MEMAHAMI QADHA, QADAR DAN TAKDIR ILAHI

GarismuPENJABARAN , QADHA , QADAR DAN TAKDIR :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ-

“In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful”.

Jika kita membaca ayat-ayat Al-Quran maupun Al-Hadits, ataupun kitab-kitab para alim ulama yang memberitakan / membahas tentang Qada-Qadar dan Takdir, maka kita akan mendapati kalimat-kalimat yang mengesankan banyak hal yang ‘nampak’ seperti penuh ‘kontradiksi dan membingungkan’. Namun, kalau kita menyimaknya dengan penuh kejernihan hati, kecermatan logika yang optimal, dan disertai dengan permohonan bimbingan dari Allah SWT, kemudian menggali lagi dari para Alim Ulama yang luas pemahaman dan tingkat ilmu hakekatnya sudah tinggi, maka kerumitan dan ‘kontradiksi’ tersebut pelan-pelan akan dapat kita pahami dengan baik serta akan mendapati sebuah makna hakekat terdalam dari sebuah penjabaran tentang Qadha – Qadar dan Takdir-Nya, InsyaAllah.

Maka sahabat, ikhwan fillah yang dirahmati Allah,

Berbicara tentang QADHA, QADAR DAN TAKDIR, yang merupakan rukun ke-6 dari Rukun Iman ini, adalah membicarakan hakekat yang sama dari asal kalimatnya, yakni merupakan kalimat majemuk / kata sifat yang mengalami perubahan bentuk menjadi bentuk kata kerja dan kata jadian.

*Kadang sering muncul pertanyaan : “APAKAH TAQDIR BISA DITOLAK DENGAN TAQDIR..?”

Itu bahasa istilah umum yang sering terdengar di tengah umat, sedikit salah kaprah sebenarnya, sebab takdir sesungguhnya tidak dapat ditolak, tetapi bisa berubah/dirobah oleh Sang Maha Robah (Bi Iradatillah). Maka yang lebih tepat adalah: “APAKAH TAKDIR DAPAT BERUBAH?”

Pengertiannya sbb:
Bicara takdir maka perlu diketahui asal kata (masdar) nya, yakni: Masdar (asal kata) dari qadara-yaqdaru-qadaran, bentuk jama’nya Aqdaar

Dari kata tersebut, Allah menetapkan definisinya, sbb:
1.QADHA = sistim ketetapan dasar (pokok / FRAME) atas segala sesuatu yang diciptakan, berikut segala ketentuannya.
2.QADAR = sistim ukuran / volume atas segala sesuatu yang diciptakan.
3.TAKDIR = sistim, mekanisme hukum hukum, aturan, kepastian segala perkara kehidupan, yang berkait paut dengan sebab akibat.

Maka, khusus mengenai takdir dapat berubah / dirubah dengan 4 hal:
1. Dengan do’a
2.Dengan sedekah
3.Dengan dzikr/wirid
4.Dengan shalawat

Ini esensi yang paling sederhana, Sehingga makna QADHA, QADAR DAN TAKDIR akan memuat perbedaan makna dan penjabaran.

BERIKUT PENJABARAN ,QADHA , QADAR DAN TAKDIR :

download (12)

1.QADHA.

-Qadha memiliki beberapa arti yaitu hukum, ketetapan, perintah, kehendak, pemberitahuan, dan penciptaan secara dasar (kerangka awal). Sedangkan menurut istilah, Qadha adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT dari sejak zaman azali tentang segala sesuatu. (QS.41.Fushshilat:12)

Maka, menurut istilah bahasa digitalnya , QADHA merupakan :

-PROGRAM SISTEM SOFTWARE DAN HARDWARE (FRAME) PENCIPTAAN SEGALA SESUATU. ( RANGKA DASAR PENCIPTAAN atau CETAK BIRU PENCIPTAAN ATAS SEGALA SESUATU).

2.QADAR.

-Menurut bahasa, QADAR, berarti kepastian, peraturan, dan ukuran. Sedangkan menurut istilah, qadar adalah perwujudan dari ketetapan (Qadha) terhadap segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya, (hal-hal yg diciptakan-Nya), yang telah ada sejak zaman azali sesuai dengan iradah-Nya.

Maka, menurut istilah bahasa digitalnya, QADAR merupakan :

-PROGRAM SISTEM VOLUME-NYA . (Segala sesuatu penciptaan berdasar Penentuan Kapasitas / Kadar / ukuran, atas segala sesuatu yang diciptakan)

3.TAKDIR.

-TAKDIR, merupakan bentuk jamak / hasil perubahan kata dari QADHA DAN QADAR yang menjadi bentuk “kata kerja”.

