy dan Imam Sanusiy.

Note :
- Hadits yang kita maksudkan disini adalah hadits pada istilah bahasa bukan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
– Taqlid pada masalah tauhid (mengenal i’tiqad lima puluh tanpa mengetahui dalil) tidak dibolehkan menurut pendapat yang kuat, tetapi taqlid pada masalah fiqh adalah wajib untuk setiap orang yang belum mampu mencapai derajat Mujtahid Muthlaq.

Dalil Naqli sifat Qidam diantaranya adalah :

Artinya : “Dia-lah (Allah) Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Dhahir dan Yang Bathin dan Dia Maha Mengetahui dengan segala sesuatu” (QS : al-Hadid : 57 : 3)

3. BAQA ,

-Artinya wajib abadi Allah tiada hentinya,dan mustahil Allah rusak.
Adalah tiada akhir atau kekal. Pengertian Allah bersifat dengan Baqa’ adalah tiada akhir/berkesudahan bagi wujud Allah. Merujuk kepada maksud wajib dalam ilmu tauhid adalah wajib pada akal, yaitu sesuatu yang tidak diterima oleh akal “ketiadaannya”, maka tidak musykil (sukar) bagi kita tentang kekalnya surga dan neraka. Karena kekal (baqa’) keduanya adalah baqa’ pada hukum syara’ (agama) bukan kekal pada hukum akal. Menurut hukum akal surga dan neraka tidak wajib kekal, artinya akal tidak menerima bahwa surga dan neraka tidak boleh tidak untuk kekal, tetapi menurut hukum akal surga dan neraka boleh (jaiz) kekal dan tidak kekal karena keduanya adalah makhluk. Sedangkan kekal (baqa’) pada Allah adalah wajib pada hukum akal, artinya akal tidak menerima sebuah zat yang bersifat dengan ketuhanan memiliki akhir (tidak kekal).

Dalil Allah wajib (pada akal) bersifat dengan Baqa’ adalah : jikalau seandainya boleh pada Allah ‘adam (akhir/penghabisan) maka sungguh Allah adalah Hadits (baharu/didahului oleh tiada). Apabila Allah itu Hadits maka Allah membutuhkan kepada Muhdits (pencipta) akhirnya terjadilah Duur atau Tasalsul. Definisi Duur dan Tasalsul uraiannya telah disebutkan pada sifat Qidam. Selanjutnya jika sebuah zat boleh ada padanya ‘adam, maka tidak boleh ada pada zat tersebut Qidam, karena setiap zat yang boleh ada padanya ‘adam maka wujud zat tersebut adalah jaiz (boleh ada dan boleh tiada). Setiap zat yang wujudnya jaiz adalah Hadits. Setiap yang Hadits membutuhkan kepada Muhdits, padahal pada zat Allah telah tetap sifat Qidam dengan dalil yang telah terdahulu. Setiap zat yang bersifat dengan Qidam mustahil (pada akal) ada padanya ‘adam.
Jika mustahil ada padanya ‘adam maka wajib ada pada Baqa’.

Kesimpulan : Dalil Baqa’ adalah dalil Qidam, yaitu : Jikalau tidak wajib pada Allah Baqa’ maka tidak boleh ada pada Allah Qidam. Tidak ada pada Allah Qidam adalah mustahil berdasarkan dalil yang telah terurai pada sifat Qidam. Karena itu wajib pada Allah Baqa’. Inilah dalil ijmaly untuk sifat Baqa’ yang wajib diketuhui oleh setiap Muslim.

Dalil Naqli sifat Baqa’ diantaranya adalah :

Artinya : “Setiap sesuatu akan binasa kecuali Zat-Nya “.(QS : al-Qishah : 28 : 88)

4. MUKHOLAFATU LIL HAWADITSI

-Artinya wajib adanya pertentangan atas segala perkara yang baru bagi Allah,bertentangan dari sisi dzat-Nya ,sifat-Nya serta keberadaan-Nya.Atau mustahil adanya Allah itu baru,karena mustahil dari sisi Dzat-Nya,Sifat-Nya serta keberadaan-Nya.
-Makna bertentangan dari sisi Dzat-Nya adalah bahwa Dzat Allah itu bukan jirim,sedangkan dzat khawadits itu jirim.
– Makna bertentangan dari sisi Sifat-Nya adalah bahwa Alah itu tidak berubah-rubah,sedngkan sifat khawadits itu mengalami berubah.
– Makna bertentangan dari sisi Keberadaan-Nya adalah bahwa keberadaan Allah itu TA’TSIR,(tidak membutuhkan benda/materi dan tidak bergantung pada bantuan makhluk-Nya),sedangkan keberadaan khawadits itu KASAB dan IKHTIAR,(makhluk-Nya yang bergantung pada benda dan membutuhkan bantuan Allah).
Mukhalafah artinya berbeda sedangkan Hawadits maksudnya adalah seluruh makhluk.

Pengertian Mukhalafatuhu lil Hawadits adalah Allah SWT berbeda (tiada menyerupai) dengan setiap makhluk, baik manusia, jin, malaikat maupun makhluk yang lain seperti benda mati dan makhluk hidup lainnya.

-Dengan sifat ini dapat difahami bahwa Allah ta’ala tidak sah (mustahil) bersifat dengan sifat-sifat makhluk, seperti berjalan dan duduk misalnya serta mustahil pula Allah mempunyai anggota seperti mulut, mata, telinga dan anggota lainnya. Karena itu, apa saja yang terbayang dalam fikiran kita seperti panjang, lebar, gemuk, kurus maka yakinlah bahwa Allah adalah tidak berlaku demikian. Maha Suci Allah dari segala sifat-sifat makhluk.

(Note : Perlu diketahui bahwa, jika warid (datang/tertulis) di dalam al-Quran dan Hadits sebuah kalimat yang memberi pemahaman tasybih (penyerupaan/persamaan Allah dengan makhluk), seperti :
“Yadullah….”
Maka tidak boleh tidak mentakwilkannya dalam pengertian memanglingkan kalimat tasybih (kalimat yang mengandung penyerupaan Allah dengan makhluk pada dhahir) dari arti dan makna dhahirnya (arti bahasa). Pentakwilan ini disepakati oleh Ulama Salaf dan Khalaf, namun Ulama Salaf menggunakan metode Takwil Ijmaliy, yaitu : Memalingkan kalimat tasybih dari pada makna dhahir (arti bahasa) SERTA tidak menentukan makna yang dimaksud dari kalimat tasybih tersebut. Ulama Salaf menyerahkan maksud dari kalimat tasybih kepada Allah. Metode Takwil Ijmaliy lebih kita kenal dengan istilah “Tafwidh”. Menggunakan metode Tafwidh, maka Ulama Salaf mengatakan tentang “Yadullah” bahwa : “Bukanlah maksud dari “yadullah” bahwa bagi Allah terdapat anggota yang dimaklumkan (maksudnya, tangan) yang layak bagi-Nya DAN tidak ada yang mengetahui maksdu dari “yadullah” kecuali hanya Allah sendiri”. Jadi Ulama Salaf tidak menerima pemaknaan kalimat mutasyabihat dan tidak menjelaskan maksud dari kalimat tasybih, “yadullah” adalah “yadullah” bukan “tangan Allah”, “istawa ‘alal ‘arsy” adalah “istawa ‘alal ‘arsy” bukan “Allah bersemanyam di atas Arsy”).

Berbeda dengan metode Ulama Salaf, Ulama Khalaf menggunaka metode Takwil Tafshiliy, yaitu : Memalingkan kalimat mutasyabihat dari pada makna dhahir (arti bahasa) SERTA menentukan/menyatakan makna yang dimaksud dari kalimat tasybih. Metode Takwil Tafshiliy lebih kita kenal dengan istilah “Takwil”. Menggunakan metode Takwil, maka Ulama Khalaf mengatakan tentang “Yadullah” bahwa : “Bukanlah maksud dari “yadullah” bahwa bagi Allah terdapat anggota yang dimaklumkan (maksudnya, tangan) yang layak bagi-Nya AKAN TETAPI maksud “yadullah” adalah “kekuasaan Allah”.
Dalil Allah wajib (pada akal) bersifat dengan Mukahlafatuhu lil Hawadits adalah, jikalau Allah menyerupai dengan Hawadits (makhluk) pada satu sisi saja maka pastilah Allah hadits (baharu/ada setelah tiada), jika Allah hadits maka tidak boleh tidak Allah akan membutuhkan kepada muhdits (pencipta), jika Allah membutuhkan kepada muhdits maka muhdits Allah membutuhkan kepada muhdits yang lain. Akhirnya terjadilah Duur atau Tasalsul. Duur dan Tasalsul adalah dua hal yang mustahil. Karena itu wajiblah (pada akal) Allah bersifat dengan MukhalafatuhulilHawadits.

Dalil Naqli sifat Mukhalafatuhu lil Hawadits diantaranya adalah :

Tidak ada yang menyerupai-Nya dan Dia-lah Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS : asy-Syuraa : 42 : 22)

5. QIYAMUHU TA’ALA BINAFSIHI

-Allah berdiri dengan sendiri-Nya. Berdirinya Allah tidak butuh kepada tempat atau dzat yang menempati di dalamnya. Begitupula Allah tidak butuh kepada sang pencipta, karena Allah itu pencipta alam semesta.

6. WAHDANIYAT

Wahdaniyyah : artinya satunya Allah Swt pada dzat, pada sifat dan pada perbuatanNya, tetapi bukanlah pengertiannya seperti bersatunya dzat tulang, daging, kulit dan lain sebagainya, Allah Swt bebas dari pengertian seperti itu.

-Mustahil adanya bilangan Allah dari sisi Dzat,Sifat dan keberadaan-Nya.
-Arti satunya Allah dari sisi Dzat adalah tidak adanya susunan dan anggota lain dan Dzat Allah itu tidak ada yang menyamai.
– Arti satunya Allah dari sisi Sifat adalah tidak adanya jenis bilangan seperti Qudrat 2 atau Iradat 2,dan Sifat Allah itu tidak ada yang menyamai.
-Arti satunya Allah dari sisi perbuatan adalah tidak adanya suatu perbuatan yang dapat menyamai-Nya.

Dalil Naqli Sifat Wahdaniyat :
Firman Allah :
لوكان فيهماالهةإلااﷲ لفسد تا
“Seandainya di langit dan dibumi ada tuhan-tuhan selain Allah, niscaya langit dan bumi akan rusak”. (QS. Al Anbiya [21]:22)

7. QUDRAT

-Artinya : Satu sifat yang qadim lagi azali yang tetap berdiri pada zat Allah Swt, yang mengadakan tiap – tiap yang ada dan meniadakan tiap – tiap yang tiada,tanpa menggunakan perabotan/peralatan.
-Mustahil Allah terjadi kegagalan/kekeliruan/kesalahan.

a. Dalil Aqli sifat Qudrot
Dalilnya adalah adanya alam semesta.
Proses penyusunan dalilnya, jika Allah tidak berkemampuan niscaya Allah lemah(‘Ajzun), dan apabila Allah lemah maka tidak akan mampu menciptakan makhluk barang sedikitpun.

b. Dalil Naqli sifat Qudrot
“Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu”. (QS. Al-Baqarah [2]:20)

8. IRODAT

-Artinya kehendaknya Allah Swt mutlak, penentuan segala tentang ada atau tiadanya, maka Allah Swt yang selayaknya menghendaki tiap – tiap sesuatu apa yang di perbuatnya, tanpa mengadakan pikir-pikir terlebih dahulu.
Contoh : kita manusia telah di tentukan dengan kehendak Allah Swt, seperti : tentang rezeki, umur, baik, jahat, kaya, miskin dan lain sebagainya.
-Mustahil bagi Allah adalah terpaksa.

a. Dalil Aqli sifat Irodat adalah adanya keberadaan,sifat alam semesta dan kehidupan makhluk-Nya.
Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tidak bersifat berkehendak niscaya bersifat terpaksa (karohah), dan allah bersifat terpaksa adalah mustahil karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi tidak disifatinya Allah dengan sifat qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah, sedangkan lemahnya Allah adalah mustahi, karena tidak akan mampu membuat makhluk barang sedikitpun.

b. Dalil Naqli sifat Irodat.
Firman Allah :

“Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki”.(QS. Hud[50]:107)

9. ILMU

-Artinya mengetahuinya Allah Swt, nyata dan terang akan meliputi dan maha mengetahui akan segala tiap – tiap sesuatu, tiada yang tersembunyi dan rahasia bagi-Nya di alam jagat ini.

a. Dalil Aqli sifat Ilmu

Dalilnya adalah adanya alam semesta,kehidupan,pengetahuan nyata maupun ghaib.
Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tak berilmu niscaya tidak akan berkehendak, sedangkan allah tidak berkehendak adalah mustahil, karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah. Sedangkan lemahnya Allah adalah mustahil, karena tidak akan mampu membuat barang makhluk sedikitpun.

b. Dalil Naqli sifat Ilmu
Firman Allah :
“Dan dia maha mengetahui segala sesuatu”.
(QS.Al Hadid [57]:3 atau QS. Al Baqaroh [2]:29)

10. HAYYAT

- Artinya hidupnya Allah Swt adalah wajib, ini sifat yang tetap dan qadim lagi azali pada dzat Allah Swt, ia tidak akan pernah mati, karena mati itu adalah ciptaan-Nya .Dan Allah hidup tidak dengan Nyawa seperti layaknya makhluk-Nya yg bernyawa.
-Mustahilnya Allah adalah mati.

a. Dalil Aqli sifat hayat
Dalilnya adanya alam semesta. Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tidak hidup maka tidak akan disifati Qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati dengan Qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah, seangkan lemahnya Allah adalah mustahil, karena tidak akan mampu membuat alam semesta.

b. Dalil Naqli sifat Hayat
Firman Allah :
“Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup yang tidak mati”. (QS. Al-Furqon [25]:58)

11. SAMA’

-Artinya mendengarnya Allah Swt adalah wajib, ini sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada dzat Allah Swt, tiada sesuatu apapun yang luput dari pendengaran-Nya.Dan maha mendengarnya Allah tidaklah dengan telinga seperti telinga makhluk-Nya.
-Mustahil bagi Allah adalah Tuli.

12. BASHOR

-Artinya melihatnya Allah Swt adalah wajib, hakikatnya ialah satu sifat yang tetap ada yang qadim lagi azali berdiri pada dzat Allah Swt, Allah Swt wajib bersifat maha melihat pada yang dapat di lihat oleh manusia atau tidak, jauh atau dekat, terang atau gelap, zahir atau tersembunyi dan sebagainya.Dan maha melihatnya Allah tidak dengan pandangan mata layaknya mata makhluk-Nya.
-Mustahil bagi Allah adalah buta.

13. KALAM

- artinya : berkata – katanya Allah Swt adalah wajib, ini sifat yang tetap ada, yang qadim lagi azali, yang berdiri pada dzat Allah Swt, sebagai contoh adalah Al- Qur’an, ini merupakan perkataannya (kalam) Allah Swt yang abadi sepanjang masa.Dan berkata-katanya Allah tidak dengan pita suara selayaknya suara makhluk-Nya.
-Mustahil bagi Allah adalah bisu.

14. QODIRAN

- Artinya keadaan kuasanya Allah Swt adalah wajib,Dia yang berkuasa mengadakan dan meniadakan sesuatu,tanpa perantara perabot/alat.
-Mustahil bagi Allah adalah kelemahan.

15. MURIDAN

- artinya keadaannya Allah Swt yang menghendaki dan menentukan tiap – tiap sesuatu adalah wajib,tanpa berpikir-pikir dulu layaknya makhluk-Nya.
-Mustahil bagi Allah adalah bingung.

16. ‘ALIMAN

- artinya keadaannya Allah Swt yang maha mengetahui akan tiap – tiap segala sesuatu adalah wajib,tanpa adanya ragu/samar-samar dalam hati layaknya batin makhluk-Nya.
-Mustahil bagi Allah adalah bodoh.

17. HAYYAN

-artinya keadaannya Allah Swt yang maha hidup adalah wajib, melebihi dari segala sesuatu apapun juga.
-Mustahil bagi Allah adalah mati.

18. SAMI’AN

- artinya keadaannya Allah Swt yang maha mendengar adalah wajib,yakni mendengar akan tiap – tiap segala sesuatu yang maujud,tanpa gendang telinga layaknya telinga makhluk-Nya.
-Mustahil bagi Allah adalah Tuli.

19. BASHIRON

- artinya keadaannya Allah Swt yang maha melihat adalah wajib,yakni ,melihat akan tiap – tiap segala sesuatu yang maujud (berupa sesuatu yang ada maupun yang tidak terlihat),dengan tidak menggunakan mata layaknya mata makhluk-Nya.
-Mustahil bagi Allah adalah buta.

20. MUTAKALLIMAN

- artinya keadaannya Allah Swt yang berkata – kata adalah wajib, yaitu sifat yang berdiri dengan dzat Allah Swt.Dan berkata-katanya Allah tidaklah dengan menggunakan pita suara layaknya suara makhluk-Nya.
-Mustahil bagi Allah adalah bisu.

-Pada hal-hal yang menunjukkan atas wajibnya persifatan Allah yang 20 item tersebut diatas mulai dari sifat WUJUD hingga MUTAKALLIMAN,adalah menunjukkan adanya keberadaan alam yang baru atau baru diadakan oleh Allah,yang meliputi alam,langit,bumi dan isi.

-Maka jikalau ada “penyangkalan” bahwa sifat yang 20 tersebut bukanlah sifat wajib (Baku) atas Allah,maka sungguh akan menjadi sifat Mustahil yang 20 yakni mulai dari ‘Adam hingga Abkama.

-Maka jika Allah tidak disifati dengan sifat wajib yang 20 tersebut,tentu keberadaan Tuhan akan menjadi bersifat “TERBARUKAN”,manakala Allah bersifat terbarukan,maka menjadi lemah/gugur sifat-sifat kekuatan atau kemahaan Tuhan,manakala sifat Tuhan itu cacad maka tidaklah mungkin ada wujud alam semesta.
-Namun semua itu mustahil adanya alam semesta batal sebab alam semesta telah kita saksikan dengan mata kepala sendiri ada,dan kita hidup didalamnya.Oleh karena mustahil batal/cacad, maka sifat Allah yang 20 itu menjadi wajib.

(Jika Tuhan bersifat terbarukan atau dapat disetarakan dengan sesuatu yang lain,maka menjadi lemah sifat Tuhan dan orang akan dapat merekayasa dan menyamakan sifat-sifat Tuhan dengan sifat-sifat perbuatan dan keadaan makhluknya,seperti Tuhan itu berawal,maka nanti ada perkataan bahwa “Tuhan baru ada” dan karena baru ada tentu nanti berkaitan dengan “Tuhan akan berakhir”.Atau jika sifat Tuhan dalam perbuatannya bergantung pada perabot/peralatan,maka nanti ada sifat kegagalan / malfunction,ada sifat apkir,ada sifat rusak,dsb).

SIFAT MUSTAHIL ALLAH YANG 20 :

Wajib pula bagi tiap muslimin dan muslimat mengetahui akan sifat – sifat yang mustahil bagi Allah Swt, yang menjadi lawan daripada sifat 20 (dua puluh) yang merupakan sifat wajib bagiNya, berikut sifat – sifat yang mustahil bagiNya :

1. ‘Adam, artinya tiada (bisa mati)
2. Huduth, artinya baharu (bisa di perbaharui)
3. Fana’, artinya binasa (tidak kekal/mati)
4. Mumathalatuhu Lilhawadith, artinya menyerupai akan makhlukNya
5. Qiyamuhu Bighayrih, artinya berdiri dengan yang lain (ada kerjasama)
6. Ta’addud, artinya berbilang – bilang (lebih dari satu)
7. ‘Ajz, artinya lemah (tidak kuat)
8. Karahah, artinya terpaksa (bisa di paksa)
9. Jahl, artinya jahil (bodoh)
10. Maut, artinya mati (bisa mati)
11. Syamam, artinya tuli
12. ‘Umy, artinya buta
13. Bukm, artinya bisu
14. Kaunuhu ‘Ajizan, artinya lemah (dalam keadaannya)
15. Kaunuhu Karihan, artinya terpaksa (dalam keadaannya)
16. Kaunuhu Jahilan, artinya jahil (dalam keadaannya)
17. Kaunuhu Mayyitan, artinya mati (dalam keadaannya)
18. Kaunuhu Asam, artinya tuli (dalam keadaannya)
19. Kaunuhu A’ma, artinya buta (dalam keadaannya)
20. Kaunuhu Abkam, artinya bisu (dalam keadaannya)

SIFAT JA’IZ ALLAH ADALAH :

“FI’LU KULLI MUMKININ AU TARKUHU “.

