**BERSEDEKAH PADA BELATUNG**

Gambar

SEBUAH SEJARAH SURI TAULADAN AKAN KESABARAN DAN KEIKHLASAN DARI SEORANG NABI AYYUB AS.

Kenal dg Nabi Ayyub?
Ya engga lah,gimana mau kenalan,wong beliau lahir zaman kapan,kita kapan….
Sama dg apakah kita kenal Bung Karno?
Tentu tidak juga,krn Beliau hidup di era 1945 an saat masa-masa perjuangan RI,sementara kita hidup pada era milenium saat ini…

Namun sampai saat ini keharuman dan perjuangan Soekarno Presiden RI pertama,begitu terukir abadi dlm jiwa bangsa Indonesia.
Demikian pula dg sejarah Nabi Ayyub,yg ketaqwaan,kesabaran dan keikhlasannya dalam mengabdi kepada Tuhannya,hingga sampai saat ini menjadikan cermin bagi kehidupan umat generasi berikutnya sepanjang masa.

Ayyub tidak hanya seorang Rasul,tetapi Beliau adalah seorang yang sukses dlm karier kehidupan dunianya,kaya raya,memiliki belasan istri dan banyak anak,property melimpah, usaha agrobisnisnya,sawah ladang,ternak,berkembang sangat pesat,
Tetapi Beliau juga seorang yg sukses mengelola keruhaniannya,dg berlaku perbuatan manfaat bagi diri keluarga serta masyarakat disekelilingnya,banyak bersedekah,menolong dan tetap taat mengabdi beribadah pada Tuhannya tanpa reserve.

Keluhuran budi,ketaqwaan Nabi Ayyub tidak hanya menjadi buah bibir masyarakat disekelilingnya,tetapi juga menjadi bahan pembicaraan oleh para Malaikat di alam langit tinggi yang berdecak penuh kekaguman atas laku perbuatan seorang hamba-Nya yg hanif.
Bahkan keadaan ini menjadikan Tuhan “menge-shoot langsung” ( LIVE Broadcast) dari “CCTV” kerajaan langit tinggi-Nya di Stasiun Pusat Penyiaran Lauhul Mahfuz.

Moment ini terabadikan dalam ayat :

“…..Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya)”.
(QS.38-Shaad:44)

PETAKA IBLIS

Iblis pun iri saat mencuri-curi dengar perbincangan para Malaikat yg memuji-muji Ayyub dilangit tinggi itu,hatinya panas dan jengkel mendengar kata-kata pujian bagi seorang dari keturunan Nabi Adam as yang gara-gara dia,Ras dan Sukunya terusir dari kerjaan syorga-Nya.Ia tidak rela melihat keturunan Adam as menjadi seorang mukmin yang baik, ahli ibadah yang tekun dan melakukan amal shaleh.Dan telah bersumpah akan menghancurkan karier setiap manusia yg baik agar sesat dan kafir.

Kemudian Iblis memohon kepada Alloh untuk menggoda Ayyub.(Iblis saja berdo’a kpd Tuhan)

“Ya Tuhan! Sesungguhnya Ayyub yang senantiasa patuh beribadah dan berbakti pada-Mu, itu bukan karena cinta dan ketaatannya kepada-Mu,melainkan karena takut kehilangan kenikmatan yang kau berikan kepadanya.Andaikata, Ayyub terkena musibah dan kehilangan harta benda, serta anak-anak dan istrinya belum tentu akan taat pada-Mu.

Tuhan menjawab :

“Hai Iblis,sesungguhnya Ayyub adalah seorang MUKMIN SEJATI. Cintanya pada Ku tak akan berkurang walau ditimpa musibah apapun.Ia yakin, apa yang dimilikinya sewaktu waktu dapat Aku cabut.Ia bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu. Kau tak rela melihat hamba-hamba-Ku berada di jalan yang lurus.Kerahkan sekutumu untuk menggoda Ayyub melalui harta dan keluarganya. Cerai beraikanlah keluarganya yang damai sejahtera itu. Hingga kau tahu sampai dimana kemampuanmu untuk menyesatkan hamba-Ku itu”

TERHEMPAS BADAI.