Maka, menurut istilah bahasa digitalnya , TAKDIR merupakan :

-PROGRAM / SISTEM APLIKASI atau MEKANISME segala sesuatu kepastian perkara yang telah ditentukan / dipastikan, yang  berkait paut dengan sebab akibat.

JIKA DIANALOGIKAN SECARA SEDERHANA, MAKA DAPAT DISIMPULKAN BAHWA :

I.QADHA adalah :

-KETENTUAN DASAR ATAS SEGALA SESUATU YANG DICIPTAKAN ALLAH atau Penetapan  dasar / pokok atas segala sesuatu yang  diciptakan oleh Allah SWT.

Contoh:

Allah memprogramkan, menentukan dan menetapkan apa yang akan diciptakan-Nya, seperti :

-Menciptakan Nur Muhammad (Asal usul segala sesuatu kehidupan (Software) cikal bakal system kehidupan)

-Menciptakan Arsy’ (“Singgasana” atau suatu pusat kendali Kekuasaan-Nya)

-Menciptakan QALAM ( cikal bakal alam semesta dan isinya)

-Menciptakan LAUHUL MAHFUZ (Pusat Penyimpanan, pengaturan, pengoperasian segala urusan yang diatur dalam Data Induk / data base).

-Menciptakan dimensi berbagai alam seperti alam yang 3 (Malakut, Jabarut dan Mulk).

-Menciptakan alam semesta berikut isinya.

-Dll,

II. QADAR adalah :

-PENENTUAN ATAS SEGALA SESUATU YANG DICIPTAKAN BERDASAR UKURAN ,KAPASITAS, MEKANISME SERTA SIFAT-SIFATNYA. ( Sunnatullah fi khalqihi ).

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

“…Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”. (QS.25.Al-Furqaan:2)

Maka dalam hal ini ketika Allah Ta’ala menetapkan ukuran atas SEGALA SESUATU YANG DICIPTAKAN-NYA , MAKHLUK CIPTAAN-NYA TIDAK DAPAT MEMILIHNYA karena merupakan sesuatu yang telah ditetapkan atas KEHENDAK-NYA.

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka…”.(QS.28.Al-Qashash:68)

Seperti :

1-Allah SWT menciptakan alam semesta raya ( langit, galaxi , Tata Surya, Bumi dan isi, berikut ukuran, mekanismenya, jenis serta sifat-sifatnya),

2-Makhluk hidup dan kehidupannya (Malaikat, Jin, Manusia, Hewan dan tumbuhan, serta makhluk lainnya) berikut ukuran, mekanismenya, jenis serta sifat-sifatnya),

3-Menciptakan Syorga dan Neraka, berikut ukuran, mekanismenya, jenis serta sifat-sifatnya),

4-Dll,

Contoh:

-Allah menciptakan manusia berjenis Laki-laki, maka kita tak dapat menolak atau memilih untuk jadi perempuan., begitu juga sebaliknya. Kemudian Allah membuat sifat-sifat makhluknya, manusia diciptakan dengan disertai nafs positif dan nafs negatif, sementara hewan diciptakan hanya dengan disematkannya nafs insting (nafsyu hewani tanpa aqal)

-Dll,

-Tuhan menciptakan Siang dan malam, maka kita tak dapat merubah keadaan itu.

-Tuhan menciptakan Syorga dan Neraka, maka , kita tidak dapat menolaknya….dsb…

III. TAKDIR adalah :

(Merupakan bentuk kata kerja dari QADHA DAN QADAR yang berkaitan dengan hukum sebab akibat).

-SEGALA SESUATU PERISTIWA KEHIDUPAN YANG DIALAMI ATAU DIJALANKAN OLEH MAKHLUK-NYA DIATAS QADHA DAN QADAR-NYA, YANG AKAN MAUPUN TELAH TERJADI DAN KESEMUANYA TERCATAT DALAM DATA BASE LAUHUL MAHFUZ, YANG BERKAITAN DENGAN GARIS-GARIS SISTEM PERUNTUNGAN, NASIB, BAIK, BURUK DAN HUKUM SEBAB AKIBAT, YANG TELAH DITETAPKAN seperti tersebut diatas.

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan(tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS.57.Al Hadiid:22)

Juga Renungi : (QS.Al-Isro’ 17:13-15), (QS.Al-Hadiid 57:22-24)

download (11)

Hal ini disebut GARIS-GARIS TAKDIR :

Yakni :

1-Penetapan mekanisme kehidupan ( jodoh, rejeki ) dan kematian.

2-Penetapan garis-garis jalan positif dan jalan negativ.