-Maksudnya dzat sifat Allah yang lain adalah “Bebas Berkehendak “ (Ja’iz) ,apakah Allah hendak membuat sesuatu yang “MUMKIN” atau tidak membuat sesuatu yang “MUMKIN”,maka itu adalah hal “JA’IS dan mustahil WAJIB.

( Ja’iz artinya boleh-boleh saja, dengan makna Allah Swt menciptakan segala sesuatu, yakni dengan tidak ada paksaan dari sesuatupun juga, sebab Allah Swt bersifat Qudrat (kuasa) dan Iradath (kehendak), juga boleh – boleh saja bagi Allah Swt meniadakan akan segala sesuatu apapun yang ia mau).

Note :
a- Wajib adalah sifat mutlak yang dimiliki Allah.
b- Mumkin adalah sesuatu yang boleh ada dan boleh tiada
c- Ja’iz adalah sifat bebas berkehendak bagi Allah Swt (mengadakan sesuatu atau tidak mengadakan sesuatu).

MUTAQOD DAN DZAT YANG 5  ( Total 10 pasal ) :

- “ANNAHU LA YAJIBU ‘ALAIHI TA’ALA FI’LU SYAI’IN “

(1). Artinya bahwa perbuatan Allah itu tidak wajib bagi-Nya atas apa yang akan dibuat-Nya dari suatu hal yang “MUMKIN” (sesuatu hal yang boleh ada dan boleh tidak ada),atau yang tidak akan dibuat-Nya dari suatu hal yang “MUMKIN”,maka mustahil wajib.
(mengadakan atau tidak mengadakan yang “MUMKIN”(sesuatu yang boleh ada dan boleh tidak ada), bagi Allah adalah tidak menjadi suatu keharusan atau keterpaksaan).

(2). Mustahil dari sifat ini adalah keharusan/wajib.

- TANAZ-ZAHU-HU TA’ALA ANIL AGHROO-DZI FI ‘AF’AALIHI WA AH- KAAMIHI
(1). Artinya wajib bahwa sifat ke-Maha Sucian Allah adalah tidak mengambil keuntungan didalam setiap perbuatan-Nya

(2). Mustahil dari sifat ini adalah Pamrih/mengambil kepentingan.

- LA TA’TSIIRO LISYAI’IN MINAL KAA- INAATI BI QUW-WATIHI
(1). Artinya,Wajib atas tidak memulai / mendahului yang ada pada sesuatu dari yang “MUMKIN”,atas kekuatan si “MUMKIN”.

(2). Mustahil atas memulainya/mendahuluinya yang ada pada sesuatu dari yang “MUMKIN” atas kekuatan si “MUMKIN”.
(Hal-hal yang bersifat “MUMKIN” (boleh ada dan boleh tidak),maka tidak akan mendahului sifat Ja’iz nya Allah,walaupun hal yang “MUMKIN” tadi sangat kuat).

- LA TA’TSIIRO LISYAI’IN MINAL KAA- INAATI BI TOB’IHI
(1). Artinya,Wajib atas tidak memulai / mendahului yang ada pada sesuatu dari yang “MUMKIN”,atas tabiat / sifat si “MUMKIN”.

(2). Mustahil atas memulainya/mendahuluinya yang ada pada sesuatu dari yang “MUMKIN” atas tabiat / sifat si “MUMKIN”.

(Hal-hal yang bersifat “MUMKIN” (boleh ada dan boleh tidak),maka tidak akan mendahului sifat Ja’iz nya Allah,walaupun dengan segala sifat si “MUMKIN”).

- HUDUUTSUL ‘ALAMI BI ASRIHI
(1). Artinya wajib atas barunya alam terhadap keseluruhan alam semesta.
(2). Mustahil bagi ada dengan sendirinya alam semesta

nur-muhammad

PENJABARAN MUTAQOD DARI AQIDAH NUBUWIYYAH :

SIFAT WAJIB LAKU PERBUATAN ATAS ORANG AGUNG PARA RASUL :

(1). Sifat Sidiq
-Artinya,semua para Rasul mempunyai sifat benar dalam bicara.
-Mustahil melakukan kebohongan dalam bicara/ucapan.

-Hal yang menunjukkan persifatan wajib para rasul semua atas sifat Siddiqnya adalah jikalau semua para Rasul itu melakukan kebohongan dalam bicara dan ucapannya,maka tentu akan menjadikan kebohongan atas hukum-hukum Allah yang diberitakan,namun terjadinya kebohongan berita atas hukum-hukum Allah itu adalah hal mustahil.

(2). Sifat AMANAH
– Artinya,wajib bagi semua para Rasul mempunyai sifat tidak pernah melakukan perbuatan haram serta makruh.
– Mustahil semua para Rasul melakukan pengkhianatan dengan melakukan perbuatan haram serta makruh.
-Hal yang menunjukkan persifatan wajib para rasul semua atas sifat AMANAHnya adalah jikalau semua para Rasul itu melakukan pengkhianatan dengan melakukan perbuatan haram atau makruh,maka tentu kita semua sebagai umat/pengikutnya akan disuruh melakukan perbuatan haram dan makruh,
-Tetapi terjadinya umat/pengikutnya disuruh melakukan perbuatan haram dan makruh itu adalah hal mustahil.
Sebab Allah dalam Al-Qur’an telah memerintahkan kepada kita :
“INNALLAAHA LA YA’MURU BIL FAH-SYAA”
“Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan untuk melakukan perbuatan buruk”
-Maka oleh karena mustahil,sehingga menjadi wajib atas persifatan para Rasul semua berlaku amanah.

(3). Sifat TABLIGH
– Artinya,wajib bagi semua para Rasul mempunyai sifat selalu menyampaikan hal apa yang di perintah Allah.
– Mustahil bagi semua para Rasul menyembunyikan hal atas apa yang di perintah Allah.
-Hal yang menunjukkan persifatan wajib para rasul semua atas sifat TABLIGH adalah jikalau semua para Rasul itu berbuat menyembunyikan hal-hal yang menjadi perintah Allah,maka tentu kita semua sebagai umat/pengikutnya akan disuruh melakukan perbuatan menyembunyikan ilmu yang haq / Nafi’,
-Tetapi terjadinya umat/pengikutnya disuruh melakukan perbuatan menyembunyikan ilmu yang haq / Nafi’,itu adalah hal mustahil.
Sebab Allah dalam Al-Qur’an telah memerintahkan kepada kita :
“ULAA IKA YAL’ANU HUMULLAAHU WA YAL’ANU HUMUL LAA’INUUN “
“Barang siapa yang menyembunyikan ilmu haq dari sisi Allah,maka akan dilaknat oleh Allah dan dilaknat para malaikat”.
-Maka oleh karena mustahil,sehingga menjadi wajib atas persifatan para Rasul semua berlaku TABLIGH.

(4). Sifat FATONAH
– Artinya,wajib bagi semua para Rasul mempunyai sifat kelurusan aqal.
– Mustahil bagi semua para Rasul mempunyai sifat kebengkokan aqal atau kebodohan.

-Hal yang menunjukkan persifatan wajib para rasul semua atas sifat FATONAH adalah jikalau semua para Rasul itu mempunyai sifat kebengkokan aqal atau kebodohan,maka tentu para Rasul semua tidak akan dapat memberi penerangan ( hujjah/argumentasi / berdiplomasi )terhadap orang-orang kafir / musuh-musuhnya.

- Tetapi ketidak mampuan para Rasul semua di dalam berdiplomasi /berargumentasi terhadap para kaum kafir/musuhnya,itu adalah hal mustahil.
Sebab Allah dalam Al-Qur’an telah memerintahkan:
“WA JAA DIL HUM BIL LATII HIYA AHSAN “
“Berdiplomasilah kamu Muhammad atas orang-orang kafir dan musuhmu dengan argumentasi (hujjah) yang kuat”.

- Maka oleh karena mustahil,sehingga menjadi wajib atas persifatan para Rasul semua berlaku FATONAH.

SIFAT JA’IZ LAKU PERBUATAN ATAS ORANG AGUNG PARA RASUL :
“WU QUU ‘UL A’ROODHIL BASYAARIYYATI LAHUM “

(1). Artinya sifat fitrahnya para rasul semua seperti layaknya sifat fitrah manusia pada umumnya,seperti merasakan menderita sakit,memakan makanan dan minum,tidur,lapar,menikah,dsb maka tidaklah menjadikan kerendahan atau berkurangnya derajat atas para rasul itu.

Sehingga mustahil bersifat yang ini :

“ITTISHOOFUHUM BI SIFAATIL ULUHIYYAH  AU BISIFAATIL MALAAIKAT”.

(1). Maka mustahil sifat para rasul itu sama dengan sifat-sifat ketuhanan dan sifat-sifat malaikat.

(Maka hal yang menunjukkan bahwa sifat Ja’iz yang telah dilakukan oleh para Rasul yang selumrahnya perilaku manusia pada umumnya itu telah nyata dari riwayat kehidupan mereka sehari-hari,yakni berjalan-jalan dipasar,makan,minum,tidur,lapar,sakit,dsb).

Dan kemudian wajib pula atas orang-orang yang telah Aqil Baligh laki-laki maupun perempuan mengimani terhadap 4 hal perkara :

Yakni Mutaqod yang merupakan penjabaran dari makna kalimat, MUHAMMADUN ROSULULLOH :

(1). AL IMANU BI-SAA-IRIL AMBIYAA
-Wajib beriman terhadap keberadaan para Nabi dan Rasul.
(2). AL IMANU BI-SAA-IRIL MALAAIKAT
– Wajib beriman terhadap keberadaan para Malaikat.
(3). AL IMANU BI-SAA-IRIL KUTUBIS SAMAA-WIYYAH
– Wajib beriman terhadap semua kitab-kitab langit yang telah diturunkan oleh Allah.
(4). AL IMANU BI YAUMIL AAKHIR
– Wajib beriman terhadap adanya hari akherat dan terjadinya kiamat.

-Dan kemudian wajib pula atas orang-orang yang telah Aqil Baligh laki-laki maupun perempuan beriman terhadap Nabi Muhammad yang dilahirkan di Negara Mekkah,mulai menegakkan dakwah kenabiannya di Mekkah,kemudian melakukan hijrah ke Madinah,melanjutkan dakwah di Madinah,mengalami sakit di Madinah,hingga meninggal di Madinah,kemudian di makamkan di rumah tinggalnya Nyai Siti Aisyah Rodliyallahu Anha.

-Dan kemudian wajib pula atas orang-orang yang telah Aqil Baligh laki-laki maupun perempuan beriman ,bahwa sosok Nabi Muhammad itu bagus rupawan,berkulit putih kemerah-merahan merona,posturnya ideal tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu pendek.Dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah merupakan penutup para Nabi seluruhnya,artinya tidak ada lagi nabi setelah Beliau.

-Maka jumlah MUTAQOD yang telah disebut diatas itu jumlahnya 64,yang merupakan penjabaran pemahaman dari makna kalimat :
“LAA ILAHA ILLALLAHU MUHAMMADUN RASUULULLOH SHOLLALLAAHU ALAIHI WA SALAM

Maka makna dari kalimah LAA ILAHA ILLALLAHU, adalah :
“TSUBUUTUL ULUHIYATI LILLAHI TA’ALA”.
-Artinya wajib atas tetapnya sifat Uluhiyyah didalam dzat Allah.

JATIDIRI ULUHIYYAH ITU ADALAH :

“ISTIGHNA’ UL ILAAHI AN KULLI MA SIWAAHU WAFTIQOORU KULLI MA’ADAAHU ILAIHI”.
-Artinya,wajib atas kemaha kayaan Allah,tidak memerlukan benda-benda kepunyaan-Nya dan wajib atas sesuatu benda selain Allah ,memerlukan dan bergantung pada Allah.

MAKNA ISTIGHNA DAN IFTIQOR :

Istighna adalah sifat Kaya,

Hakikat sifat Istighna: Mustaghniyun ’angkullu maa siwahu”,

“Kaya Allah Ta’ala itu daripada tiap-tiap yang lain”.

(Apabila dikatakan Kaya Allah Ta’ala daripada tiap-tiap yang lain, maka wajib bagi-Nya bersifat dengan sebelas (11) sifat, jikalau kurang salah satu daripada sebelas (11) sifat itu maka tiadalah dapat dikatakan Kaya Allah Ta’ala daripada tiap-tiap yang lainnya).

Adapun sifat wajib yang 11 itu seperti yang telah disebutkan diatas,ialah :

Wujud, Qidam, Baqa’, Mukhalafatuhu lil hawaditsi, Qiyamuhu binafsihi, Sami’, Bashir, Kalam, Sami’un, Bashirun dan Muttakalim.

Selain sebelas (11) sifat yang wajib itu ada tiga (3) sifat yang harus (Jaiz) yang termasuk pada sifat Istighna iaitu

1. Mahasuci dari pada mengambil faedah pada perbuatan-Nya atau pada hukum-Nya, lawannya mengambil faedah, iaitu mustahil tiada diterima oleh aqal sekali-kali kerana jikalau mengambil faedah tiadalah Kaya Ia daripada tiap-tiap yang lainnya kerana lazim diwaktu itu berkehendak Ia pada menghasilkan hajat-Nya.

2. Tiada wajib Ia menjadikan alam ini. Lawannya wajib iaitu mustahil tiada diterima oleh aqal sekali-kali karena jikalau wajib Ia menjadikan alam ini tiadalah Ia Kaya daripada tiap-tiap yang lainnya, karena lazim diwaktu itu berkehendak Ia kepada yang menyempurnakan-Nya.

3. Tiada memberi bekas suatu daripada kainat-Nya dengan kuatnya. Lawannya memberi bekas yaitu mustahil tiada diterima oleh aqal sekali-kali karena jikalau memberi sesuatu daripada kainat-Nya dengan kuatnya tiadalah Kaya Ia pada tiap-tiap yang lainnya karena lazim diwaktu itu berkehendak Ia mengadakan sesuatu dengan wasitoh.

Iftiqor adalah sifat berkehendak :

Hakikat sifat Ifthiqor: wamuftaqirun ilaihi kullu maa ’adaahu”,

Artinya : Berkehendak tiap-tiap yang lainnya kepada-Nya.

Apabila dikatakan berkehendak tiap-tiap yang lain kepada-Nya maka wajib bagi-Nya bersifat dengan sembilan (9) sifat, jikalau kurang salah satu daripada sembilan (9) sifat ini maka tiadalah dapat berkehendak tiap-tiap yang lainya kepada-Nya,

Adapun sifat wajib yang sembilan (9) itu adalah:

1. Qudrat 2. Iradat 3. Ilmu 4. Hayat 5. Qodirun 6. Muridun 7. ‘Alimun 8. Hayyun 9. Wahdaniah

Selain dari sembilan (9) sifat yang wajib itu ada dua (2) sifat yang harus termasuk pada sifat Ifthiqor:

1. Barunya sekalian alam ini. Lawannya Qodim iaitu mustahil tiada diterima oleh aqal sekali-kali karena jikalau alam ini Qodim tiadalah berkehendak tiap-tiap yang lainnya kepada-Nya karena lazim ketika itu bersamaan derajat-Nya

2. Tiada memberi bekas sesuatu daripada kainatnya dengan tobi’at atau dzatnya. Lawannya memberi bekas yaitu mustahil tiada diterima oleh aqal sekali-kali kerana jikalau memberi bekas sesuatu daripada kainat dengan tobi’at niscaya tiadalah berkehendak tiap-tiap yang lain kepada-Nya kerana lazim ketika itu terkaya sesuatu daripadaNya.

Maka dengan demikian telah jelas bahwa dua puluh delapan (28) sifat Istighna dan dua puluh dua (22) sifat Ifthiqar adalah limapuluh (50) ‘aqaid/Mutaqod yang merupakan manifestasi dari kalimah Laa ilaha ilallaah”,

Maka jadilah makna hakikat “Laa ilaha ilallaah” itu dua:

1. “Laa mustaghniyun an kullu maasiwahu”, artinya : “Tiada yang kaya dari tiap-tiap yang lainnya”.

2.”Wa muftaqirun ilaihi kullu ma’adahu”, artinya : “Dan berkehendak tiap-tiap yang lain kepadaNya”.

Dengan kedua makna dari hakekat “Laa ilaha ilallaahtersebut,maka menjadikan 4 hal secara otomatic,yakni :

1. Wajibal wujud, yaitu yang wajib adanya.

2. Ishiqoqul ibadah, yaitu yang mustahak bagi-Nya ibadah (Dia yang wajib di ibadahi)

3. Kholikul ‘alam, yaitu yang menjadikan sekalian alam

4. Maghbudun bihaqqi, iaitu yang disembah dengan sebenar-benarnya.

Dari ke 4 kaidah tersebut keseluruhan,maka itulah penjabaran makna hakekat dari kalimat :

“Laa ilaha ilallaah, Laa ma’budun ilallah”,

Artinya “Tiada Tuhan yang disembah dengan sebenarnya melainkan Allah”.

BERIKUT PENJABARAN MUTAQOD 64 ,yang merupakan pemahaman dari makna ISTIGHNA’,ada 28,
Yang wajib adalah 14,berikut macamnya :

(Maknanya telah diurai diatas)

1.WUJUD,
2.QIDAM,
3.BAQO’,
4.MUKHOLAFATU LIL HAWADITSI,
5.QIYAMUHU ta’ala BINAFSIHI,
6.SAMA’,
7.BASHOR,
8.KALAM,
9.SAMIAN,
10.BASHIRON,
11.MUTAKALLIMAN,
12.ANNAHU LA YAJIBU ALAIHI TA’ALA FI’LU SYAI-IN,
13.TANAZ-ZAHU-HU TA’ALA ANIL AGHROODHI FI AF’AALIHI WA AH KAA-MI-HI,
14.LA TA’TSIIRO LI SYAI-IN MINAL KAA- INAATI BI QUWWATIHI.

DAN HAL MUSTAHIL DARI PEMAHAMAN MAKNA ISTIGHNA’,ADA 14,BERIKUT MACAMNYA :

1.ADAM,
2.HUDUTS,
3.FANA,
4.MUMATSA LATU LIL HAWADITSI,
5.IFTIQOR,
6.SOMAMUN,
7.’AMAN,
8.BAKAMUN,
9.ASOMMA,
10.A’MMA,
11.AB-KAMA,
12.WUJUUBU FI’LI SYAI-IN,
13. FI’LU SYAI’- IN LI GHORDHIN,
14.TA’TSIIRU SYAI-IN MINAL KAA INAATI BI QUWWATIHI.

DAN HAL MUTAQOD DARI PEMAHAMAN MAKNA IFTIQOR,ADA 22,
-YANG WAJIB ADA 11,BERIKUT MACAMNYA :

1.WAHDANIYAT,
2.QUDROT,
3.IRODAT,
4. ILMU,
5.HAYAT,
6. QODIRON,
7.MURIDAN,
8.ALIMAN,
9.HAYYAN,
10.LA TA’TSIRO LI SYAI-IN MINAL KAA INAATI BI THOB-‘IHI,
11.HUDUTSUL ‘ALAMI BI ASRI-HI.

-YANG MUSTAHIL ADA 11,BERIKUT MACAMNYA :
1.TA’AD-DUD,
2.AJZUN,
3.KAROOHATUN,
4.JAHLUN,
5.MAUTUN,
6.’AJIZAN,
7.KAARIHAN,
8. JAA-HILAN,
9.MAY-YITAN,
10.TA’TSIIRO SYAI-IN MINAL KA INAATI BI THOB-‘IHI,
11.QODIMUL ‘ALAM.

Maka jika dijumlah Mutaqod 28 yang merupakan penjabaran dari makna ISTIGHNA’ dengan Mutaqod 22 yang merupakan penjabaran dari makna IFTIQOR,jumlah totalnya adalah 50 Mutaqod .Dan dari Mutaqod jumlah 50 tersebut adalah merupakan penjabaran global dari makna kalimat : “LAA ILAHA ILLALLAH”.

-Adapun Mutaqod yang merupakan penjabaran dari makna kalimat MUHAMMADURRASULULLAH itu ada 14.

PENJABARAN MAKNA DARI KALIMAT MUHAMMADURRASULULLAH adalah :
“TSUBUU-TUR RISAA-LATI LI SAYYIDINA MUHAMMADIN”.