Cobaan-Nya pun datang melanda Ayyub dan keluarganya.Iblis menggoda Nabi Ayyub dengan bisikan dan fitnahnya,
Namun pada tahapan awal,Iblis gagal dlm misinya menjadikan Ayyub sesat dan kafir.
Hati dan telinga Nabi Ayyub resist terhadap segala yang dibisikan iblis.
Hati Nabi Ayyub telah penuh dengan iman dan taqwa .Cinta dan taatnya kepada Allah merupakan benteng yang kuat dari serangan bisikan iblis.

Iblis tidak putus asa, ia melanjutkan godaannya dg mengerahkan segala potensi dg para sekutunya untuk menggoyahkan Nabi Ayyub,

Sekutu-sekutu Iblis itu hadir dalam bentuk manusia-manusia lain,yg telah berhasil dibisiki dan dirasuki nafs Iblis/syetan,berupa munculnya syirik,iri dan dengki dari para tetangganya,para koleganya,dari lawan-lawan politiknya,para penjahat penyamun,
Bahkan iblis itu ada pada hati saudara-saudaranya yg iri dengki tak suka dg kemewahan Ayyub,bahkan iblis itu bisa muncul dari para anak dan istri-istrinya sendiri dlm bentuk berebut pengaruh,saling fitnah dan pertengkaran.Yang membuat kebocoran dan penggerogotan segala harta kekayaan yang ia miliki.

Iblis yg berupa sosok penjahat penyamun pun merampas,merampok hewan ternaknya, membakar seluruh lumbung gandum dan lahan pertaniannya sampai musnah.
Maka menjadilah Nabi Ayyub AS yang tadinya kaya raya tiba tiba menjadi seorang yg bangkrut dan miskin.
Setelah berhasil menghancurkan kekayaan dan harta milik Nabi Ayyub ,Iblispun tertawa girang dan berpikir :

“Saatnya menyaksikan Ayyub meratap-ratap menyesali harta bendanya ludes,hingga menjadikan ia memilih jalan sesat dan ingkar”

Ternyata setelah ditunggu-tunggu,harapan Iblis tak kunjung nyata,bahkan sang iblis menjadi sangat jengkel dan kesal kembali ketika menyaksikan Ayyub tersenyum dalam ikhlas memasrahkan segala sesuatunya kpd Tuhannya,
Nabi Ayyub as bersabar dan berpasrah diri:

“Ya Alloh wahai pemilik harta benda, gedung-gedung, tanah ladang dan hewan ternak serta kekayaan langit bumi,semuanya itu milik Engkau,setelah hamba cukup menikmatinya dan memanfaatkannya sepanjang masa maka itu adalah barang pinjaman/titipan yang Engkau ambil kembali.

“Alhamdulillah,segala syukur dan puji hanya bagi-Mu Ya Allah yang telah memberikan kurnia-Nya kepada ku dan mencabutnya kembali pula pada siapa yang Engkau kehendaki.
Engkau Maha Kuasa mengangkat derajat seorang atau menurunkannya menurut kehendak Engkau.
Hamba hanyalah mahkluk lemah dan hanya patut berserah diri kepada-Mu dan menerima segala takdir-Mu yang kadang kala kami tak mampu memahami akan hikmah yang terkandung dalam takdir-Mu,Ya Tuhan ampuni atas segala dosa dan salahku,tetaplah berikan keteguhan iman serta kesabaran atas segala cobaan-Mu ini”.

Masih belum cukup badai menghempas Nabi Ayyub,
Terjadi musibah runtuhnya bangunan gedung-gedung tempat tinggalnya,seluruh anak-anaknya tewas dan beberapa istrinya juga menjadi korban yg tewas.

Iblis terbahak-bahak jumawa,dan berpikir,
“ini keluarga yg dicintainya,pasti Ayyub putus asa disini…”

Maka,Ayyub pun menangis pilu,bukan krn tangis sumpah serapah atas peristiwa yg bertubi-tubi itu,tetapi menangis krn memohon kekuatan serta agar anak istrinya yg kena musibah mendapat rahmat disisi-Nya.

“Ya Allah Rabb penguasa alam semesta,Engkau yang memberi dan Engkau pulalah yang mengambil kembali, Segala puji bagi-Mu,wahai Dzat Yang Maha Pemberi dan Maha Mencabut”

SEDEKAH PADA BELATUNG.