-Artinya,ketetapan sifat wajib atas Nabi Muhammad SAW ada 4 hal,sbb :
1.Sidiq,
2.AMANAH,
3.TABLIGH,
4.FATONAH.

-DAN YANG SIFAT MUSTAHIL ADA 4,sbb :
1.KIDZIB,
2.KHIYANAT,
3.KITMAN,
4.BALADAH.

-YANG JA’IZ ADALAH :
(1). “WUQUU’UL A’ROODHIL BA- SYARIYYATI LAHUM”,

Sehingga mustahil bersifat yang ini :

(1). “ ITTISHOOFUHUM BI SIFAATIL ULUHIYYAH AU BISIFAATIL MALAAIKAT”.

-Kemudian ditambah dengan Mutaqod yang merupakan penjabaran dari makna kalimat, MUHAMMADUN ROSULULLOH :
1. AL IMAANU BI SAA-IRIL AMBIYAA
2. AL IMAANU BI SAA-IRIL MALAAIKAt
3. AL IMAANU BI SAA-IRIL KUTUBIS SAMAWIYAH
4. AL IMAANU BI YAUMIL AKHIR

-Kemudian jumlahkan Mutaqod yang 14 tersebut yang dari penjabaran makna kalimat MUHAMMADUN ROSULULLOH,kepada Mutaqod yang 50 yang dari penjabaran makna kalimat “LAA ILAHA ILLALLAH”,maka jumlah totalnya ada 64.

-Maka dari Mutaqod yang 64 ini wajib diketahui dan dipahami oleh orang-orang Mukallaf semua,berikut dalil dan tafsirnya sekalian seperti yang telah di uraikan diatas.

Kupu-Kupu

-Sebab itulah mengapa kita setelah beriman Islam dengan pertama kali mengucapkan ikrar syahadat dan selanjutnya kita diwajibkan melaksanakan sholat yang 5 waktu,ternyata karena didalam amaliah sholat itu merupakan manifestasi dari pelaksanaan aqidah Tauhid yang mengandung nilai-nilai Mutaqod yang 50 & 64 tersebut.Maka betapa sangat pentingnya pengetahuan dan pemahaman terhadap Mutaqod ini,karena menjadikan kita memahami akan makna sholat itu sendiri.Yaitu mengandung hakekat bahwa kita manusia itu kecil tak ada apa-apanya,tak berhak menyombongkan diri karena yang kuasa,yang besar hanyalah Allah Ta’ala sesuai dengan sifat-sifat-Nya,dan perintah-perintah-Nya diserukan melalui orang-orang agung para Rasul yang juga dengan segala sifat-sifatnya yang terpercaya.

Semoga bermanfaat dan menjadikan renungan.
Salam Rahmat Semesta Alam.

TAMMAT

Compiled by : Kelana Delapan Penjuru Angin
Jatinegara Baru,03 September 2013
CopyRights@2013

Reff. :
-Asmaul Husna & Sifat 20 by : K.H.M.Syamsuddin-Kranggan-Jateng
– TA’LIMUL MUBTADI-IN ‘AQOOIDUDDIIN DARSUL – Haji Said bin Armiya, Giren-Talang-Tegal
An Autorized by : Syekh Al ‘Alim al alamah – Syekh Abi Ubaidah, Giren Talang Tegal.
An publicated by : http://kramhati.mywapblog.com/page/4.xhtml
http://jundumuhammad.wordpress.com/2011/05/04/sifat-qiyaamuhu-binafsihi-alloh-berdiri-dengan-sendiri-nya/
http://kaum-sarungan.blogspot.com/2011/04/4-mukhalafatuhu-lil-hawaditsi.html
-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI

-http://www.al-azim.com/masjid/infoislam/tauhid/aqal.htm

-etc.

**BERITA KEDATANGAN NABI MUHAMMAD TERTULIS DALAM KITAB SUCI WEDHA,BUDHA ,PERSI DAN INJIL**

MUHAMMAD SAW ADALAH SANG RESI-SANG BUDHA-SANG ZOROASTER-SANG PENGHIBUR TERAKHIR

Tulisan ini disusun dari berbagai sumberi para ahli sejarah,agamawan dan cerdik pandai, bukan untuk memaksakan kehendak merubah keyakinan agama seseorang ,sebab keyakinan dan agama seseorang merupakan pilihan masing-masing dan memuat konsekuensi pada diri masing-masing.
Namun tulisan ini aku buat untuk mengajak perdamaian dan merenungkan hakekat arti kehidupan dan mengajak untuk berfikir lebih mengglobal,tidak sekedar menutup hati pada hamparan ilmu pengetahuan yang tergelar di sekeliling kehidupan kita.

Maka apapun agama dan keyakinan sahabat semua,tetap saja kita adalah species manusia ciptaan-Nya,yang diberi akal budi untuk selalu memperhatikan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya,agar kita selalu dapat hidup dalam damai berdampingan mengisi relung-relung kehidupan di dunia yang fana ini…
Maka Tuhanku adalah Tuhanmu dan Tuhan kita yang sama,dan Dia adalah Tuhan penguasa semesta alam.
Maka renungkanlah sesungguhnya Dia telah menurunkan para utusan-Nya,Nabi dan Rasul-Nya untuk menyertai kita,membimbing kita dan menerangi kegelapan kehidupan kita sepanjang hayat dan lintasan masa,
Maka sebagaimana aku mempercayai dan menghormati Rama,Krisna,Sang Budha,Zoroaster dan Yesus,juga Adam ,Nuh,Ibrahim,Musa,serta para Rasul-Nya yang lainnya,maka marilah kita sejak saat ini sama-sama mempercayai dan menghormati Muhammad yang juga adalah Rasul-Nya,yang datang dari Tuhan kita yang sama.Ikrarkanlah bahwa aku,kau,kalian tidak akan pernah membeda-bedakan diantara mereka.

Siapakah Muhammad ?

Mari kita mengenalnya.Caranya simple,cukup ketikkan key word ke Google dengan kata tentang Muhammad atau sejarah Nabi Muhammad,maka kita akan segera tahu siapa Muhammad.Atau silahkan langsung buka link berikut dibawah ini :

http://kelanadelapanpenjuruangin.wordpress.com/2013/07/17/mengapa-rasul-terakhir-muhammad-saw-diturunkan-di-tanah-arab/

Selanjutnya,paparan berikut merupakan tanda-tanda akan kehadirannya yang tersiratkan dalam semua kitab-kitab suci terdahulu sebelum Al-Qur’an :

Krisna

I. BERITA KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DI DALAM KITAB SUCI WEDHA (HINDHU)

SEKILAS RIWAYAT AGAMA HINDHU :

Asal usul dan riwayat agama Hindhu sangat sulit di ketahui secara pasti.Diperkirakan agama Hindhu lahir sejak 1500 SM.Dalam agama Hindu tidak dapat diketahui secara pasti siapa pembawa pertama ajaran-ajarannya. Nama Hindu yang sekarang lazim dikenal dan telah dipergunakan secara umum di seluruh dunia, merupakan nama asing karena nama itu diberikan oleh orang yang bukan Hindu. Nama India dijelaskan dari nama sungai Sindbu, yang mengairi daerah barat India. Bangsa Persia menyebut sungai itu sungai Hindu.

‘Hindu’ sebenarnya adalah sebuah kata Persia yang ditujukan untuk menyebut penduduk di wilayah Lembah Indus. Namun, dalam bahasa umum, Hindu adalah istilah untuk berbagai macam keyakinan agama, yang sebagian besar didasarkan pada Veda, Upanishad dan Bhagavad Gita. Dari istilah Persia tersebut selanjutnya dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan Al-Hind yakni ditujukan pada negeri orang-orang yang tinggal di seberang sungai Indus. Kemudian saat orang-orang Muslim memasuki India mereka memakai istilah tersebut untuk menyebut penduduk India secara umum. Pada Abad 13 nama Hindustan dipakai secara populer untuk menyebut penduduk di wilayah itu.

Orang Inggris yang datang kemudian memanggil mereka sebagai India (dari bahasa Yunani Indo). Kemudian istilah ‘Hindu’ lazim menjadi sebutan sejak abad 16 – 18. Puncaknya setelah Bangsa Inggris menguasai India, para pedagang Eropa menggunakan istilah Hindu untuk menyebut agama orang India. Istilah Hindhu dibentuk sekitar tahun 1830 untuk menunjukkan budaya dan agama dari India (diluar agama Abrahamik). Jadi pemeluk Hindhu sebenarnya lebih tepat menyebut agamanya sebagai agama Vedanta daripada Hindhu.

DIKETEMUKAN PADA KITAB SUCI HINDHU TERDAPAT RAMALAN AYAT TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD

New Delhi, India – Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan, memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu. Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad , karena menurutnya, sebenarnya Muhammad adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.

Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan, bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada 8 pendeta besar kaum Hindu, dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri “KALKY AUTAR”, sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Nabi Muhammad.

Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR di antaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT, dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta, kata SYANUYIHKAT adalah paduan 2 kata, yaitu SYANU artinya ALLAH, sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.

Dengan demikian, kata SYANUYIHKAT artinya “ABDULLAH”. Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya “AMINAH”. Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya AMINAH.

Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya ke dalam sebuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.

Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof. Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi 7 lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra’ Mi’raj dimana Rasullah mengendarai Buroq.

(Dikutip dari buletin Aktualita Dunia Islam no 58/II Pekan III/februari 1998).

MUHAMMAD ADALAH RESI TERAKHIR :

Seperti di ketahui, Nabi Muhammad adalah seorang Nabi dan Rasul-Nya yang terakhir.Bahkan, nama dan misi kemunculan Beliau telah diramalkan dalam kitab Atharva Weda , Kanda 20, Sukta 127, Mantra 1 – 3. Dalam kitab Bhavishya Purana, Parva 3, Kandha 3, Adhya 3, Sloka 5 .

Nabi Muhammad diramalkan dalam ayat kitab tersebut sebagai berikut :

“etan mitrantare mleccha
acaryena samanvitah
Mahamad itti Khyatah
siyyagrasva samanvitah”

Terjemahan : “An illeterate teacher will come along, Mohhamed by name, and he will give religion to his fifth-class companion” (Steven Rosen, 1996)
Terjemahan bebasnya : Seorang guru (acarya) yang buta huruf akan datang, namanya Muhammad. Beliau akan mengajarkan agama pada kaum pemuja berhala atau Arca (mleccha)”

-Maka MUHAMMAD dijelaskan sama seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an yaitu nabi yang ummi (buta huruf) dan berada ditengah-tengah para penyembah berhala.
Adanya bukti bahwa nama Muhammad SAW tercantum dalam kitab suci agama Hindu, menunjukkan bahwa agama Hindu pada mulanya adalah agama Tauhid yang dibawa oleh salah satu Nabi Allah SWT namun kemudian mengalami perubahan / penyimpangan,sebagaimana yang dialami oleh agama Yahudi dan Kristen.

Maka dengan demikian mengindikasikan bahwa pada awalnya “Hindu” adalah agama samawi. Dan jika Krishna dan Rama adalah sosok yang dimuliakan oleh Hindu,karena kearifan,kebijakan serta sifat-sifat kemuliaannya,maka dengan demikian Krisna dan Rama adalah termasuk nabi-nabi golongan muslimin untuk kalangan umat Hindustan. Boleh jadi mereka adalah turunan Nabi Ibrahim dari istri beliau a.s. yang ketiga Keturah. Oleh sebab itu, nubuwatan tentang kedatangan Nabi Muhammad saw. dalam Wedha adalah hal yang niscaya, malah justru sebaliknya aneh bila para ahli Wedha bungkam tentangnya.
Atau jika keberadaan Krishna ,Rama ada sebelum zaman Ibrahim,maka Krishna ,Rama adalah salah satu dari Nabi Allah SWT untuk zaman sebelum Ibrahim.Namun sayang sekali nasib ajarannya sama dengan nasib ajaran Musa dan Isa yang telah diselewengkan/mengalami pembiasan pada kurun masa yang laun.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan),’Sembahlah Allah dan jauhilah Thaghut.” (QS.An-Nahl: 36)

“Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu…”
(QS.An-Nisa : 164)

Ayat asli dalam Bhavishya Puran : Prati Sarg-Part : 3,3,5 :

wedha2

-Bhavishya Purana in the Prati Sarag Parv III Khand 3 Adhay 3 Shloka 5 to 8, Malecha (Ibrani = Mahekha = saudaramu),

-(orang asing dari negeri asing), guru spiritual akan muncul dengan pengikutnya. Namanya Mahamad. Penghuni Arabia kebanggaan umat manusia. Yang melawan Iblis dan menghancurkan berhala.

-Dalam Bhavishya Purana Pratisarag Parv III Khand 3 Adhay 3 Shloka 10 sampai 27 Maharishi Vyas meramalkan sebagai berikut :

“Pengikutku adalah laki-laki yang disunat tanpa dikuncir rambut kepalanya, berjenggot dan meyerukan panggilan untuk beribadah. (Adzan) Makan segala sesuatu yang halal dan semua binatang kecuali Babi. Mereka menyucikan diri dengan pedang. Akan membuat agama yang membolehkan pengikutnya makan daging”. Pengikutnya di panggil sebagai Musalman (Muslim).

-Dalam Atharvaveda Book 20 Hymn 127 verses 1-13 dikatakan :

“Dia adalah Resi yang naik Onta dan pergi ke surga dengan kendaraan”.

-(Ini sesuai dengan peristiwa Isra Mi’raj dimana nabi Muhammad diperjalankan Tuhan dengan Bouraq ke langit 7).

Tidak mungkin itu orang India karena Reshi India (Brahman) tidak boleh naik Onta berdasarkan “Sacred Book of the east”, Volume 25, Law of Manu page 472. Menurut Manu Smirti Bab 11 ayat 202 “Seorang Brahman dilarang menaiki Onta atau Keledai”.

-Reshi ini bernama “Mamah Resi”. Tak ada Resi di India bernama “Mamah” yang bermakna “punya harga diri yang mulia”. Kata “Mamah” secara etimologis punya hubungan dengan bahasa Arab: “Muhammad” yang berarti “yang terpuji”, sedangkan “Mamah Rishi” adalah julukan bagi NARASHANGSA, sehingga Mamah Rishi = Narashangsa = Muhammad = Yang Terpuji.
(STANLEY LANE POOLE, Speeches and Table Talks of the Prophet Mohammed, 1882).

-MAMAH terkenal dengan 10.000 pengikutnya”

Maka,“Nabi Muhammad berangkat bersama dengan 10.000 orang pada saat yang menentukan ini” (WASHINGTON IRVING, Life of Muhammad, Hal. 17).

“…dan Muhammad membawa 10.000 pengikutnya ke Mekah”

(STANLEY LANE POOLE, Speeches and Table Talks of the Prophet Mohammed, 1882).

-“Kalki Avatar akan dilahirkan di kota SHAMBHALA, ibunya bernama SUMATI, Akan pergi ke gunung (Gua Hira) untuk menerima wahyu, bersama empat orang temannya,
(Dunia terutama umat Islam telah mengetahui bahwa empat teman Muhammad yaitu Umar,Usman, Abu Bakar dan Ali)
,akan mengalahkan kali (setan/kebatilan). Dia akan dibantu oleh para malaikat di medan pertempuran.Dia lahir pada hari ke-12 yang cerah, pada pertengahan bulan Madhav” (12 Robiul awwal).
(KALKI-PURANA 2:4-15).

“Ayahnya bernama VISHNU-YASH.”
( Bhagvata Purana Khand 12 Adhyay 2 shlokas 18-20 dan Bhagwat Purana Khand 1 Adhyay 3 Shloka 25 ).

-Kata “Shambhala” berarti: rumah perdamaian dan keamanan. Sementara Muhammad lahir di kota Mekah yang dikenal sebagai “Darul Aman” yang juga berarti: rumah perdamaian dan keamanan.
-Ibunya bernama “Sumati” yang berarti: lemah lembut dan cerdas. Ibu Muhammad bernama “Aminah” yang juga berarti: lemah lembut.
-Ayahnya bernama “Vishnu-Yash” yang berarti: hamba Tuhan (Vishnu = Tuhan,Yash=Abdi).
Sementara ayah Muhammad bernama “Abdullah” yang berarti juga: hamba Allah/Tuhan.
-Kalki Avatar dibantu oleh para malaikat di medan pertempuran.

Maka,ketika dalam Perang Badar, Muhammad dibantu oleh para malaikat (Q.S. ALI IMRAN:123-125), juga dalam Perang Khandaq, Muhammad dibantu oleh para malaikat (Q.S. AL-AHZAAB:9).

-Kalki Avatar lahir pada hari ke-12 bulan Madhav.
Sementara Muhammad juga lahir pada hari ke-12 tepatnya tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah (Sebelum Hijriyah).

Jadi, KALKI AVATAR tidak lain adalah Muhammad, sedangkan makna “Kalki Avatar” sendiri berarti: pembersih dosa yang datang ke dunia.

II.BERITA  KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DI DALAM KITAB SUCI BUDHA :

-SIAPAKAH SANG BUDHA?

Sebutan Budha disandang pertama kali oleh Sidharta Gautama atau sakyamuni,hidup sekitar tahun 623-563 SM yang sekaligus sebagai pendiri Budha.

Arti Budha antara lain :

-Yang Telah Sadar,

-Ia Sang Penemu (Bujjhita) Kebenaran,

-Ia yang telah mencapai Penerangan Sempurna,

-Ia yang memberikan penerangan (Bodhita) dari generasi ke generasi, dll.

Diriwayatkan bahwa Sang Budha mendapat pencerahan saat melakukan meditasi dibawah pohon Bodi.

SANG BUDHA

Generasi pemeluk Budha pada masa masa kini jika ditanya tentang adanya Tuhan, maka mereka tidak mengenal atau mengakui bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan. Karena dalam pemikiran mereka alam semesta ada dengan sendirinya (kehendak alam).Doktrin Budha lebih menekankan pada sistem etika.Sehingga pada beberapa pendapat bahwa sekilas Agama Budha dianggap sebagai Atheisme yang luhur. Sementara diyakini bahwa pada zamannya Budha masih hidup sebenarnya tidaklah demikian.

Secara logika jika Sidharta Gautama telah mencapai tingkatan “Budha”,dimana makna Budha telah disebutkan diatas yakni antara lain :Yang Telah Sadar, Sang Penemu (Bujjhita) kebenaran, yang telah mencapai Penerangan Sempurna, yang memberikan penerangan (Bodhita) dari generasi ke generasi,atau kalimat lain yang setara dengan makna : Telah beriman,berpasrah diri,telah mendapat pencerahan / petunjuk,maka tiada yang patut memiliki hak memberikan Petunjuk,penerangan,pencerahan melainkan karena adanya suatu unsur / Zat yang memberi petunjuk,maka tiada lain zat yang memiliki hak memberi petunjuk kecuali hanya Tuhan Sang pencipta alam itu sendiri.
Dengan demikian ketika Sidharta masih hidup, tentu beliau mengakui bahwa keberadaan alam semesta karena adanya keberadaan Tuhan yang menciptakan alam itu sendiri.

Jika sang Budha seandainya saat itu lebih banyak diam jika ditanya soal keberadaan Tuhan,hal demikian karena di India pada saat itu tengah tenggelam dalam penyembahan berhala akibat menguatnya faham filsafat antropomorfisme, yaitu filsafat yang memahami keyakinan bahwa Tuhan dapat menjelma sebagai makhluk.Sehungga pada sisi lain faham ini telah membiaskan/mengikis ajaran asal pada awalnya,yakni ajaran monotheisme secara drastis.
Budha tidak menyangkal adanya Tuhan. Budha ketika ditanya oleh salah seorang muridnya,apakah Tuhan itu ada?. Maka Budha tidak menjawab.Namun karena selalu mendapat pertanyaan terus menerus akhirnya beliau mengatakan bahwa :

“Jika anda menderita sakit perut akankah anda berkosentrasi untuk mengurangi rasa sakitnya atau mempelajari resep para tabib? Itu bukanlah urusanku untuk mengetahui apakah Tuhan itu ada, urusan kami adalah menghapus penderitaan di dunia”.

Pernyataan Budha yang demikian pada hakekatnya sama dengan ucapan Nabi Musa ketika ditanya oleh kaum Yahudi tentang nama Tuhan. Musa hanya menjawab : “Namanya adalah : Aku adalah Aku ..”(Keluaran 3:14)”.

Dimana maksudnya adalah apapun nama Tuhan, lebih penting untuk melaksanakan perintah-NYA daripada sekedar mengetahui nama-NYA.

Maka dengan demikian sesungguhnya Sang Budha adalah MERUPAKAN SALAH SATU UTUSAN-NYA (Salah seorang Nabi/rasul di zamannya).

BEBERAPA AYAT DALAM KITAB SUCI BUDHA MENGINDIKASIKAN AKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD :

Umat muslim mengetahui bahwa Tuhan di dalam Al-Qur’an memberi pengajaran untuk mengimani bahwa kitab suci yang ada pada Rasul-rasul terdahulu seperti Taurat,Zabur dan Injil adalah merupakan wahyu-Nya,namun sekaligus Tuhan menginformasikan pula di dalam Al-Qur’an bahwa kitab–kitab suci para Rasul terdahulu itu kini telah tidak murni lagi karena telah mengalami perubahan (dirubah-rubah) dan tercampur dengan tulisan-tulisan manusia. Dan pada ayat lain Tuhan menginformasikan pula bagian ayat-ayat yang dihapus atau di biaskan diantaranya yakni yang berkaitan dengan berita kedatangan seorang Nabi terakhir / akhir zaman (Muhammad SAW).

MUHAMMAD ADALAH SANG MAITREYA TERAKHIR :
Berikut uraiannya :

Menurut seorang pakar sejarah agama bernama Dr.Zakir,ada beberapa kalimat dalam ayat-ayat kitab suci Budha,yang diyakini bahwa ayat-ayat berikut ini merupakan firman Tuhan yang masih asli dan yang masih tersisa,yang memberitakan akan kedatangan Nabi akhir zaman,bernama Muhammad.

1.Dalam Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76:
-“Akan muncul di dunia seorang Budha bernama Maitreya (yang baik hati), seorang yang suci dan kuat, yang tercerahkan, penuh kebajikan dalam tingkah laku, tepat, dan mengenal alam semesta” .

-“Apa yang telah dinyatakannya oleh pengetahuan supernatural miliknya akan di terbitkan ke seluruh alam semesta. Dia akan mengkhotbahkan agamanya, mulia dalam keasliannya, mulia pada puncaknya, mulia pada tujuannya, dalam jiwa dan tulisan. Dia akan memproklamasikan kehidupan religius, murni dan sempurna sepenuhnya, seperti saat aku sekarang mengkotbahkan agamaku dan memproklamasikan semacam kehidupan religius. Dia akan membuat masyarakat rahib berjumlah ribuan, seperti saat sekarang aku membentuk masyarakat yang berjumlah ratusan”.

2.Menurut Sacred Books of the East volume 35 pg. 225:

“Aku bukanlah Budha satu-satunya yang berkuasa dalam memerintah dan mengatur. Setelahku ada Budha yang lain, bernama “Maitreya” yang penuh kebajikan akan datang. Aku sekarang hanya memimpin ratusan, sedangkan dia akan memimpin ribuan”.

3.Menurut The Gospel of Buddha by Carus pg. 217 and 218 (From Ceylon sources):

-Ananda bertanya kepada yang terberkati : “siapa yang akan mengajar kami setelah engkau pergi?”.
Yang terberkati menjawab :

” Aku bukanlah Budha pertama yang datang di atas bumi dan tidak akan menjadi yang terakhir. Pada waktunya seorang Budha akan muncul di dunia, yang suci, yang sangat tercerahkan,, penuh kebajikan dalam laku, tepat, mengenal alam semesta, seorang pemimpin yang tak tertandingi manusia. Dia akan mengungkapkan kepada anda kebenaran abadi yang sama, yang saya ajarkan. Dia akan mengkotbahkan agamanya, mulia sifatnya, mulia pada puncaknya dan mulia pada tujuannya. Dia akan mendeklarasikan suatu kehidupan beragama, sepenuhnya sempurna dan murni seperti sekarang saya nyatakan. Murid-muridnya akan berjumlah ribuan sedangkan muridku hanya ratusan”.

Ananda bertanya : “Bagaimana kita mengenalnya?”
Yang terberkati menjawab : “dia dikenal sebagai Maitreya”.

Kata Sansekerta ‘Maitreya’ atau ekuivalen dalam bahasa Pali “Metteyya” berarti mencintai, penuh kasih, penuh belas kasihan dan murah hati. Hal ini juga berarti kebaikan dan keramahan, simpati, dll
Maka dalam literatur bahasa Arab,semua kalimat tersebut diatas terwakili dalam satu kalimat bahasa yang disebut : ‘Rahmat’. Seperti yang telah terabadikan dalam Surah Al-Anbiya ini :

“Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi semua makhluk”. (QS 21:107)

Kata ini hampir disebutkan sebanyak 409 kali di Al-Quran. Huruf “Muhammad” juga dieja sebagai “Mahamet” dan berbagai ejaan lain. Kata “Maho” atau “Maha” dalam bahasa Pali dan Sansekerta berarti Agung dan Mulia, dan “Metta” berarti rahmat. Dan dalam bahasa Arab Sendiri Muhammad berarti “Penuh Kasih”. Dengan demikian maka ‘Maitreya’ adalah sama dengan Muhammad.

4.Menurut Sacred Books of the East, volume 11, pg. 36 Maha-Parinibbana Sutta chapter 2 verse 32:

-“Aku telah memberitakan kebenaran tanpa membuat perbedaan antara doktrin exoteris dan isoteris dalam hal kebenaan, Ananda, Tataghata tidak seperti guru yang memiliki kepalan tertutup yang merahasiakan sesuatu di belakang”.

Maka perilaku yang demikian sesuai dengan perilaku Nabi Muhammad yang dalam menyebarkan ajarannya (Al-Quran) tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua umat Islam dari rakyat jelata sampai raja menerima ajaran yang sama dan dapat membaca kitab suci yang sama pula secara langsung sampai sekarang.

5.Menurut Sacred Books of the East volume 11 pg. 97 Maha-Parinibbana Sutta Chapter 5 verse 36:

-“Arahat-Budha memiliki Servitor pada jaman dahulu, seperti Ananda adalah Servitorku sekarang, dan dimasa datang Arahat Budha akan ditemani oleh Servitor juga”.

-Maka,Nabi Muhammad juga memiliki Servitor yaitu “Anas” yang merupakan anak dari “Malik”. Anas diberikan oleh orang tuanya kepada Nabi Muhammad.
Anas bercerita “Ibuku berkata padanya “O, utusan Tuhan, inilah pembantu kecilmu”,
Anas melanjutkan “aku melayani Rasul sejak usia 8 tahun dan rasul memanggilku anaknya dan kekasih kecil tersayangnya”.

Anas menemani Rasul dalam segenap keadaan baik sakit, gembira,dan masa-masa perang,(umur 11 saat perang uhud dan 16 saat perang hunain), ataupun pada masa damai sampai akhir hayatnya.

6.Enam kriteria Budha terakhir yang akan datang ke bumi menurut Budha Gautama (the Gospel of Buddha by Carus pg. 214:)

-TATHAGATA BUDHA :
1. Seorang Budha mencapai pemahaman tertinggi dan sempurna di waktu malam.
2. Kelihatan cerah setelah pencerahan yang lengkap.
3. Seorang Budha mati dalam kematian yang alami.
4. Meninggal diwaktu malam.
5. Tampak terang sebelum kematiannya.
6. Setelah kematiannya , seorang Budha tidak ada lagi di bumi.

-Maka seperti disebutkan dalam Al-Quran, Nabi Muhammad menerima wahyu disaat malam hari.

“Demi Kitab (Al Qur’an) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. (QS 44:2-3).

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan “.(QS 97:1).

-Kemudian tanda-tanda kenabian Muhammad diiringi dan diliputi oleh cahaya terang Surgawi.
-Juga Nabi Muhammad wafat dengan cara alami dan nampak terang di malam kematian beliau .(riwayat : Aisyah/Anas).
-Setelah pemakaman Nabi Muhammad (SAW),Beliau tidak pernah terlihat lagi dalam bentuk tubuh-Nya di bumi ini.

7.Menurut Dhamapada “Sacred Books of East vol 10 pg. 67

-“Jathagata/Budha hanyalah pemberi peringatan”,
-Maka seperti halnya Nabi Muhammad yang hanya pemberi peringatan.

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan”. (QS 88:21)

8.Menurut Dhammapada, Mattaya Sutta, 151:

-“Yang dijanjikan” akan memiliki :
1. Pengasih bagi seluruh ciptaan.
2. Seorang utusan perdamaian dan pembuat perdamaian.
3. Yang paling sukses di dunia.

-Maitreya sebagai pengkhotbah moral akan bersifat :
1. Jujur.
2. Menghargai diri sendiri.
3. Lembut dan mulia.
4. Tidak membanggakan diri .
5. Sebagai layaknya raja terhadap makhluk.
6. Teladan dalam tingkah laku dan tutur kata.

MAKA CIRI-CIRI YANG TERSEBUTKAN DALAM DHAMMAPADA SESUAI DENGAN AKHLAK NABI MUHAMMAD SAW :

-Muhammad seorang yang berlaku kasih dan sayang.
– Muhammad seorang yang cinta damai dan juru damai.
– Muhammad seorang yang berhasil membina kemaslahatan umat.
– Muhammad seorang yang jujur sehingga dikenal dengan “al-amin”.
– Muhammad seorang yang menghargai sesame dan berlaku lemah lembut.
– Muhammad seorang yang dijadikan suri tauladan /Uswatun khasanah.

Zoroaster

III. BERITA KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DI DALAM KITAB SUCI ZOROASTRIAN ( Agama Persia):

-Dalam Kitab Datasir 14,

Berkatalah Susan, Nabi orang Parsi:
“Apabila orang-orang Parsi sudah terjerumus dalam budi pekerti yang begitu rendah,”‘maka seorang akan lahir ditanah Arab” yang pengikut-pengikutnya membalikkan takhta kerajaan agama dan segala barang mereka itu. Seseorang yang berkepala batu yang amat berkuasa di Parsi akan dihalaukan. Rumah yang didirikan itu, dimana berhala-berhala banyak terdapat disitu akan disucikan daripada berhala-berhala itu, dan banyak orang-orang akan menjalankan shalatnya dengan menghadap mukanya ke ka’abah. Pengikut-pengikutnya akan menawan kota-kota Persi, Taush dan Bulhuh serta lain-lain tempat besar sekelilingnya. Rakyat akan kacau menjadi satu, dan orang pandai-pandai di tanah Persi akan menggabungkan diri dengannya.”

-Maka pada tahun 17 Hijrah atau Mei 638 M dibawah pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab,mengarahkan militernya menyerbu Persia, hingga takhta kerajaan Persi jatuh ke tangan pemerintahan Islam. Rajanya yang kejam-melarikan diri ke Asyria .Tepat 29 tahun setelah kedatangan Nabi Muhammad s.a.w.

Injil

IV. BERITA KEDATANGAN NABI MUHAMMAD DI DALAM KITAB SUCI INJIL :

Didalam perjanjian lama, dapat dijumpai tentang berita akan datangnya Muhammad , diantaranya :
-Kitab Ulangan 18 :18 :

“Maka pada masa itu berfirmanlah Allah kepadaku, benarlah perkataan mereka itu. Bahwa Aku akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi diantara segala saudara-saudaranya yang seperti engkau ya Musa. dan Aku akan memberikan segala firmanKu dalam mulutnya dan iapun akan mengatakan segala yang Kusuruh akan dia.”

Dalam ayat ini menjelaskan akan kedatangan seorang Nabi yang sebesar Nabi Musa, yang datangnya dari antara saudara-saudara Nabi Musa. Allah sudah terlalu kesal terhadap pembangkangan bangsa Israel. Itulah sebabnya Allah tidak lagi akan membangkitkan Nabi-nabinya dari keturunan Israel (Yahudi) tetapi dari pada saudara Israel, yaitu Arab.

Maka jika ditarik garis keturunan yang lurus, Nabi Musa adalah keturunan Ishak,sedangkan Nabi Muhammad adalah keturunan Ismail. Ishak dan Ismail adalah dua bersaudara anak Ibrahim.

Hal ini ditegaskan pula dalam kitab (Taurat Musa) Ulangan 33: 1-3 yang bunyinya:

1. “Bermula, maka inilah berkat yang telah diberikan Musa khalil Allah pada Bani Israil dahulu daripada matinya”.
2. Maka katanya: “Tuhan telah datang dari Thursina, dan telah terbit bagi mereka itu dari Seir. Kelihatanlah ia gemerlapan cahayanya dari gunung Paran, lalu datang hampir dengan Bukit Kades. Maka pada kanannya adalah tiang api bagi mereka itu.”
3. “Bagaimana dikasihinya akan mereka itu, yaitu segala suku bangsa itu, segala kesuciannya dalam tangannya, dan mereka itu duduk dikakinya masing-masing akan mendapat perkataannya”.

-Didalam ayat 1 dijelaskan akan hikmah ini, suatu berkat, suatu kebahagiaan yang diberikan oleh Musa khalil Allah untuk Bani Israil.

Ayat ke-2 membicarakan lebih jauh isi dari hikmak ini, yaitu tentang tiga tempat: Thursina, Seir dan Paran”.

-Thursina adalah bukit dimana Nabi Musa a.s. Mendapatkan dua log batu dan Tauratnya dari Allah,
-Seir yang dimaksud adalah suatu lembah yang disebut Kana’an,adalah menunjukkan dimana gerangan Nabi Isa a.s. akan lahir, yakni di Baitlahim,

-Sedangkan tempat ketiga adalah “Paran” (Nama asli Mekkah),yang menunjukkan di mana Nabi Muhammad akan lahir.Dimana pada tempat ketiga itu akan muncul seseorang yaitu yang datang hampir atau mendekati Kades,yang artinya Baitullah.

-Alangkah hebatnya tiang yang muncul dari Paran ini, yaitu Tiang Api,

Dalam Perjanjian Lama berbahasa Belanda “tiang api” ,terjemahanya diganti dengan “Hukum Api”(Vuurwet).
Sementara “Tiang Api” adalah suatu unsur yang sanggup dan akan dapat membinasakan unsur-unsur kimia apapun didepannya, apakah ia baja sekalipun. Jadi yang dimaksud dengan “Tiang Api atau taruhlah “hukum api”, ialah munculnya suatu agama atau keyakinan yang sendi-sendinya sangat kuat, sebagaimana kekuatan “tiang api”.

-Agama apakah yang muncul dari Paran? (Mekkah-red.) Tiada lain, selain agama Islam yang mempunyia 4 sendi yang kokoh yaitu Tauhid (Keesaan Tuhan), Ibadah (sembahyang dan puasa serta haji), Muamalah (cinta sesama manusia, sosialis yang merata), dan Akhlak (budi luhur manusia).

Dari Kitab Yesaya:
Ayat ke-3 selanjutnya menggambarkan betapa bangsa itu lalu dikasihi oleh Allah, serta berkenan menerima perkataan-perkataan dari Dia, yang muncul dari Mekkah (Paran) itu.
Kesimpulan yang diperoleh dari seluruh tafsiran ini, ialah: ,”Dari Mekkah akan datang Nabi itu, yaitu Nabi Muhammad s.a.w.”

Kitab Nabi Yesaya pasal 41 ayat 1-4 bunyinya:
1. “Berdiam dirilah kamu hai sekalian pulau, hendaklah segala bangsa memperbaharui kuat dan kuasanya, serta datang kemari, hendaklah mereka itu memutuskan hukum. Kami hendak bersama-sama datang hampir akan berhukum”.

2. “Siapa gerangan yang, sudah membangkitkan Dia dari musyrik dan bertemu dengan segala kebenaran pada segala langkahnya? Siapa Dia, yang menyerahkan segala orang-orang kafir dihadapan haderatnya dan akan memberikan kuasa atas segala raja-raja dan menyerahkan mereka seperti duli dan kepada busurnya seperti jerami diterbangkan angin?”

3. “Pada masa diusirnya mereka itu? Dengan selamat juga ia terus kepada jalan yang belum pernah dilangkahinya”,

4. “Siapa gerangan sudah mengadakan dan membuat dia, sambil memanggil segala bangsa asal mulanya. Aku ini Tuhan yang pertama, maka Aku ini yang kemudian sama saja”.

-Didalam kutipan tadi, juga dijelaskan,
“Betapa nabi itu akan mengadakan peperangan dan akan mengalahkan orang orang dan raja-raja kafir sekalipun”.
-Didalam ayat ke-3 diceriterakan betapa Nabi itu harus,
“Hijrah” ke tanah yang belum pernah dijejakinya, dengan selamat”.

Maka sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad melakukan Hijrah dari Mekkah ke Medinah dengan sukses.

Ayat ke-2 mengisahkan bagaimana Muhammad mengalahkan raja-raja dan orang-orang kafir hanya sebagai “duli yang diterbangkan angin”, serta “anak panah-anak panah lawan yang seolah-olah hanya jerami belaka”, yang artinya tidak sampai melumpuhkan Muhammad dan tentaranya.

Maka sejarah mencatat bahwa Yesus belum pernah melakukan peperangan selama hidupnya. Sebab doktrin Yesus yang di kenal yaitu:

“Bila ditempeleng pipi kiri berikanlah pula pipi yang kanan”, dan “cintailah sesamamu manusia, bahkan musuhmu juga”.

-Dengan doktrin ini menegaskan bahwa Yesus tidak mungkin akan mengadakan peperangan-peperangan dan invasi,bukankah Yesus pernah mengatakan, bahwa kerajaannya bukanlah di dunia ini? (Yahya 18: 36).

PENDALAMAN LEBIH LANJUT :
Doktrin Kristiani selain TRINITAS (unsur Tuhan yang 3 ),juga selalu ditekankan oleh para ulamanya dengan suatu faham / doktrin ketat bahwa Yesus (Isa) adalah Firman Allah yang hidup (firman Allah yang mendaging).
Maka kali ini doktrin tentang “Firman Allah yang hidup atau mendaging”,tidaklah keluar dari aqidah (konsep ketuhanan yang tauhid),tidak hanya berlaku pada Yesus satu-satunya,sebab sesungguhnya Musa dan Muhammad juga bisa disebut sebagai Firman Allah yang mendaging.
( Ingat semuanya berujud manusia / jasadiyah, yang memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing).

Berikut penjabarannya :
1.Berdasar 2 ayat dalam Injil dibawah ini :
“Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku. Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan, jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku”. (Injil – Yohanes 12: 49-50)

-Maka dalam riwayat,sesudah kewafatan Nabi Muhammad seseorang bertanya kepada istri tercinta-nya Aisyah tentang gaya hidup suaminya (Nabi Muhammad).

-Aisyah berkata,
“Beliau adalah Al-Quran dalam perbuatan,Beliau adalah Al-Quran berjalan,Beliau adalah Al-Quran berbicara,Beliau adalah Al-Quran yang hidup”.

-Sementara Pada abad 6 Masehi, Muhammad membacakan wahyu Tuhan dalam Al-Qur’an yang juga secara sistematik diletakkan dalam mulutnya :

“Dan, tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada Iain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril/Gabriel/Roh Kudus) yang sangat kuat”. (QS. An-Najm: 3-5).

-Maka jauh sebelum Yesus pun,Tuhan pernah mewahyukan hal yang sama terhadapa Musa (Moses),Yang terabadikan dalam Kitab ke 2 Taurat ( Ulangan 18:18 ) disebutkan :

“Diutus pada mereka seorang nabi dari tengah-tengah saudara mereka sepertimu (Moses/Musa), dan AKU menjadikan ucapan-KU dalam mulutnya, maka ia akan menyampaikan pembicaraan-KU kepada mereka dengan segala yang AKU wasiatkan kepadanya”,

Pada zaman Muhammad kala itu,tidak ada Injil terjemahan dalam bahasa Arab. Jadi Beliau tak mungkin pernah mengetahui bahwa ayat Al-Qur’an QS. An-Najm: 3-5 itu sesungguhnya pernah di wahyukan Tuhan kepada pendahulunya (Yesus) seperti dalam Taurat ( Ulangan 18:18 ) itu,apalagi Nabi Muhammad adalah seorang yang buta huruf. Jadi Allah melalui Malaikat Jibril (Gabriel/Roh Kudus) menyampaikan lagi isi kandungan Taurat dan Injil yang masih murni itu sebagaimana yang pernah diterima oleh Musa dan Yesus dan belum ada campur tangan manusia kepada Muhammad (Saudara Yerusalem).

Juga dalam Yesaya 29:12 :

“Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.”

2.Kidung Agung (Nyanyian Sulaiman) 5:16 dalam bahasa Yahudi diucapkan sebagai berikut:

“Hikko Mamittakim we kullo Muhammadim Zehdoodeh wa Zehrace Bayna Jerusalem.”