Kembali Iblis kecewa dan menyumpah serapah karena telah sekian kali tak mampu juga menggoyahkan keimanan Ayyub.
Maka untuk kesekian kalinya Iblis menabur virus pada tubuh Ayyub,melalui orang-orang yg kecewa atau mungkin benci dg Ayyub dan hendak menyingkirkannnya selama-lamanya krn sudah tak berguna.

Jadilah Ayyub menderita penyakit kanker kulit sangat parah,kulit tubuhnya disana sini berkoreng dan menebarkan bau yang sangat tak sedap,menjadikan istri-istrinya menggugat cerai serta meninggalkannya semua.
Bahkan masyarakat sekitarnya pun jijik dan mengusir Ayyub dari kampung halamannya krn takut tertular.

Maka menyingkirlah Ayyub ke hutan didampingi Rahmah,satu-satunya istri yg masih setia menemani dan merawatnya.
Dihutan.penyakitnya bertambah parah,virus-virusnya menyebar ke seluruh tubuh Ayyub hingga bermunculan hidup belatung-belatung yg bersuka ria beresta pora menggerogoti daging Ayyub hingga hanya tinggal tulang berbalut kulit,

Sebenarnya belatung-belatung itu enggan memakan daging seorang Nabi,namun karena ketetapan dari Sang Pencipta makhluk,akhirnya belatung-belatung tunduk pada ketetpan-Nya,

Nabi Ayyub pun dlm kondisi parah ini sempatkan berdoa pd Tuhan,

“Ya,Alloh,hamba rela daging hamba dihabisi oleh belatung-belatung ini,namun mohon sisakan segumpal daging hati dan bibir hamba agar hamba tetap dapat berdzikir menyebut Asma-Mu….”

Seketika itu belatung-belatung yg masih tersisa ditubuh Ayyub yg masih menggerogoti dagingnya tiba-tiba berguguran jatuh ke tanah satu demi satu.

Nabi Ayyub menyaksikan peristiwa itu dan membuat Beliau menangis karena merenung betapa Tuhannya Maha Pemberi Rejeki bagi makhluknya seburuk apapun bentuknya,membayangkan bhw belatung yg lemahpun tetap mendapatkan rejeki dari-Nya walaupun dg menggerogoti dagingnya,

Hingga Ayyub pun timbul rasa kasihan dan welas asih pada belatung yg berjatuhan tersebut,kemudian dipungutnya kembali belatung yg berceceran ditanah itu dan ditempelkan kembali ke bagian tubuhnya yg masih ada sisa daging sambil berkata,”

“Qolu Ayyuba Hada rizkuminallohi,soddaktana hiya quluu fiih…”

“Tung,ini rejeki dari Tuhanmu,ayo makanlah,ini sedekahku kepadamu makanlah…ayo…ayo…”

Maka,merunduk tunduk dlm khidmatlah semua yg dilangit dan dibumi menyaksikan,mendengar kemukhlasan dari seorang hamba pilihan-Nya,
Dimana dlm kondisi berpenyakit,tak memiliki apapun,daging telah digerogoti habis oleh belatung-belatung itu,namun masih sempatkan bersedekah dlm rasa yg penuh keikhlasan….

Tujuh tahun lamanya Nabi Ayyub menderita penyakit kanker kulit namun ia tetap dalam kesabaran,kini justru Iblis yg kehilangan kesabaran,hingga Iblis akhirnya mentarget Rahmah Sang Istri Ayyub sbg senjata utk menghancurkan keimanan Ayyub kali yg maksimal.

Iblis menghembuskan angan dan pikiran Rahmah,dg bayangan teringat kenangan masalalu sewaktu hidup kaya dan tenteram,semua serba mudah kecukupan.Namun sekarang?betapa sengsaranya hidupku mengikuti suami yg sudah tak kuasa dan memiliki apa-apa….

Hingga bayang-bayang godaan iblis yg menari-nari dibenak Rahmah membuatnya lengah dan lemah kesabarannya,akhirnya sang istri satu-satunya itupun tak betah dan pergi meninggalkan Ayyub suaminya seorang diri ditengah hutan.