-Artinya : Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.

Mengapa Tuhan memilih Saudara Yerusalem (Muhammad), sebagai Nabi berikutnya? Mengapa bukan dari kalangan suku bangsanya lagi ? Karena hal itu akibat pembangkangan Bangsa Israel (Yerusalem) kepada Tuhan dan para utusan-Nya.Bangsa Israel telah banyak mendapat karuniai Tuhan namun selalu ingkar dan durhaka pada akhirnya.Saat Musa diutus kepada Bangsa Israel, Musa pun didustakan. Bangsa Yahudi malah membuat Patung Anak Sapi Emas sebagai sekutu Tuhan.

-“Bahkan kamu menentang Tuhan, sejak aku mengenal kamu”. (Injil – Ulangan 9:24).

-“Karena aku mengetahui pembangkanganmu, dan kekakuan tengkukmu Lihatlah, selagi aku hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah menjadi pembangkang terhadap Tuhan, terlebih lagi nanti sesudah aku mati”. (Injil – Ulangan 31: 27).

Mengetahui Pembangkangan Bangsa Israel, Allah telah memberikan sinyal kepada Musa bahwa Kenabian akan beralih ke Bangsa Lain yang merupakan Saudara dari Yerusalem (Ishak) yaitu Ismael (Arab).

-“Mereka membangkitkan cemburuku dengan yang bukan Allah, mereka membuatku marah dengan berhala mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat, dan akan membuat mereka marah dengan bangsa yang bodoh”. (Injil – Ulangan 32:21).

Keangkuhan bangsa Yahudi masih saja terjadi di jaman Yesus, sehingga apa yang pernah diucap oleh Musa diucap kembali oleh Yesus.

“Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu”. (Injil – Matius 21: 43).

Namun lacurnya ketika Tuhan benar-benar membuktikan menurunkan Nabi berikutnya (Muhammad SAW) yang bukan dari suku bangsanya,Bangsa Israel malah semakin merasa syirik dan dengki serta tidak mau mengakuinya,dan bahkan keingkarannya semakin menjadi-jadi.

Namun Tuhan tak peduli,maka Dia adalah Sang Maha Penyeimbang dan Dia pun menurunkan Muhammad sebagai Nabi terakhir dan akhir zaman dari suku bangsa Arab.Maka bangsa Arab ketika itu sedang dalam kemerosotan akhlak dan peradaban,dalam zaman jahiliyah akut,dalam kebodohan dan terabaikan (Tak dianggap),oleh kerajaan-kerajaan besar saat itu. Bangsa Yunani, Alexander Agung, Bangsa Persia, Bangsa Mesir, Bangsa Romawi dll.

Selengkapnya tentang keadaan tanah Arab dan asal usul mengapa Muhammad diturunkan di tanah Arab silahkan baca link berikut :

http://kelanadelapanpenjuruangin.wordpress.com/2013/07/17/mengapa-rasul-terakhir-muhammad-saw-diturunkan-di-tanah-arab/

3.Muhammad adalah PARACLETOS yang dijanjikan :

-Nama lain Muhammad adalah Ahmad,sebuah sebutan dari Al-Qur’an bagi bangsa ARAB, dalam terjemahan Yunani disebut “Periclytos”.
-Dalam Yohanes 14: 16; 15: 26, dan 16: 7, diterjemahkan dalam versi Inggris sebagai “Comforter” ,dalam kata Yunani disebut “Paracletos” yang berarti “sang penghibur”, (seorang mulia yang hadir untuk selalu membuat kemanfaatan dan pertolongan kepada teman,sahabat dan sesama umat).

-Para doktor ahli bahasa berpendapat bahwa Paracletos adalah hasil peleburan kata dari Periclytos, yang dalam ramalan Injilpun Paracletos itu adalah bernama Ahmad (Nama Arab),seorang Nabi Suci, bagi seluruh alam dan semua mahluk.Dan paling baik dan penyayang kepada pengikutnya (Dalam Injil yang kini kata “Ahmad” sudah tidak terdapat lagi).

Hal demikian kembali diabadikan oleh Tuhan dalam Al-Qur’an :
Muhammad hadir bagi manfaat seluruh makhluk dan alam semesta :

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (QS.21. Al Anbiyaa':107)

Muhammad hadir dengan segenap kebaikan dan kasih sayang pada para pengikutnya :

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. (QS.9. At Taubah :128)

Maka bagi para pencari kebenaran sejati,jelaslah bahwa Muhammad adalah Paraclete atau penghibur yang dijanjikan,yang juga disebut penolong, penyokong, penasehat dan lain-lain dalam ramalan-ramalan tentang Yesus yang terdapat dalam Injil Yohanes tersebut.

Kini bahasa asli Injil (Bahasa Yesus) sulit dilacak dan dibuktikan kebenarannya,sebab telah banyak orang maklum bahwa Injil Sekarang sudah tidak dalam bahasa aslinya,bahkan di setiap negara akan berbeda pula penerjemahan dan penafsirannya.Sehingga akan menjadi konfius serta akan timbul banyak kesimpangsiuran untuk menterjemahkan atau mencari tahu kesesuaian kata Roh Kebenaran antara satu ayat dengan ayat lainnya yang ada didalamnya .

Contoh :
-Injil King James Version menterjemahkan Paracletos sebagai Penghibur. Kemudian kata Penghibur ini diterjemahkan lagi ke dalam berbagai bahasa. Akan menjadi Umthokozisi atau Trooster pada Injil Afrika dll. Sementara kalangan agamawan Kristen mengaku telah menterjemahkan dalam 2000 bahasa yang berbeda, jadi tentu kata Penghibur menjadi semakin rumit penafsirannya.

Maka mari kita telusuri makna dan maksud dari kata Penghibur itu sebenarnya bagaimana :

Sebagian kalangan agamawan Kristiani akan menolak jika pengucapan Yesus yang asli dalam naskah Kristen yang paling mendekati,adalah dengan menggunakan kata-kata Yunani “Paracletos” , sebab karena Yesus tidak berbahasa Yunani.
Dan ketika diterjemahkan ke dalam bahasa inggris sebagai “Comforter”,maka persamaan kata dalam bahasa Yunani tetap ujung-ujungnya adalah “Paracletos”.

Sekarang baiklah kita Tanyakan saja kepada umat Kristiani yang pandai –pandai,siapakah yang dimaksud Sang Penghibur itu?
-Maka jawabannya adalah bahwa Sang Penghibur tersebut adalah Roh Kudus (mendasari Yohanes 14: 26). Kalimat ini hanya bagian dari ayat 26.

Di terjemahkan sebagai “Holy Ghost” , sementara ruh kudus dalam bahasa Yunani hanya mengenal kata “Pneuma” ,yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris akan menghasilkan terjemahan “ spirit”.
(Tidak ada pemisahan kata untuk Ghost dalam naskah-naskah Yunani dalam perjanjian baru, dan umat Kristen saat ini menyatakan telah memiliki 24.000 naskah berbeda,namun ternyata tidak ada dua pun yang identik).

-Para editor KJV (The King James Version) atau disebut AV (The Authorised Version) dan DOUAY (versi Katholik Roma) memilih kata Ghost dari pada kata Spirit ketika menterjemahkan “pneuma”.

Para perevisi RSV (Revised Standard Version), versi Injil terbaru, menurut mereka sedang kembali kepada naskah-naskah paling kuno. Mereka menyatakan bahwa para perevisi tersebut adalah sebagai 32 pelajar terkemuka bersama 50 ahli yang bekerja sama ,dengan berani mengganti tafsir dengan kata “Ghost yang teduh” dengan kata Spirit.

Maka kini kita akan membaca Injil dalam terjemahan modern,kalimat “Comforter” adalah “Holy Spirit”. Hal ini membuat pro kontra dan para penyeru dan penginjil Kristen yang berpaham lain dengan keras tetap berpegang teguh kepada tafsir “Ghost”. Mereka tidak akan memilih versi yang lebih baru.

Namun para pembaharu tetap lebih baik dengan versi lama ,KJV dan RCV (Roman Catholic Version). Dengan perubahan baru tersebut,(dalam kata Spirit), ayat dalam penelitian tersebut akan dibaca :

“Tetapi SANG PENGHIBUR, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, dialah yang akan mengajarkan segala hal kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu”. (Injil – Yohanes 14:26).

Maka menyinggung soal perubahan ini,jika kita mencermati dari teks-teks Injil yang lama,akan diketahui bahwa kalimat “Roh Kudus” sebenarnya adalah penambahan.Maka dalam hal segala penambahan, seharusnya dilengkapi dengan TANDA KURUNG, yang menerangkan sebagai kata-kata yang telah ditambahkan ,atau Penekanan telah ditambah.
Padahal dengan adanya para editor RSV yang telah mengadakan perubahan,penambahan dari versi standar dan mempertahankan rangkaian kata yang mengejutkan ini, justru akan menghasilkan makna yang saling berlawanan (simpang siur) dengan ramalan Yesus yang telah jelas ,yakni pada masalah “Penghibur” itu sendiri.

“Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, PENGHIBUR itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”. (lnjil – Yohanes 16: 7).

Sementara orang Muslim sangat mengetahui betul bahwa setiap nabi yang benar datang dari kehendak Tuhan,tetap akan terjadi. Maka tanda-tanda turunnya sang Paracletos atau mau diganti dengan Comforter maupun Holy Spirit sekalipun, seperti yang telah tesiratkan dalam ayat-ayat Injil serta ayat-ayat kitab suci lainnya sebelum Al-Qur’an, tetap merupakan sebagai kebenaran Al-Kitab-Nya,yang menegaskan bahwa hal dimaksud adalah Nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman, tanpa perlu memperumitnya.

-Nama Yohanes,dianggap telah sah dibuat namanya dalam Injil, yang juga menulis 3 surat lagi, yang merupakan bagian dari Injil Kristen. Secara fantastic, Ia telah menggunakan istilah yang sama Holy Spirit untuk Nabi Suci.

“Saudara-saudaraku yang terkasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia”. (InjiI – 1 Yohanes 4:1).

Maka silahkan cermati bahwa kata roh yang digunakan di sini sama dengan seorang nabi. Roh yang benar adalah nabi yang benar, roh yang salah adalah nabi yang salah.Maka, lebih baik mereka memakai Injil C.I Scofields Authorized King James Version yang dengan sebuah Komite editorial dari 9 Doktor Ilmu Theologia menambah catatan dan komentar mereka. Ketika mereka sampai pada kata pertama spirit pada ayat di atas, mereka harus memberi sebuah pemberitahuan untuk membandingkan dengan Matius 7:15 yang menyatakan bahwa nabi yang salah adalah roh yang salah. Jadi berdasarkan Yohanes, roh kudus adalah nabi suci,sebagaimana Yesus dan Muhammad yang merupakan utusan Allah.

“Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia (bukan Tuhan), berasal dari Allah”. (Injil-1 Yohanes 4:2).

Berdasarkan penafsiran Yohanes sendiri pada Yohanes 4:1 di atas, kata roh adalah sama dengan kata nabi. Jadi dalam Yohanes 4:2 Roh Allah akan berarti Nabi Allah dan setiap roh sama dengan setiap nabi.

“Aku akan meminta kepada Bapa; dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang Iain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya”. (Injil – Yohanes 14:16).

Penekanan di sini adalah pada kata yang lain. Lalu siapa penghibur pertama? Dunia Kristen sepakat bahwa dalam ayat tersebut yang berbicara sendiri adalah Yesus Kristus,yang adalah penghibur pertama, kemudian datanglah penghibur yang lainyang juga secara alami, merasakan kondisi yang sama yaitu kelaparan, kelelahan, kesedihan dan kematian.

“Tetapi Penghibur yang dijanjikan ini harus menyertai kamu selama-lamanya. Tidak ada seorang pun hidup selamanya. Yesus meninggal maka Penghibur yang akan datang juga meninggal. Tidak ada anak manusia yang tidak mati”.

Maka dalam Al-Qur’an menyatakan :
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”. (QS.Ali `Imran: 185).

Dalam Lukas pasal 16, Yesus bercerita tentang orang kaya-orang miskin. Ketika meninggal keduanya menemukan diri mereka pada sisi yang berlawanan dimana satu di sorga dan yang lainnya di neraka. Orang kaya (Dives) membara di neraka menangis kepada Ibrahim untuk mengirim si peminta-minta (Lazarus) untuk menghilangkan dahaganya. Tetapi ketika setiap permintaan ditolak, dia meminta Ibrahim mengirim orang miskin tersebut kembali ke dunia untuk memperingatkan saudaranya yang masih hidup terhadap malapetaka yang akan datang jika mereka tidak memperhatikan peringatan Tuhan.

“Kata Ibrahim kepadanya, Jika mereka (yang masih hidup di bumi) tidak mau mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka pasti tidak mau juga mendengarkan meskipun seseorang yang bangkit dari kematian”. (Injil -Lukas 16 : 31).

Yesus mengucapkan fakta di atas beberapa abad sesudah kematian nabi-nabi Israel seperti Jeremiah, Hosea, Zechariah dan lain-lain, dan lebih dari 1300 tahun sesudah Musa. Orang-orang munafik di jaman Yesus dan zaman masa kini masih dapat mendengarkan Musa dan Nabi-nabi tersebut, karena spirit mereka masih hidup, dan selalu menyertai kita melalui ajaran-ajaran mereka.

“Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang Iain, supaya ia menyertai kamu selama lamanya”. (Injil – Yohanes 14:16).

Dengan mengejutkan, umat Kristen melihat tidak ada kesulitan dalam membenarkan pemenuhan ramalan tersebut sejak dunia dimulai dan setelah lebih 1000 tahun ketika Peter pada khotbah keduanya kepada orang-orang Yahudi, mengingatkan mereka :

“Bukankah Musa telah berkata kepada Bapa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu sama seperti aku. Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu”. (Injil – Kisah Para Rasul 3: 22).

Maka,siapakah nabi yang dimaksud?
Nabi Musa? Yesus? Muhammad?

Mari cermati riwayat jati diri Musa :
-Nabi Musa dilahirkan dari Bapak dan Ibu secara alamiah (manusia normal), beristri, meninggal secara alami dan dikubur di dunia. Dan Nabi Musa tidak mengalami kebangkitan kembali, dan Nabi Musa dihormati kaumnya ,sementara Yesus tidak. Nabi Musa memliliki pengikut yang banyak saat hidup dan pernah berperang dll,sementara Yesus pengikutnya tidak banyak dan tak pernah berperang.

Maka dari kriteria diatas jelas bisa ditebak, jika disuruh memilih mana yang lebih dekat, antara Yesus atau Muhammad, pasti jawabannya Nabi Muhammad.

Terdapat sejumlah contoh pada kitab suci Injil tentang kedatangan dan kepergian Roh Kudus, sebelum kelahiran dan keberangkatan Mesias (Yesus). Silahkan cermati referensi berikut ini dalam Injil :

Sebelum Kelahiran Kristus (B.C.) :
1. Dan Ia (Johannes Sang Pembaptis) akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. (Injil-Lukas 1:15)
2. Dan Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus. (Injil -Lukas l:41)
3. Dan Zakaria, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus. (Injil – Lukas 1: 67)

Sesudah Kelahiran Kristus (A.C.):
1. Roh Kudus ada di atasnya (Simon). (Injil – Lukas 2: 25)
2. Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya (Yesus).(Injil – Lukas 3: 22)

Dari kutipan di atas, sebelum dan sesudah kelahiran Yesus, seseorang tidak dapat berhenti memuji Lukas yang tampil menjadi spesialis pada Roh Kudus. Kita lebih baik bertanya pada umat Kristen,

-sesudah turunnya merpati, dengan pertolongan siapa Yesus membuat banyak keajaiban jika tidak karena pertolongan Roh Kudus.
-Biarkan Dia sendiri yang mengatakan pada kita. Ketika dituduh oleh kaumnya sendiri, orang-orang Yahudi, bahwa dia melakukan keajaiban tersebut berserikat dengan Beelzebub (kepala syaitan),
-Yesus menanyakan pertanyaan retoris kepada mereka: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?”
– Orang-orang Yahudi menyalahkan bahwa kesucian Roh ini (Roh Tuhan) yang telah menolongnya, adalah jahat sekali.
-Ini adalah pengkhianatan dari perintah tertinggi. Jadi dia memberi mereka sebuah peringatan yang menakutkan:

“Tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni “. (Injil – Matius 12: 31 ).

Roh Kudus ini tidak lain dari apa yang telah dilukiskan Matius sendiri dalam 3 ayat sebelum mengutip ucapan Tuannya:

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu”. ( Injil – Matius 12: 28 ).

Bandingkan dengan pernyataan yang sama oleh penulis kitab yang lain :

“Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya kerajaan Allah sudah datang kepadamu”. (Injil – Lukas 11: 20).

Dari rangkaian kalimat ayat-ayat diatas tersimpulkan :

Kita tidak perlu belajar Injil lama di Gereja untuk memahami sebuah ekspresi :
(a) Kuasa Allah
(b) Roh Allah dan
(c) Roh Kudus

Karena rangkaian kata diatas adalah sama makna dan satu hakekat. Bahwa Roh Kudus selalu menolong para nabi dan murid-murid Nabi yang berdakwah. Jadi Roh Kudus menolong Yesus dalam kehidupannya/kenabiannya, Roh Kudus tersebut juga menolong murid-muridnya dalam misi dawah dan penyembuhan mereka.

Ini tentunya bukanlah janji kosong. Murid-murid tersebut harusnya telah menerima pemberian Roh Kudus. Jadi jika Roh Kudus ada pada :
(1) Yohanes Pembaptis,
(2) Elisabeth,
(3) Zacharias,
(4) Simeon,
(5) Yesus,
(6) murid-murid Yesus;

Maka semua ini membuat perkataan,

“Jikalau Aku tidak pergi, dia tidak akan datang kepadamu menjadi tak berarti”.

Artinya, “sang Penghibur” yang di maksud dalam ayat-ayat Injil tersebut diatas itu bukanlah Roh Kudus. Sebab jika “sang Penghibur “ dirubah tafsirnya sebagai “Roh Kudus”,maka akan semakin membuat jauh kesesuaian dari ayat yang satu dengan ayat lainnya.Bukankah Roh Kudus sudah ada sebelum Yesus dan pada saat Yesus ada didunia. Apalagi jika dikaitkan pada doktrin Trinitas yang menyatakan Bahwa Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Roh Kudus adalah suatu kesatuan tak terpisahkan, tentu akan menjadi lebih membingungkan lagi jika Sang Penghibur yang akan datang adalah Roh Kudus. Bukankah Roh Kudus sudah menyatu dengan Yesus saat itu?

Coba kita cerna apa yang pernah dikatakan oleh Yesus berikut ini :

“Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya”. (Injil – Yohanes 16:12).

Pada kata : ”kamu belum dapat menanggungnya”, maka maksud dari kalimat itu pembuktiannya diulang secara monoton di seluruh halaman-halaman Perjanjian Baru sbb :

-“Yesus berkata kepada mereka (murid muridnya), Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya”. (Injil – Matius 8: 26)
-“Dan Yesus berkata kepadanya (Petrus): Hai orang yang kurang percaya”. (Injil – Matius 14: 31 ).
-“Dia (Yesus) berkata kepada mereka (murid-muridnya): kamu yang kurang percaya, Mengapa kamu memperbincangkan?” (Injil – Matius 16: 8).
-“Lalu kata-Nya kepada mereka (murid-muridnya), Dimanakah kepercayaanmu?” (Injil – Lukas 8: 25)

Kata-kata dalam ayat-ayat diatas tidaklah Yesus menujukan keragu-raguan atas orang-orang Yahudi, tetapi atas orang-orang pilihannya sendiri (murid-muridnya). Dia merendah hingga sampai seperti anak kecil yang merengek,untuk meyakinkan muridnya namun tetap tidak membuat itu berhasil dan bahkan sepertinya Yesus pada akhirnya mengungkapkan rasa “frustasi”nya :

“Jawab Yesus, Kamupun masih belum dapat memahaminya”. (Injil – Matius 15:16).

Hingga sampai pada batas kemasygulan, Yesus mengecam orang-orang pilihannya :

“Hai kamu generasi yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu?” (Injil – Lukas 9: 41 ).

Keluarganya berfikir Yesus Gila. Saudara-saudaranya sendiri pun tidak mempercayainya (Yohanes 7: 5). Faktanya mereka menginginkan yang lebih luas untuk memahaminya, berkeyakinan bahwa dia gila.
Maka pada rangkaian riwayat dalam ayat-ayat ini dapat disimpulkan bahwa sebenarnya bangsanya telah mengejeknya, mencaci makinya dan dengan berapi-api menolaknya. Lebih dari itu mereka berusaha untuk menyalibnya.
Kini hampir selama 2000-an tahun meski sekarang sangat cinta dan fanatik terhadap Kristen, mereka secara keseluruhan pada awalnya adalah kaum yang tidak pernah dapat menerima Yesus sebagai juru selamat mereka, pengantar mereka, Tuhan mereka.
Mengapa?
Karena kentalnya faham egosentris mereka , Bahwa tidak pernah ada seorang Yahudi dapat menerima Yahudi yang lain sebagai Tuhan.

Hanya dalam Islam /Al-Qur’an lah, orang-orang Yahudi, Kristen dan Islam dapat menemukan penyelesaian.

-Sebab hanya dalam Islam/Al-Qur’an mengajari untuk mempercayai Yesus ,bahkan nama Nabi dan para Rasul sebelumnya yang sebagai fitrah selayaknya manusia yang agung dan mulia,yakni dalam kedudukannya sebagai manusia pilihan yang menjadi utusan-utusan Tuhan.Dan melarang sangat keras untuk men-Tuhankan mereka.

Nabi Isa AS

KATA “ROH” DALAM KEINJILAN ADALAH SINONIM DENGAN NABI :

Ketika murid-murid Yesus selalu salah paham terhadapnya dan perbuatannya,diantaranya :
– Menginginkannya menurunkan api dari sorga;
-Menginginkannya menyatakan dirinya sebagai Raja orang-orang Yahudi;
-Menginginkannya duduk pada tangan kanan dan kirinya dalam kerajaannya,
-Menginginkannya menunjukkan Bapa kepada mereka; hingga dapat melihat Tuhan;
-Menginginkannya melakukan sendiri, apa saja dan segala sesuatu yang bertentangan dengan rencana besarnya.

Maka hal ini adalah menunjukkan bagaimana mereka memperlakukan Yesus selama dakwahnya,sampai pada akhirnya, mereka semua meninggalkannya, serta melarikan diri.
(Dikutip dari Sayed Amir Ali dalam bukunya The Spirit of Islam halaman 31).

-Adalah tidak beruntung bahwa Yesus tidak mempunyai pilihan yang nyata dalam memilih murid-muridnya. Mereka mengecewakannya padahal belum pernah ada sekelompok lain yang taat yang telah mengecawakan nabi mereka sebelum itu. Dan itu bukanlah kesalahan Yesus. Dia meratapi keadaannya:

“ Roh memang penurut, tetapi daging lemah”. (Injil-Matius 26: 41).

-HIngga akhirnya Yesus sesungguhnya mensiratkan bahwa masanya telah berakhir atau pada bahasa hakekatnya bahwa Tugas Yesus disudahi oleh Tuhan cukup sampai di sini saja karena begitu hebatnya tekanan dan ancaman kaum Yahudi dan Tuhan telah berkehendak menurunkan penggantinya.
Maka sebenarnya Yesus telah mensiratkan bahwa Ia meninggalkan tanggung jawab itu kepada penerusnya,jadi orang yang Ia sebut di sini dengan “Roh kebenaran” yaitu Nabi kebenaran, Nabi keadilan yang akan melanjutkan dakwahnya.

Kenyataannya, secara ke-Injil-an, kata Roh digunakan secara sinonim dengan Nabi, oleh penulis yang sama dalam Yohanes 4:1, Di sini Roh kebenaran akan menjadi Nabi kebenaran. Seorang nabi yang padanya kebenaran dipersonifikasikan. Dia menjalani seluruh hidupnya dengan begitu terhormat dan tekun, dia telah mendapatkan gelar mulia As-Siddiq (orang yang jujur) dan Al-Amin, yang lurus,dapat dipercaya; bahkan oleh para penyembah berhala di negaranya. Orang yang dapat dipercaya, yang tidak pernah berbohong. Hidupnya, kepribadiannya serta ajarannya benar-benar membuktikan bahwa Muhammad adalah penjelmaan dari “Roh Kebenaran” (Al-Amin) .

INDIKASI LAIN :
-Penghibur Adalah Seorang Pria. Jika kita bebas mengutip ramalan yang sedang di paparkan ini, dengan penekanan pada kata ganti, maka tak perlu ada bujukan bahwa sang Penghibur yang akan datang adalah seorang pria dan bukan roh dalam arti roh secara harafiahnya.

Perhatikan ayat berikut :

“Howbeit when He, the Spirit of Truth, is come, He will guide you into all truth: for He shall not speak of Himself; but whatsoever He: shall hear, that shall He speak: and He will shoow you things to come”. (Injil – Yohanes 16: 13).

Silahkan hitung jumlah He pada ayat di atas. Terdapat tujuh buah. Tujuh kata ganti pria dalam satu ayat. Tidak ada ayat lain dalam 66 kitab Injil Protestan atau dalam 73 kitab Injil Katholik dengan tujuh kata ganti pria, atau 7 kata ganti wanita, atau 7 jenis netral.Kita akan menyetujui tanpa reserve bahwa begitu banyaknya kata ganti pria dalam satu ayat,maka itu tidak sesuai untuk Roh.

Yang mengherankan lagi ketika masalah 7 kata ganti pria dalam sebuah ayat pada Injil versi Urdu baru-baru ini diubah menjadi She, She, She,dengan maksud agar umat dan para penelusur riwayat tidak dapat menyatakan bahwa ramalan tersebut mengacu kepada Muhammad sebagai seorang pria. (Ketidakjujuran yang umum dilakukan oleh para oknum misionaris), lebih khususnya dalam bahasa daerah. Sebagaimana dalam Injil Afrika, pada ayat yang didiskusikan, mereka telah mengubah kata Trooster (penghibur) menjadi Voorspraak (penengah), dan menambahkan rangkaian kata -die Heilige Gees- artinya Roh Kudus, rangkaian kata yang para sarjana Injil tidak pernah berani menambahkannya ke dalam bermacam-ragam versi Inggris. Tidak, Bahkan Jehovah Witnesses sekalipun.

http://www.answering-islam.org/Bahasa/Risalah/risalah04.html

Kitab langit2

KEASLIAN AYAT-AYAT DALAM INJIL PADA AKHIRNYA DIMUNCULKAN TUHAN DALAM AL-QUR’AN :

QS.7.Al- A’raaf :157
“Iaitu orang-orang yang mengikut Rasulullah (Muhammad s.a.w.) Nabi yang Ummi, yang mereka dapati tertulis (namanya dan sifat-sifatnya) di dalam Taurat dan Injil…. “

QS.61.Al- Saff :6
“… Nabi ‘Isa ibni Maryam berkata: ‘Wahai Bani Isra’il, sesungguhnya aku ini Pesuruh Allah kepada kamu, mengesahkan kebenaran Kitab yang diturunkan sebelumku, iaitu Kitab Taurat, dan memberikan berita gembira dengan kedatangan seorang Rasul yang akan datang kemudian daripdaku – bernama: Ahmad’ “

Semoga menjadikan cakrawala ilmu pengetahuan.
Salam cahaya-Nya,

Kelana Delapan Penjuru Angin,
Lembah Teluk Pucung,28 Agustus 2013
CopyRights@2013

Sumber :
-Risalatu Muhammaddin-K.H. M. Syamsuddin-Kranggan-Jateng

-http://reviewofreligions.blogspot.com/2012/05/berita-datangnya-nabi-muhammad-di.html
-http://hendrasmara.wordpress.com/2009/12/25/salinan-kitab-hindu-yg-telah-diterjemaahkan-bahasa-kewujudan-nabi-muhammad-saw/#more-76
http://www.answering-islam.org/Bahasa/Risalah/risalah04.html
http://mualaf-alhamdulillah.blogspot.com/2012/09/inilah-alasan-kuat-bahwa-seluruh-umat.html
-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI
-PL / PB

**TEORY MENEMBUS LORONG WAKTU BERSUMBER DARI AL-QUR’AN**

supermassive_black_hole3
INGIN UMUR AWET MUDA,SEHAT DAN ANTI PENYAKIT?

ATAU INGIN MENGALAMI KEHIDUPAN RATUSAN TAHUN DIMASA DEPAN ?

RAHASIANYA ADA DI AL-QUR’AN.

KISAH 7 PEMUDA ASHABUL KAHFI MENJADI ACUAN TEORY MENEMBUS LORONG WAKTU OLEH PARA ILMUWAN.

Salam sejahtera sahabat budiman semua,

Semua orang takut mengalami penyakit,penuaan,keriput dan renta tak berdaya.Tetapi sayangnya semua orang tak mampu menghindari itu semua.

Namun beberapa hamba-Nya ada yang telah diberi karunia kesehatan,berumur panjang , awet muda dan anti penuaan,bahkan ada yang masih hidup dari sejak dulu zaman Adam hingga sekarang,seperti yang dikisahkan dalam Al-Qur’an diantaranya adalah :

1.Nabi Adam,mengalami usia hingga 1000 tahun.

2.Nabi Idris ,hingga kini masih hidup di langit ke empat

3.Nabi Nuh, mengalami usia hingga 950 tahun

4.Nabi Khidir ,adalah salah satu anak Adam dari Nabi Tsits namun hingga sekarang masih hidup dan berkelana memberi pengajaran hikmah pada hamba-hamba-Nya tertentu.

5.Nabi Ilyas dan Nabi Isa AS,hingga kini masih hidup di langit ke dua beribadah sepanjang harinya.

6.Dan lain-lainnya, seperti kisah pemuda Ashabul Kahfi ,Nabi Isa AS serta Nabi Muhammad yang pernah mengalami perjalanan menembus waktu dalam peristiwa Isra ’Mi’raj.

timetunnel2

KINI,AWET MUDA,ANTI PENUAAN DAN MENEMBUS LORONG WAKTU MULAI DAPAT DIJELASKAN SECARA ILMIAH :

I.PENJELASAN ILMIAH PADA RIWAYAT 7 PEMUDA ASHABUL KAHFI :

Pada riwayat Ashabul Kahfi yang mengalami menembus waktu dan memasuki kehidupan pada zaman 309 tahun kemudian,

Berikut uraian ilmiahnya oleh ilmuwan Fisika Quantum:

Berdasar info dalam Al-Qur’an :

“ (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo’a: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” [QS.18.Al-Kahfi :10]

“Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu”. [QS 18.Al-Kahfi :11]

“Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami bolak balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka”. [QS.18.Al-Kahfi :18]

“Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)”.Mereka menjawab: “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari”.Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi kekota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun”. [QS.18.Al-Kahfi :19]

“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)”. (QS.18.Al-Kahfi :25]

Maka sebuah pertanyaan besar muncul :

Mengapa ayat Al-Qur’an tersebut menggunakan kalimat,” mereka dibolak balik? “,dimana pada ketika turunnya ayat tersebut 1400 tahun lalu tentu membuat umat manusia kala itu tak paham betul.

Sedangkan kini telah terungkap ilmu pengetahuan tentang “Teory perputaran,Relatifitas,Teory Arus Electric,Teory Turbulency,dsb” yang sehingga dapat memberi penjelasan makna kalimat dalam ayat tersebut.

“…Kami balik-balikkan mereka kekanan dan kekiri…” yang berarti mereka di dalam gua mengalami gaya gerak (digerakkan) atau mengalami gaya putaran.Maka pada saat itu telah terjadi peristiwa yang berkaitan dengan Teory Relatifitas,yaitu adanya gaya putar dengan kecepatan tertentu.Berapa kecepatan mereka, sehingga mereka dapat hidup megalami menembus waktu dan melintasi zaman?

Dari data-data Al-Quran,berikut hasil paparan ahli analisis untuk menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus pembuktian kebenaran riwayat Ashabul Kahfi.

(Note: Paparan dibawah ini sebagian aku copas dari artikel di sebuah blog,banyak yg menulisnya entah siapa namun aku ucapkan terimakasih pada mereka yg telah menulisnya,kemudian aku intisarikan dengan bahasa yang mudah untuk kita pahami bersama,maklum aku bukan seorang ahli fisika)

Dari Al-Quran diperoleh data bahwa waktu menurut mereka (Ashabul Kahfi yang mengalami gaya gerak) adalah dapat diproyeksikan ke dalam sebuah rumus :

t0 *t=t

t0=1 hari.

*t=waktu tempuh t = 309 tahun .

= 109386 hari (Dalam tahun Qomariah,1 tahun = 354 hari).

Dan jika nilai t1 dan t0 dimasukkan kedalam rumus :

Maka,kecepatan gaya putar yang dialami oleh Ashabul Kahfi mencapai :

V2 = 0,99999.C2
V = 0,999999C

Ini adalah kecepatan gerak yang mendekati kecepatan cahaya, maka ini membuktikan bahwa peristiwa tersebut sangatlah masuk akal untuk terjadi (Fisika).

Ditambah dengan suatu pertanyaan kembali,

Mengapa ayat berikutnya menggunakan kalimat,”jika orang melihat mereka,akan ketakutan?”

“…Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka…”

Seperti penjelasan teori relativitas diatas, bahwa jika suatu benda bergerak dengan kecepatan tinggi maka selalu mengalami Dilatasi waktu juga mengalamai kontraksi panjang dengan perumusan ;

Jika V mendekati kecepatan cahaya, maka nilai L1 ( panjang benda yang diamati oleh kerangka acuan yang berbeda) akan mendekati nol. Ini berarti Ashabul Kahfi sudah hampir tidak terlihat wujudnya jika ada orang yang melihatnya dari luar.

Namun bahwa mereka digerakkan ke kanan dan ke kiri , yang berarti mereka bergerak bolak balik, sesuai dengan teori fisika bahwa sebuah benda yang bergerak dengan arah yang berlawanan dengan arah semula, maka benda tersebut akan mengalami “Berhenti sesaat” sebelum berbalik arah. Pada saat berhenti sesaat ini, maka panjangnnya akan kembali seperti semula. Sehingga setiap saat mereka akan berubah dari ukuran semula… mengecil… menghilang… membesar… kemudian kembali ke ukuran semula. Begitu seterusnya. Dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bisa dibayangkan bagaimana wujud mereka. Tentulah sangat menakjubkan,bahasa Al-Quran nya=dapat membuat takut.

Yakni karena gerakan bolak balik mereka berkecapatan cahaya,sehingga tidak dapat diikuti oleh penglihatan mata jasad,saking cepatnya seolah bagi yang melihat itu seperti melihat sosok manusia yang sedang berdiam (posisi yoga ataupun terbaring diam),tiba-tiba berubah mengecil,menghilang,kemudian muncul lagi membesar lagi seperti bentuk semula,terus menerus begitu.(Bagaimana ga takut jika ada yang melihat?)

(takut bagi yang tak paham-benar-benar luar biasa ayat ini)?

Kemudian timbul sebuah tanda Tanya besar,yakni mengapa telinga mereka ditutup?

gua-ashabul-kahfi1

Ini berkaitan dengan Teory Effect Getar /Resonansi gelombang suara.

Fisika modern telah diketahui bahwa bunyi ditimbulkan dari suatu benda yang bergetar atau bergerak dan getaran benda itu merambat melalui udara yang jika dalam kekuatan besar dapat menggetarkan udara maupun benda-benda fisik disekitarnya atau pada obyek yang sedang mengalami gaya putar dahsyat.Selanjutnya udara tersebut menggetarkan selaput telinga, gendang telinga yang frekwensigetarannya sama dengan getaran frekwensi getaran benda, maka kita dapat mendengarbunyi.

Namun apabila suatu benda bergerak diatas kecepatan suara, maka akan terjadi patahan gelombang suara (supersonic fracture) yangmenimbulkan ledakan suara yang luar biasa kuatnya, bahkan dapat mengakibatkan pecahnya kaca dan bangunan-bangunan sekitarnya. Misalnya pada pengemudian pesawat supersonic yang membuat effect suara yang meledak-ledak dahsyat.

Begitulah contoh:

Ketika kita naik pesawat terbang,jika kita berada diluar dekat pesawat,maka suara pesawat akan dapat memecahkan gendang telinga kita.

Demikian pula dengan Ashabul Kahfi. Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwa gerakannnya mendekati kecepatan cahaya sehingga juga berlaku terjadinya patahan-patahan gelombang suara, yang akan menimbulkan effect ledakan suara bagi yang bersangkutan,seperti halnya kita berada dalam dekat pesawat supersonic. Oleh karena itu sesuai dengan Al-Qur’an Surat.18. Al Kahfi :11, telinga mereka ditutup selama beberapa tahun, ternyata guna melindungi gendang telinga meraka dari ledakan-ledakan suara supersonic,yang hanya terasakan oleh mereka namun tidak bagi orang di luar area itu.(Bahasa,”telinga mereka ditutup”,menurut bahasa fisikanya adalah terjadinya gaya kompresi).

Maka pada sebuah benda hidup jika mengalami /memasuki gaya perputaran dengan kecepatancahaya,akan mengakibatkan terhentinya segala aktifitas biologis pada makhluk hidup tersebut,dan mengalami gaya 0 grafitasi yang akan “me-non aktifkan”aliran darah,syaraf dan metabolism tubuh,sehingga menjadi bersifat“freeze”,beku atau awet (konstan),namun tetap hidup.

Sehingga ternyata apa yang dialami oleh Ashabul Kahfi itulah menjadikan mereka “freeze”(konstan) dan ketika masa gaya putarnya terhenti membuat kesadaran mereka kembali namun tak menyadari bahwa “diam”nya mereka ternyata telah berlangsung selama 309 tahun,maka begitulah mereka dapat mengalami menembus waktu hingga 309 tahun di masa depan dg kondisi masih awet muda seperti usia pada 309 tahun sebelumnya.

Bouraq

II.PENJELASAN ILMIAH PADA PERJALANAN MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW :

Demikian pula apa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW adalah terjadinya peristiwa menembus lorong waktu dengan pesawat superlight milik Sang Pencipta (Bouraq),yang mampu menembus jalur cosmic bintang-bintang di langit angkasa raya jauh,dengan jarak milyaran tahun cahaya hanya dalam waktu semalam bolak balik dan sehingga mengalami peristiwa yang terjadi di masa ribuan tahun ke depan bahkan apa yang terjadi dimasa akherat nanti.

TEMUAN ILMIAH MODERN :

Pada teory gravitas Isaac Newton.

1.Jika sebuah objek yg dilemparkan tegak lurus ke atas, maka ia akan terlepas dari pengaruh gravitasi Bumi setelah mencapai kecepatan lebih dari 11 km/s.

2.Di dalam kaidah fisika, besaran gaya gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak atau dirumuskan :

F µ 1/r2.

3.Ingatlah bahwa cepat rambat cahaya di angkasa luar mencapai 300 juta meter per detik.

4.Pada gaya lontaran maha cepat akan membuat ketentuan-ketentuan soal jarak dan waktu berlaku hukum kebalikan / gaya Lorent.

5.Kemudian Albert Einstein memperkenalkan Teori Relativitas Umum. Einstein menunjukkan bahwa massa dapat membuat ruang waktu melengkung/ terlipat,semakin besar massa, semakin melengkung ruang waktu.

6.Pada pusat-pusat galaxy di angkasa raya terdapat keberadaan Wormhole yang erat kaitannya dengan Blackhole,adalah sebuah obyek alam semesta yang dikenal memiliki gravitasi amat kuat. Wormhole itu menghubungkan antara sebuah blackhole (luban ghitam) dengan sebuah whitehole (lubang putih). Blackhole sendiri adalah radiasi gravitasi positif dengan gravitasi menekan apa saja ke dalam pusatnya sedangkan Whitehole adalah radiasi gravitasi negatif yang memuntahkan apa saja.(bertolak belakang).

7.Maka menurut batasan fisika-modern, Wormhole adalah bagian dari alam semesta yang dapat digunakan sebagai jalan pintas perjalanan yang sangat jauh,namun letaknya hingga kini belum bisa diketahui. Fenomena ini adalah semacam lorong magnetik yang di dalamnya memiliki gravitasi kuat yang mampu menarik apapun yang masuk ke dalamnya kemudian mendorongnya ke ujung lorong yang lain hanya dalam beberapa saat Langsung sampai, kemudian yang dimaksud dg ”ujung lorong lain”adalah pintu dari alam semesta paralel kita,atau bisa juga pintu-pintu rahasia alam semesta lain di gugusan galaksi .