Sebelum istrinya pergi,Ayyub berkata kepada istrinya,

“Jika kamu termasuk orang yang tergoda oleh bisikan syetan,ingat aku bersumpah suatu hari aku akan menderamu 100 kali…”

Melihat kenyataan ini kembali Ayyub menangis dihadapan Tuhan dan meratap pilu dlm do’a khidmatnya:

“Anni massaniyas syaithonu binusbiwwa’adzabin…”

“”Ya Alloh ya Tuhanku,Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan.”
((QS.38-Shaad:41)

Cukup Ayyub,Tuhanmu telah mengakhiri uji dan penderitaanmu,
Maka Tuhan berfirman :

“Urkudz birijlika,hada mughtashal Baridun’washarobun…”

“”Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”

Maka,segera saja Ayyub menghentakkan kakinya yg lemah dan lunglai itu ke tanah pinggir telaga yg berair jernih sebanyak tiga kali dan mandilah Ayyub berendam dlm telaga itu dan minum dari air itu.
Atas mu’jizat-Nya,sembuhlah penyakit yg diderita Ayyub selama tujuh tahun itu,(Riwayat lain mengatakan 18 tahun),berguguranlah segala virus-virus dan penyakit jasad lainnya,hingga tubuh Ayyub kembali pulih sediakala dan tampak segar lebih sehat dan muda.

Pada suatu hari Rahmah sang istri yg terakhir meninggalkannyapun teringat akan kekhilafannya dan teringat akan perjuangan serta kasih sayang suaminya,sehingga Rahmah kembali ke hutan mencari suaminya dan ingin memohon ampun,namun Rahmah hampir tak mengenali sosok Ayyub yg kini telah berubah sehat dan gagah.

Hingga ketika Ayyub menjelaskan peristiwa yg terjadi sekian lama ini,maka segeralah Rahmah menghamburkan diri bersimpuh luruh dihadapan Ayyub,meminta maaf dan ampunan dari suaminya

Maka kemudian Ayyub memeluk dan mendekap erat istri yg dicintainya itu dg penuh air mata haru,kerinduan dan kasih sayang.
Akhirnya Ayyub keluar dari pengasingannya di hutan dan pulang ke kampung halaman menata dan membangun keluarga kembali,
Harta dan kekayaannya dikembalikan oleh Alloh kembali bahkan lebih banyak dari sebelumnya dahulu,Nabi Ayyub pun tetap bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya.

Namun tiba-tiba Nabi Ayyub teringat akan sumpahnya dahulu bahwa ia akan mendera istrinya 100 kali krn tergoda syetan hingga meninggalkannya sendirian dihutan,namun Nabi Ayyub tak tega,sedangkan istrinya telah rela utk menerima hukuman,
Maka Alloh mengingatkan Nabi Ayyub bahwa sumpah harus dilaksanakan dan ditepati,

Kemudian Alloh berfirman :

” Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah…”,
(QS.38-Shaad:44)

Demikianlah betapa Tuhan tetap Maha Disiplin menetapkan keputusannya,bahwa sumpah harus tertunaikan.
Namun betapa Tuhan juga Maha Bijaksana serta Pengampun pada hambanya,
Maka Ayyubpun mengikat lidi dari rumput ilalang yg lentur sebanyak 100 buah kemudian dipukulkannya ke tubuh istrinya sekali dg perlahan dan lembut tanpa menyakiti istri yg dicintainya….

Dengan cara ini sumpah tertunaikan tanpa penganiayaan karena atas berkah rahmat dari Tuhan Rabb Yang Maha Penyayang….

(Intermezzo:…”Lah enakan di cewe’na yah……)

Maka,bersyukurlah wahai wanita yg telah begitu banyak mendapat karunia dan kasih sayang dari Rabb semesta Alam…

Salam hikmah…..

Kelana Delapan Penjuru Angin,
Mutiara Gading,27 Juni 2013
CopyRights@2013

Reff :
-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI
-KH.M.Syamsuddin-Kranggan-Jateng
-Abah Sang Pencerah Kota Tegal
http://ceritaislami.net/
http://kisahceritaislamm.blogspot.com/
-Kisah para Rasu

One thought on “**BERSEDEKAH PADA BELATUNG**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s