8.Teknologi tentang Lorong Waktu ,pada sebuah makalah riset di tahun 2005 mengemukakan bahwa selama manusia dapat meneliti dan menciptakan ”generator penembus lorong waktu” maka akan dapat merealisasikan impian perjalanan dari bumi ke planet mars hanya membutuhkan waktu 3 jam. Bahkan terbang menuju ke planet di luar dengan jarak 11 tahun cahaya juga bisa ditempuh hanya dalam waktu 80 hari.Seperti diungkapkan majalah New Scientist edisi Januari 2006 lalu bahwa dasar teori ”generator penembus lorong waktu” adalah ”multi dimensi”. Sebuah teori struktural alam semesta yang penuh perdebatan. Dan yang pertama kali dikemukakan oleh fisikawan Jerman bernama Burkhard Heim pada 1950-an menyebutkan bahwa jika ”generator penembus lorong waktu” menghasilkan sebuah medan magnet atau medan gravitasi yang cukup kuat, maka benda yang berada di ruangnya seperti pesawat antariksa akan ”masuk”ke sebuah ”multidimensi” lain yang berbeda.

9.Bahkan Prof.Hazhe mengatakan bahwa ”generator penembus lorong waktu” dapat digunakan untuk mengadakan perjalanan antar planet antara galaksi yang tidak sama. Menurut konsepnya, ”generator penembus lorong waktu” dapat mempercepat perjalanan manusia ke angkasa secara signifikan.

Maka dari penjelasan ilmiah modern tersebut,apa yang terjadi pada perjalanan Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut :

1.Bahwa Nabi Muhammad SAW dapat menembus lorong waktu karena menggunakan sarana alat (Pesawat super canggih dengan kecepatan mega cahaya),atau pada penjelasan ilmiah diatas adalah Bouraqnya sebagai “Generator penembus lorong waktu”,yang dipiloti oleh Jibril sehingga mampu menembus lapisan-lapisan langit ke 7 (baca: menembus jalur Whitehole antara Wormholes dan Black Holes dipusat—pusat Galaxy),yang berjarak milyaran tahun cahaya.

2.Bahwa obyek yang terlontar dan mengalami gaya putar sangat cepat itu (baca:yang terbang ke atas),bukanlah Nabi Muhammad SAW dan Jibril,tetapi obyeknya adalah pesawat itu sendiri (Bouraq-berasal dari kata Al-Birque=kilat),sehingga Muhammad dan Jibril hanyalah sebagai “penumpang” yang berada dalam peswat tersebut yang tidak akan merasakan pengaruh effect gaya grafitasi ataupun turbulency,

(Hal ini sama seperti seseorang yang menumpang pesawat jet dengan kecepatan tinggi,ia merasakan nyaman saja dalam pesawat,kemudian dalam waktu singkat tak terasa sampai pada kota tujuan yang berjarak ribuan kilometer.Nah ketika sampai di kota tujuan ia dapat menyaksikan segala aktifitas kehidupan dikota tersebut pada saat itu,yang tidak dapat iaalami atau terlihat ketika ia masih di kota asal beberapa jam lalu).

3.Sehingga apa yang dialami oleh nabi Muhammad SAW adalah :

-Sesuai dengan kaidah fisika,yakni mengalami besaran gaya gravitasi yang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak,yang dirumuskan dg : F µ 1/r2,dan mengalami gaya cepat rambat cahaya di angkasa luar dengan kecepatan lebih dari jutaan kilo meter/detik,sehingga berlaku gaya lontaran maha cepat yang membuat hukum-hukum jarak dan waktu mengalami hukum kebalikan / gaya lorent dan mengalami gaya relatifitas yakni terjadinya massa ruang waktu melengkung/ terlipat dengan singkat.(baca: menembus waktu lain pada dimensi lain).

(Pantesan Nabi Muhammad dahulu di cap sebagai orang gila oleh masyarakat Arab yang tidak beriman,karena ternyata berkaitan dengan otak manusia yang kerdil di masa itu atau menilai sesuatu tidak dengan kacamata ilmu pengetahuan).

4.Bahwa sebelum Nabi Muhammad SAW “diajak”melakukan perjalanan menembus waktu tersebut ke angkasa raya yang jauh,maka sebelumnya telah dilakukan operasi bedah“pencucian dada” Muhammad oleh Jibril dengan menggunakan air zam-zam,maka bermakna bahwa Muhammad diberi/dibekali latihan fisik dan pshicologis terlebih dahulu guna kesiapan dan kekuatan mental spiritual nanti melakukan perjalanan berat dan jauh,yang tak akan dapat sukses jika kondisi mental fisiknya lemah.

(maka hal demikian sama dengan prosedur modern saat ini dimana setiap calon astronot harus mendapatkan atau melakukan test uji fisik dan mental dengan latihan-latihan berat serta ketat berbulan-bulan,guna kesiapan mereka terbang menempuh jarak jauh dari bumi ke angkasa luar).

(Maka dalam hal melakukan perjalanan menembus waktu seperti paparan tersebut diatas, juga dialami pada Nabi Isa,Idris dan Khidr).

NABI KHIDR atau (Melkisedek-Injil-Ibr.7:1)

Khusus Nabi Khidr, pada waktu-waktu tertentu Beliau mengadakan perjalanan terbang (kemungkinan bersama pesawat Malaikat), memasuki angkasa luar dg kecepatan cahaya,kemudian sesekali turun ke bumi ,berkelana secara misterius memberi pengajaran hikmah pada hamba-hamba-Nya tertentu….oleh karena itulah Nabi Khidr masih awet sekarang dan dapat menembus waktu di zaman apapun hingga hari kiamat tiba.

Black Hole3

III.HIKMAH MENEMBUS LORONG WAKTU YANG DIKISAHKAN DALAM AL-QUR’AN,BAGI UMAT UMUMNYA :

Kita sebagai umat manusia pada umumnya yang tidak termasuk sebagai hamba-hamba-Nya yang diberi karunia dapat menembus lorong waktu ke masa depan ataupun awet muda dengan berumur ribuan tahun,maka ternyataTuhan juga tak pelit-pelit amat untuk kita dapat ikut merasakan setidaknya mengalami hidup dengan sehat dan awet muda dengan tidak cepat mengalami keriput dan renta secara cepat yang menurut kapasitas kita,yakni :

Ternyata ilmunya juga dapat kita peroleh dari hikmah-hikmah ayat Al-Qur’an.

BERIKUT RAHASIA AGAR TETAP BERUMUR SEHAT DAN AWET MUDA TANPA MENGALAMI PENUAAN SECARA SINGKAT SESUAI INFORMASI DALAM AL-QUR’AN :

Rama-Krsina2

DILAKUKAN DENGAN CARA PROSES BERTAHAP NAMUN KONTINUE:

1. Ketika ilmu medis merekomendasikan untuk menjalani pola hidup sehat dan awet muda dengan memakan makanan sehat,seperti bahan harus bersih,jauhi lemak berlebihan,tanpa bahan pengawet,makanan segar,sayuran,buah-buahan dan teratur pola makannya.

http://polahidupsehat.net/

-Maka Tuhan dalam Al-Qur’an memerintahkan kita untuk berpola hidup yang baik dan memakan makanan yang halal juga Thoyyiban (sehat,baik).

Pantesan Allah selalu mengingatkan kita untuk berpola hidup sesuai ayat ini :

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah,jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”.(QS. 16. An Nahl:114) ,ayat senada : (QS. 20. Thaahaa:81),dll

2.Ketika ilmu medis mengatakan,bahwa seseorang jika ingin sehat dan awet muda,maka harus banyak aktifitas gerak serta rajin berolah raga.

-Maka Al-Qur’an memerintahkan kita untuk giat bekerja,rajin dan disiplin melaksanakan sholat,serta perbanyak silaturahmi.Maka ternyata para ahli analisis masa kini menyebutkan bahwa pada gerakan-gerakan dalam sholat terdapat gerakan sinergis setara dengan melakukan sport selama 4 jam yang dapat melancarkan metabolism tubuh dan membuat kondisi syaraf maupun biologis seseorang menjadi terbarukan,sehat dan dapat membuat seseorang awet muda.Demikian juga dengan perintah untuk kita giat bekerja dan saling bergerak kunjung mengunjungi dalam silaturahmi yang ternyata mengandung faedah banyak gerak/aktifitas yg pada gilirannya akan membuat kelancaran metabolism secara fisik maupun psiokologi.

-Juga Al-Qur’an memerintahkan umat Islam yg mampu untuk mengadakan perjalanan ke Mekah / Naik Haji,mengelilingi Ka’bah,ternyata mengelilingi Ka’bah adalah melakukan gerak Fisika,yg memuat faedah menyehatkan jasmani dan ruhani,awet muda da panjang umur..

-Pantesan Allah selalu mengingatkan kita untuk giat bekerja,Sholat dan silaturahmi serta berhaji :

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”.(QS.62. AlJumu’ah:10)

Pantesan Allah memerintahkan berhaji (bagi yg mampu,yg tidak mampu Alloh menggantinya dg sholat Jum’at serta ibadah khusyu’ yg nilainya setara dg Haji).

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata ( diantara ) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya ( Baitullah itu ) menjadi amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah maha kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) dari semesta alam. ( QS. Ali Imran : 97 ).

Ali r.a meriwayatkan dalam sebuah hadist SAW,

“Barangsiapa yang mengambil tanggung jawab atas suatu perkara, aku akan menjamin baginya empat perkara.Barangsiapa bersilaturahmi, umurnya akan dipanjangkan, kawan-kawannya akan cinta kepadanya, rezekinya akan dipalangkan, dan ia aman masuk ke dalam surge”.

3. Ketika ilmu medis memaparkan temuan bahwa seseorang jika ingin sehat dan awet muda,maka lakukan puasa,sebab dengan puasa akan membuat keadaan :

- Keseimbangan anabolisme dan katabolisme, Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah,Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel ,Pembaruan pada sel darah manusia akan dinamis dan menjauhkan penyakit diabetes, Penurunan glukosa dan berat badan,Bermanfaat Bagi Jantung, efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang, Bermanfaat dalam pembentukan sperma, Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual, Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis, Memperbaiki kondisi mental secara bermakna, Menurunkan adrenalin,dsb.

-Pantesan Allah dalam Al-Qur’an menyuruh kita untuk melaksanakan kewajiban berpuasa.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.(QS. 2. AlBaqarah:183)

4.Ketika Dokter ahli psikologi memaparkan bahwa mengumbar rasa benci dan emosional yang berlebihan akan membuat kontraksi syaraf otak dan hati bekerja terlalu berat dan dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada syaraf tersebut,sehingga akan mengakibatkan gangguan kesehatan serta menjadikan seseorang lebih cepat mengalami proses penuaan.

-Maka ternyata Allah dalam Al-Qur’an memerintahkan kita untuk selalu berdzikir,berlaku ikhlas,sabar dan tawakal,Tidak gampang marah,suka membenci :

أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah,hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang”.(Q-S Ar-Ra’d:28).

“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan)agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar”.(QS. 4. An Nisaa':146)

“Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan duaratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”.(QS.8. Al Anfaal:66)

-Pantesan Allah mengingatkan kita untuk selalu berdzikir,berlaku ikhlas , sabar dan jangan suka membenci yang ternyata dapat menghilangkan rahmat. (=karunia hidup sehat,awet muda dan berkah).

“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”.(QS. 108. Al Kautsar:3)

Dengan ayat-ayat tersebut ternyata rahasianya bahwa Tuhan menghendaki agar umat manusia yang beriman selalu sehat kuat dan awet muda sehingga dengan secara otomatic pula akan menguatkan serta meneguhkan golongan hamba-hamba-Nya yang baik dan berqualitas, agar selalu dapat menjalankan ibadah dan mengabdi kepada-Nya,dengan khusyu’ dan dalam masa yang panjang, (dikaruniai kesehatan,awet muda dan umur yang berkah).

O,my God…kini ilmu pengetahuan telah membuka mata kami akan kebenaran-Mu yang telah Engkau siratkan dalam ayat-ayat suci-Mu….betapa kami memang manusia lemah yang kadang tak mengerti akan kebesaran-Mu,…ampuni kami ya,Rabb….Tuhan Penguasa Semesta Alam…

Semoga bermanfaat,

Mohon maaf lahir batin,Selamat hari raya Iedul Fitri 1434 H.

Salam Time Tunel…

Kelana Delapan Penjuru Angin,

Jakarta,10 Agustus 2013

CopyRights@2013

Sumber :

-Risalatu Ashabul Kahfi karya K.H.M.Syamsuddin-Kranggan-Jateng.

-Kitab Fafiru dan Daqo’

-http://reviewofreligions.blogspot.com/2012/10/melkisedek-adalah-nabi-khidir.html

- http://alternatifmasadepanpras.blogspot.com/2013/02/jelajah-alam-semesta-big-bang-wormhole.html

-http://pustaka.abatasa.co.id/pustaka/detail/hikmah/allsub/947/20-mukjizat-puasa-terhadap-kesehatan-manusia.html

- http://www.astronomi.us/search/label/Fisika

-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI

-http://detikislam.blogspot.com/2011/02/siapakah-sebenarnya-7-pemuda-dalam.html

**AWAL PERADABAN MANUSIA MENGENAL BERCOCOK TANAM PADI DI SAWAH LADANG **

INDONESIA ADALAH BANGSA BESAR DIMASA LALU?

KEBERADAAN BANGSA INDONESIA ADA DISEBUT DALAM AL-QUR’AN?

Atlantis

Ilustrasi diatas adalah sketsa Kota Atlantis Yang Hilang yang Ternyata menghebohkan adalah penelitian yang dilakukan oleh Aryso Santos, seorang ilmuwan asal Brazil. Santos menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia. Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku “Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

see more et :

http://artikelq.weebly.com/kota-atlantis-ada-di-indonesia.html

Jika demikian memang adanya,maka betapa Indonesia adalah bangsa yang besar dan bangsa yang umatnya begitu penuh dengan karunia Tuhan dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia dimasa lalu.Namun entah pada suatu lingkaran masa sepertinya karunia kemakmuran bangsa Indonesia dahulu seolah tercabut.

Maka perlu menjadikan suatu renungan kembali bahwa disamping bangsa Indonesia disinyalir sebagai lokasi kota yang hilang ATLANTIS,juga Indonesia menurut ahli sejarah purba telah dikaruniai Tuhan sebagai pemula atau awal memiliki peradaban bercocok tanam padi sejak ribuan tahun lalu.

AWAL PERADABAN MANUSIA MENGENAL BERCOCOK TANAM PADI DI SAWAH LADANG BERASAL DARI INDONESIA RIBUAN TAHUN LALU

Nasi merupakan makanan pokok yang sangat kaya akan gizi dan protein.Dapat diolah menjadi berbagai masakan yang dapat digabung dengan bahan makanan lain.Disamping itu beras/nasi berperan penting dalam jamuan pada setiap acara tradisional serta keagamaan.
Maka nasi bermula dari beras,dan beras bermula dari padi dan padi bermula dari hasil bercocok tanam pada area yang dikenal dengan nama persawahan (sawah ladang).
Berarti secara historis,bahwa harus ada sejarah mulanya peradaban manusia dalam mengenal bercocok tanam padi.Darimanakah awal mulanya ?

Al-Qur’an menyiratkan adanya peradaban mula MANUSIA MENGENAL SAWAH (bercocok tanam padi) yang menyebutnya sebagai “AL-HARATSI”:

Disebutkan satu kali pada surah (QS.3.Ali-Imran:14) :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan SAWAH ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

padi2

ASAL MULA PADI BERASAL DARI PERADABAN NUSWANTARAH (nama kuno Indonesia-red.)

Para ahli sejarah percaya bahawa BERAS / NASI merupakan makanan terbaik yang mudah penanamannya dan telah tersebar luas dimuka bumi ini,yang peradaban awalnya berasal dari Asia Timur (Nuswantarah-nama kuno Indonesia-red.),pada sekitar 10000-9000 tahun lalu.
Kemudian menyebar seiring dengan penyebaran manusia dan ditanam di kawasan tinggi Himalaya,daratan Tionghoa,Eropah Timur, Australia,Barat Afrika dan di Amerika.

Masyarakat Tiong Hua suka memakannya sebagai bubur, masyarakat Amerika membuatnya sebagai makanan lembut yang dihidangkan sebagai bahan sereal sarapan pagi.Orang Asia menjadikannya sebagai makanan pokok.Dari beras menjelma menjadi olahan masakan berupa kue, mie, beer dan ‘wine.
Tanaman padi tidak hanya bermanfaat menghasilkan beras,dari hasil lain seperti batang padi dapat dijadikan accesoris, bakul, topi,tali,dsb.Kulit padi (merang) bermanfaat dijadikan bahan kayu bakar,shampoo,cosmetik dan makanan binatang.

Di Indonesia legenda padi dikenal dengan Dewi Sri,di Thailand, beras dipercayai mengandung ‘semangat Ibu Tuhan padi’,maka nasi mesti dimasak jauh dari kawasan sawah tempat ia ditanam supaya tidak membuat Ibu Padi marah.Di masyarakat Jepang sangat menghargai padi yang di percayai sebagai bagian dari “KAMI” (Ruh Tuhan).Oleh karena itu orang Jepang tak akan menyisakan nasi barang sebutirpun sebagai apresiasi pada alam.

Dewi Sri

PERIODE PERADABAN BERCOCOK TANAM PADI :

1.Bercocok tanam padi telah dikenal peradabannya di Nuswantarah (nama kuno Indonesia-red.),pada sekitar 9000 tahun lalu.(legenda Aji Saka mengenalnya dengan sebutan Jawa Dwipa)
2. Kemudian menyebar ke wilayah utara terus ke Jiangsu, sepanjang Sungai Yangtze China sekitar 6000 -8500 tahun.
3.Di Asia lain diketahui bahwa kawasan timur di Utara India dan Utara Thailand, Korea dan Jepang mengenal bercocok tanam padi pada sekitar 3000-2000 tahun lalu.

4.Kemudian padi dikembangkan kearah Barat. Greek dan Roman Kuno pada abad ke-6 B.C.Walaupun makanan itu tidak disebut didalam kitab Injil tapi ia ada disebut didalam ‘Talmud Yahudi’ yang menengarai ia mula tiba di Timur Tengah pada abad ke-6 sebelum masehi ( B.C.) walaupun padi dianggap sebagai makanan yang jarang dan ganjil diwilayah tersebut. Masyarakat Arab memperkenalkan padi ke Eropah bila mereka mula menanam di kawasan jajahan mereka di Selatan Italy dan Spanyol. (‘Paella’ yang terdiri dari pada nasi, kerang, ayam dan juga sayur-sayuran sekarang ini merupakan makanan terkenal di Sepanyol.)

Pada abad 11 masehi ( A.D.) nasi merupakan makanan utama pada hidangan masyarakat Arab. ( Dolma, daun anggur dimasukkan bersama daging dan nasi merupakan hidangan terkenal di Timur Tengah, Turki dan Greece. Pilaf atau Pilau sejenis lagi makanan Arab dikenali diperingkat antarabangsa, disediakan dengan cara memasak nasi dicampurkan dengan rempah-rempah,daging, ayam atau ikan.

Di Eropah, Nasi dapat menjadi makanan mewah. Sebagai contoh, dilaporkan pada abad ke-13, Henry III di England menganggapnya sebagai makanan asing, luar biasa dan mahal seperti juga di Italy,bahkan komoditi beras dikenakan cukai yang berat sama seperti bahan ‘cinnamon.Diketahui bahwa penanaman padi tidak memerlukan banyak tenaga buruh seperti penanaman barli atau gandum selain itu membuahkan hasil yang melimpah.

Sekarang ini, “ricotto” yang disediakan dalam bentuk nasi dihidangkan bersama tomato, keju dan juga ayam atau lain-lain, merupakan makanan biasa di Italy. Nama itu diperolehi dari orang-orang Italy untuk beras, ‘riso.’ (Nasi),sekarang ini didapati begitu banyak dalam hidangan masyarakat Italy hingga mereka menghasilkan Es krim berbahan beras.

-Beras (padi) dikenal diutara Eropah pada tahun 1747.Sebuah buku masakan Inggris berjudul “The Art of Cooking Made Plain and Easy” mengandungi 20 resep yang menyebut ‘beras / Nasi.’ Seabad kemudian, beras yang telah diketahui dan telah tersebar begitu luas di Asia yang dikatakan sebagai ‘makanan orang miskin’ di Asia Timur,sebelumnya tidak mendapat simpati terkecuali ‘puding nasi’ yang terkenal dikalangan penuntut British untuk beberapa generasi.

Bahkan, nasi menjadi sebagian menu masakan pada perayaan Hari Natal ( christmas ) di Finland.Bubur nasi dinikmati pada malam sebelum Hari Natal lebihannya akan diolah bersama makanan lain pada hari berikutnya.
-Penjajah Sepanyol dan Portugis memperkenalkan padi kebagian tengah Amerika. Padi juga ditanam diwilayah jajahan Amerika Utara yang dimulakan oleh masyarakat Inggris.Mulai ditanam di Virginia pada 1620 dan Selatan Carolina pada 1690.Berdasarkan cerita dongeng dinegara itu, penanamanya bukan dirancang tetapi secara kebetulan karena ‘bernasib malang dengan krisis pangan.’

Pusat perusahaan penanaman padi di Amerika sekarang ini beralih ke lembah Mississippi.Creoles di Selatan Amerika dan kawasan Caribbean merupakan pembekal beras didunia. ‘Jambalaya” merupakan makanan nasi yang direbus bersama daging ayam, ikan, bawang dan rempah-rempah.

Panen padi

Kini, 90% perbekalan beras dunia masih datang dari negara-negara Asia dengan China sebagai pemasok utamanya dianggarkan sekitar 180 juta ton setahun, India juga banyak mengusahakan penanaman padi tapi jenis-jenis (varieties) padi tertentu.Hasil padi di Jepang dan Australia tidak seperti tanaman lain, kebanyakan hasil padi disana hanya untuk keperluan setemp dan hanya lebih kurang 3% saja yang diekspor.

Thailand merupakan pengeksport beras utama dunia diikuti oleh USA dan juga Vietnam. Negara China bahkan mempunyai kebijakan ketat dimana tidak meng-eksport berasnya yang berkualitas tinggi ,tetapi hanya mengimport beras jenis kualitas rendah untuk makanan bersubsidi rakyat.

Dari kemanfaatan padi yang kini menjadi bahan makanan yang sangat penting di dunia,maka menunjukkan,bahwa padi (beras) bukanlah makanan remeh tetapi merupakan tumbuhan yang penuh berkah dan memiliki kuasa rahmat Tuhan bagi makhluk-Nya.

Indonesia

Resume :
Dari sebuah pemikiran hikmah bahwa betapa Tuhan telah menganugerahkan akal budi manusia yang mengilhami sebuah peradaban tentang bercocok tanam dengan tanaman yang penuh berkah itu (padi-red.) di sawah ladang sejak ribuan tahun lalu,maka sepertinya hal tersebut secara logika bahwa dahulu tentu ada sebuah komunitas awal peradaban manusia yang setidaknya diturunkannya seorang Rasul-Nya untuk bertugas sebagai penyeimbang memberi peringatan akan nikmat-nikmat yang Tuhan berikan.
Sementara Tuhan telah menyiratkan bahwa tiada satupun bangsa,peradaban manusia yang berkoloni disuatu wilayah,melainkan telah didatangkannya setidaknya seorang pemberi peringatan (Nabi,Rasul).

“Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu”.
(QS. 53. An Najm:56)

“……… Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan”.
(QS. 35. Faathir:24)

Maka sebagaimana mempercayai bahwa Tuhan telah selalu menurunkan seorang Rasulnya di setiap peradaban bangsa manusia,demikian pula aku percaya bahwa asal usul bangsa Indonesia dahulu adalah bangsa yang telah berperadaban dengan telah dikaruniai-Nya teknologi bercocok tanam padi di sawah ladang yang tentu menegaskan adanya umat pada saat itu yang telah mendapat karunia kemakmuran tinggal di bumi Nuswantarah,yang tentu diiringi pula dengan adanya seorang Rasul.

Tinggal siapakah sosok dan nama Rasul yang pernah di tugaskan di Indonesia dahulu?Maka silahkan telusur dengan akal budi dan nurani serta dengan memadukan temuan-temuan ilmu teknologi modern.
Apakah Rasul yang dikabarkan berasal dari Indonesia itu adalah Adam,Tsis dan Nuh?seperti pada sebuah paparan pada link berikut :

Maka semua adalah hal-hal yang masih menjadikan misteri.

Wallohu’alam bishawab…..
Semoga menjadikan khazanah cakrawala pengetahuan.

Salam Dewi Sri

Kelana Delapan Penjuru Angin,
Kampung Sawah,29 Juli 2013
CopyRights@2013

Sumber :
-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI
http://anekaplanta.wordpress.com/2008/03/01/legenda-asal-usul-padi/
http://mforum2.cari.com.my/forum.php?mod=viewthread&tid=734277
-Babad Tanah Jawi-K.H.M.Syamsuddin-Kranggan Jateng.
https://www.facebook.com/kelana.delapanpenjuruangin/posts/506281139442157?comment_id=4021379&offset=0&total_comments=14&ref=notif&notif_t=feed_comment

**NEGARA TIDAK HARUS “NEGARA ISLAM”**

Pancasila

NEGARA TIDAK HARUS “NEGARA ISLAM,TETAPI MENJADILAH NEGARA YANG SARAT DENGAN NILAI-NILAI ISLAM

Karena setiap Negara yang telah mengatur kehidupan rakyatnya dengan nilai-nilai kemaslahatan dan Ketuhanan,maka itulah makna “NEGARA YANG ISLAM”

Indonesia telah menjadi Negara yang Islam,karena dengan jelas telah memiliki asas yang Islami,dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegaranya,yakni dengan asas Pancasila.

**HAKEKAT PANCASILA**

Maka sesungguhnya asas Pancasila merupakan bagian dari nilai-nilai Islam sejati,dari ribuan nilai-nilai Islam lainnya :

Item PANCASILA :

1.KETUHANAN YANG MAHA ESA
2.KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
3.PERSATUAN INDONESIA
4.KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN
5.KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

MAKA SESUNGGUHNYA PANCASILA ITU MERUPAKAN NILAI-NILAI ISLAM YANG TELAH TERABADIKAN DALAM AL-QUR’AN :

1.Sila pertama,”Ketuhanan Yang Maha Esa”

-Bukankah dalam Al-Qur’an telah menyatakannya?,sbb :

“…Dia-lah Allah, Yang Maha Esa”.
(QS.Al-Ikhlas:1)

2.Sila kedua,”Kemanusiaan Yang adil dan beradab”

-Bukankah dalam Al-Qur’an telah menyatakannya?,sbb :

“Tuhanku menyuruh menjalankan Keadilan…”
(QS.7. Al A’raaf:29)
(QS.4. An Nisaa':135)
(QS.4. An Nisaa':58)

-Bukankah dalam Al-Qur’an mengajarkan nilai-nilai “KEBERADABAN”,sbb :

“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan”.
(QS.22. Al Hajj:41)

Juga dalam :

وتعاونوا على البر والتقوى ولاتعاونواعلى الإثم والعدوان

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”.(QS.Al-Maidah:2)

Dalam hadist Nabi juga disebutkan :

الناس أنفعهم للناس خير

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”.

3.Sila ketiga ,”Persatuan Indonesia” :

-Bukankah dalam Al-Qur’an telah mengajak umat untuk selalu mengedepankan nilai-nilai “PERSATUAN”?,sbb :

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ

“Dan berpegang teguhlah kalian semua kepada tali (agama=aturan) Allah dan janganlah kalian berpecah belah.” (QS. Ali Imran: 103)

Kemudian nilai-nilai Muhammad SAW pun menegaskannya dalam sabda Beliau :

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّهَا ضَلَالَةٌ فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk (selalu) bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada pemimpin) meskipun (yang mempimpin kalian adalah) seorang budak habasyi. Sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang hidup (sepeninggalku) niscaya dia akan melihat perselisihan yang sangat banyak, maka jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya hal itu merupakan kesesatan. Barangsiapa di antara kalian yang menjumpai hal itu maka hendaknya dia berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham.” (HR. Abu Daud no. 4607 dan At-Tirmizi no. 2676)

واذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika dulunya kalian bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati-hati kalian, lalu menjadilah kalian berkat nikmat Allah sebagai orang-orang yang bersaudara. Dan kalian dulu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada kalian, agar kalian mendapat petunjuk”. (QS. Ali Imran:103)

Di ayat yang lain Allah Ta’ala menyebutkan kejelekan yang lain dari perpecahan:

وَلاَتَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

“Dan janganlah kalian berselisih, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian”. (QS. Al-Anfal: 46)

Baru setelah ada usaha persatuan dari para umat/rakyat yang dengan semangat lahir maupun batin selalu menjaga persatuannya,maka barulah Tuhan akan menebalkan/menguatkan ruh persatuannya itu pada sebuah negeri.

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنفَقْتَ مَافِي اْلأَرْضِ جَمِيعًا مَّآأَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah yang telah mempersatukan hati mereka”. (QS. Al-Anfal:63)

Maka jika kita umat tidak mau berusaha menjaga dan menegakkan nilai-nilai perstuan itu sendiri,bagaimana mungkin kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi bersatu dalam kemakmuran dan keamanan?

4.Sila ke empat :

-“KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN / PERWAKILAN”

Musyawarah atau yang dukenal dengan DEMOKRASI :

Kata musyawarah berasal dari akar kata sy-, w-, r-, yang pada mulanya bermakna mengeluarkan madu dari sarang lebah. Makna kemudian berkembang,menjadi segala sesuatu yang dapat diambil sarinya yang bermanfaat bagi kemaslahatan bersama. Musyawarah dapat juga berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu. Kata musyawarah pada dasarnya hanya digunakan untuk hal-hal yang baik, sejalan dengan makna dasarnya.

Musyawarah dimulai dari lingkup “Negara terkecil”,yaitu Keluarga,

“Apabila keduanya (suami istri) ingin menyapih anak mereka (sebelum dua tahun) atas dasar kerelaan dan permusyawarahan antar mereka, maka tidak ada dosa atas keduanya”.
(QS.2.Al-Baqarah: 233)

Ayat ini merupakan contoh kecil yang menjelaskan bagaimana seharusnya hubungan keluarga saat mengambil keputusan yang berkaitan dengan rumah tangga dan anak-anak, seperti menyapih anak. Pada ayat diatas, Al-Quran memberi petunjuk agar persoalan itu (dan juga persoalan-persoalan rumah tangga lainnya) dimusyawarahkan antara keluarga (Suami-istri).

Kemudian pada Ayat ini jelas-jelas menegaskan nilai-nilai sila ke empat Pancasila:

“Maka disebabkan rahmat dari Allahlah, engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap kasar dan berhati keras, niscaya mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu,maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan (tertentu). Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad,bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”.
(QS.3.Ali-‘Imran: 159)

Bahkan sila ke empat Pancasila ini yang membakukan laku bermusyawarah itu dijadikan nama surat Al-Qur’an itu sendiri yakni surat As-Syura (Bermusyawarah):

“Orang-orang yang mematuhi seruan Tuhan mereka,melaksanakan shalat (dengan sempurna), serta urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antar mereka, dan mereka menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka”.
(QS.42.As-Syura: 38)

Maka laku perbuatan saling bermusyawaah adalah merupakan laku perbuatan yang fundamental dalam nilai-nilai Islam.

PERBEDAAN DOKTRIN RASUL TERDAHULU DENGAN NABI MUHAMMAD SAW :

-Jika Rasul dahulu hanya memfokuskan target dakwahnya mengenai doktrin tentang peringatan pada umat untuk kembali kepada aturan dan perintah Tuhan,yakni tentang sesembahan yang mereka umat itu selalu menyimpang dari ajaran asal moyangnya,maka Nabi Muhammad lebih dari sekedar berdakwah tentang sesembahan semata tetapi mengemban amanat pada umat untuk selalu mengaplikasikan laku perbuatan yang penuh manfaat bagi umat dan semesta alam.

5.Sila ke lima :

“KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA”

Dalam konteks sila ini adalah suatu upaya yang menuju terwujudnya cita-cita kehidupan yang makmur dan sejahtera dengan mendasari pada nilai-nilai kemaslahatan umat atau rakyat,yang pelaksanaannya diatur atau dikelola oleh Negara (Ulul Amri) ,dengan men-standarkan suatu hukum syareat dan peraturan penegakan hukum yang memang harus dikelola oleh suatu bentuk kekuasaan yang berdaulat,yaitu sebuah Negara.

Keadilan sosial dapat terwujud bilamana seluruh rakyat dan penguasa Negara sama-sama bekerja keras untuk mencapai kesejahteraan.Maka kemaslahatan umat akan terwujud,Dengan kemaslahatan akan tercipta keadilan sosial,Dalam hal ini Negara berkewajiban untuk merealisasikannya bagi seluruh rakyat Indonesia.

TUHAN DAN UTUSAN-NYA,MUHAMMAD SAW TIDAK MENSYARATKAN BAHWA MENDIRIKAN NEGARA HARUS DENGAN “NEGARA ISLAM” SECARA SAKLEK :

Tetapi untuk mengatur,mengelola dan menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara itu dengan merujuk pada nilai-nilai Islam yang berasaskan RAHMAT BAGI SELURUH ALAM :

Tuhan dan utusan-Nya yang terakhir ,Muahammad SAW,telah memberi kebebasan kepada umat agar mengatur sendiri urusan dunianya.

Dalam sabda Beliau,Diriwayatkan oleh Imam Muslim,

“Kalian lebih mengetahui persoalan dunia kalian.”

Dalam sabda Beliau,Diriwayatkan oleh Ahmad,

“Yang berkaitan dengan urusan agama kalian, maka
kepadaku (rujukannya), dan yang berkaitan dengan urusan
dunia kalian, maka kalian lebih mengetahuinya.”

Sungguh tepat keterangan pakar tafsir Muhammad Rasyid Ridha:

“ Allah telah menganugerahkan kepada kita kemerdekaan penuh dan kebebasan sempurna di dalam urusan dunia dan kepentingan masyarakat dengan jalan memberi petunjuk untuk melakukan musyawarah. Yakni yang dilakukan oleh orang-orang cakap dan terpandang yang kita percayai,untuk menetapkan bagi kita (masyarakat) pada setiap periode hal-hal yang bermanfaat dan membahagiakan masyarakat… Kita sering mengikat diri sendiri dengan
berbagai ikatan (syarat) yang kita ciptakan, kemudian kita namakan syarat itu ajaran agama. Namun, pada akhirnya syarat-syarat itu membelenggu diri kita”.

Perhatikan ayat ini ,yang mensiratkan bahwa setiap bangsa dan Negara bebas memiliki cara dan aturan sendiri-sendiri dalam mengelola umat,

Maka KENEGARAAN ITU TIDAK MUTLAK HARUS “NEGARA ISLAM”,TAPI JALANKAN ATURAN-ATURAN ITU DENGAN MERUJUK NILAI-NILAI ISLAM,sebab Tuhan telah memaklumkan bahwa kehidupan dunia ini tidak diisi dengan satu macam RAS,Agama dan golongan tetapi beraneka ragam,maka,

Inilah pesan Tuhan melalui utusan-Nya Muhammad SAW :

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”,
(QS. 5. Al Maa’idah:48)

Maka nilai-nilai Islam itu adalah Al-Qur’an dan cerminnya adalah Muhmmad SAW.
Dan Al-Qur’an bukan pedoman execlusive bagi umat yang beragama Islam saja,tetapi bahkan untuk seluruh umat yang beragama lain dan serta semua umat manusia dan seluruh alam semesta.sebab Islam adalah pembawa Rahmat bagi seluruh alam.
Hanya karena factor egolah manusia itu tidak memahami dan menilik nilai-nilai Islam dengan kesadaran nurani,baik sebagian orang yang mengaku beragama Islam itu sendiri dan yang tidak beragama Islam.

REALITAS KEHIDUPAN BERBANGSA DAN NEGARA YANG MENDEKLAIRKAN SEBAGAI “NEGARA ISLAM” :

Tuhan ternyata juga tak mencegah umat mendirikan Negara dengan “NEGARA ISLAM”.
Maka justru Tuhan akan mengadakan melakukan uji dan cobaan,apakah umat yang mendirikan negara dengan mengatasnamakan “ISLAM” itu mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam mengatur bangsa dan negaranya.
Maka bahkan uji dan cobaannya serta tanggung jawabnya lebih berat karena membawa nama nilai-nilai Islam yang notabene milik-Nya.

Maka lihatlah realitasnya,Negara-negara di Timur Tengah seperti,Mesir,Irak,Suriah,Yaman,dll.Samasekali tidak mampu menegakkan nilai-nilai Islam yang mereka egokan.
Kini kehidupan berbangsa dan bernegara mereka mengalami degradasi nilai-nilai Islam,terjadi saling bunuh membunuh,bantai membantai antar sesama saudara,saling meng-klaim mazab masing-masing yang benar,marak fitnah,ketidak tenteraman dan hilangnya nilai-nilai Rahmat semesta alam.

Sedangkan sejarah khilafah Islam pun mengalami kehancuran sejak 1924 pada era emprium Bani Utsmani di Turkey.Karena apa? Karena dalam menjalankan roda berbangsa dan bernegaranya selalu berakhir dengan “rebutan dunia”,berebut politik dan kekuasaan,ternyata tak mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam milik-Nya dengan amanah.

PERBANDINGAN LAKU PERBUATAN YANG ISLAMI DENGAN YANG TIDAK ISLAMI PADA SEBUAH NEGARA :

Dimasa kini,cobalah renungi dengan nurani dari sebuah realitas dua Negara yang berbeda asas ini,yakni antara Negara Jepang dengan Negara Arab Saudi.

-Pemerintah Arab Saudi telah sering mengeksekusi pelaku pembunuhan dengan di pancung.Pada beberapa kasus terjadi,pelakunya TKW yang warga Negara Indonesia itu dijatuhi hukuman pancung atas dakwaan membunuh majikannya,karena majikannya telah memperkosa dirinya dan keluarganya tidak memberi maaf,maka pemerintah Arab Saudi lebih cenderung memenuhi permintaan keluarga korban,daripada mendasarinya dengan asas kemanusiaan dan keadilan sesuai nilai-nilai Islam.

-Sementara,yang terjadi pada sebuah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Jepang,telah mengucurkan dana kompensasi pada pemerintah Malaysia,uang sebesar RM2,07 miliar (sekitar Rp 7,24 triliun).Uang sebesar itu dimaksudkan untuk membayar ganti rugi terhadap ahli waris 30 ribu korban romusha,warga Malaysia yang membangun rel kereta api dari Siam (Thailand) ke Burma (Myanmar) dan korban budak nafsyu sex tentara Jepang selama Perang Dunia II.

Maka setiap romusha mendapat kompensasi Rp 241 juta. Sementara Jugun Ianfu (penghibur seksual tentara Jepang di Indonesia) mendapat Rp225 juta (2 juta yen),sedangkan yang keturunan Belanda mendapat dua kali lipat, 4 juta yen.

http://beritajatim.com/detailnews.php/6/Politik_&_Pemerintahan/2013-01-10/157973

Negara Jepang jelas bukan “NEGARA ISLAM”,sedangkan Negara Arab Saudi jelas “NEGARA ISLAM”,namun dalam pemberlakukan pada sebuah pelaksanaan aturan atau kebijakan,maka renungkanlah,mana Negara yang lebih menjalankan nilai-nilai Islam dan mana Negara yang tidak menjiwai Islam?

Ternyata bahwa Negara Jepang yang notabene bukan Negara Islam,tetapi telah mampu berlaku perbuatan melaksanakan nilai-nilai Islam,dibanding Negara Arab Saudi.

Maka sesungguhnya Islam itu adalah nilai-nilai nurani,maka nilai-nilai Islam itu  ada di hati,ada pada perbuatan diri,bukan sekedar lembar-lembar yang hanya diguratkan ke dalam tulisan protokol kenegaraan saja.Dan Tuhanlah yang akan mengevaluasi apa yang kita kerjakan,apa yang kita terapkan di dunia ini.

Semoga menjadikan renungan,

Salam Rahmat Semesta Alam,

Kelana Delapan Penjuru Angin,
Kota legenda,28 Juli 2013
CopyRights@2013

Sumber :

-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI
-WAWASAN AL-QURAN Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat
Dr. M. Quraish Shihab, M.A.

-http://media.isnet.org/islam/Quraish/Wawasan/Musyawarah1.html
-http://zadandunia.blogspot.com/2012/05/syariat-islam-untuk-kemaslahatan-dalam.html
-http://pcinu-mesir.tripod.com/ilmiah/jurnal/isjurnal/nuansa/Jan96/4.htm
http://blog.re.or.id/urutan-khilafah-islamiyah.htm
-Abah Sang Pencerah-Kota Tegal.