3-Penetapan garis-garis keberuntungan dan kenaasan.

4-Penetapan garis-garis hasil usaha perbuatan / sebab akibat.

5-Penetapan garis-garis nasib / hasil.

6.Dll,

Contoh :

1.Seseorang telah berjodoh dengan si A, kemudian bernasib kaya atau miskin, kemudian ada masa meninggalnya, maka mereka telah masuk ke dalam system / garis-garis TAKDIR dari Jodoh, rejeki serta kematiannya.

2.Seseorang memilih jahat, maka ia masuk ke dalam garis takdir jalan kejahatan, demikian pula seseorang berbuat baik, maka ia telah memilih garis takdir jalan positif-Nya.

3.Seseorang karena perbuatan jahatnya menjadikan ia bernasib sial, dihukum, dipenjara atau bahkan celaka, maka ia telah masuk ke dalam garis takdir hukum sebab akibat-Nya.

4.Dll,

TAKDIR ADA 2 KATAGORI :

1) TAKDIR  Mubram.

2) TAKDIR  Muallaq.

  1. TAKDIR Mubram (MUTLAK / FIXED).

-Segala sesuatu yang telah ditetapkan kejadian maupun alur kepastian peristiwanya yang Merupakan HAK PREROGATIF ALLAH, (namun bisa saja Tuhan meniadakannya / membatalkannya).QS.13.Ar-Ra’d:39

-Langit, Bumi, Air, Binatang, Tumbuhan telah di takdirkan Allah, diciptakan sebagai benda yang demikian , maka mereka tak punya pilihan untuk berubah menjadi makhluk lain atau ingin bernasib lain, karena mereka adalah diciptakan sebagai sarana atau media bagi makhluk manusia, Jin serta Malaikat.

Juga seperti matahari berjalan menurut poros dan garis edarnya, maka itu takdir keadaannya telah tetap demikian dan matahari tidak mampu menghindarinya. (QS.36.Yaasiin:38).

-Penetepan rejeki tetap (penghidupan) dan kematian,

(Bahwa Allah telah menentukan rejeki rata-ratanya kepada makhluknya serta penentuan kapasitas maupun umurnya)

-Terjadinya musibah, bencana, epidemic (Pageblug) , penyakit pada suatu wilayah, ditetapkan oleh Allah karena berkaitan dengan hukum sebab akibat pada mekanisme kehidupan, disebabkan dan berkaitan atas perbuatan makhluknya itu sendiri.

(Beberapa ulama menjelaskan rahasia, bahwa pada bulan Sapar, Malaikat atas ijin Alloh menyebarkan segumpal awan musibah yang berisi 1000 malapetaka diangkasa, sekaligus Dia juga menyebarkan segumpal awan yang berisi 1000 Rahmat diangkasa, yang bergerak kesana kemari meliputi sepak terjang perbuatan umat manusia),

Maka begitulah para ulama menganjurkan kita umat yang beriman untuk selalu memanjatkan doa perlindungan agar tidak terkena / terjaring oleh gumpalan awan naas tsb, karena awan malapetaka tsb akan menghampiri orang orang yang berbuat kejahatan, sehingga dengan doa mohon perlindungan tsb, maka gumpalan awan malapetaka tsb menjauh dan kita akan dihampiri awan Rahmat-Nya,

Itulah kenapa dibeberapa adat wilayah negeri ada yang mengadakan seremoni upacara tolak bala’ yg disebut “REBO WEKASAN” dan ada upacara Sekaten “1 SURA” di adat keraton Jogjakarta, ”GREBEGAN”, dsb), itulah kearifan lokal.

Muhammad SAW bersabda :

“La Yuroddul qadha’ illa biddua’

“ Maksudnya:

” Tidak akan terubah takdir melainkan dengan doa.”

2.TAKDIR Muallaq ( Iradah dari sifat Jaiz Allah / WENANG / OPTION):

(TAKDIR dengan dibuatnya Jalur pilihan / Option yang berhubungan dengan ikhtiar makhluk-Nya).

Adalah ketetapan yang telah dibuat oleh Allah tetapi makhluknya (manusia dan Jin), diberi kesempatan untuk merubah dan memilihnya, kemudian Allah yang menentukannya kemudian / berkehendak.

-Dalam hal ini Allah memberikan kebebasan pilihan pada manusia untuk memilih jalan nasibnya, Kaya miskin, baik, jahat, jalur Syorga atau Neraka, dsb,

-Namun yang harus diingat bahwa Allah menghendaki agar manusia mengikuti perintahnya untuk memilih dan berusaha agar masuk ke dalam SISTEM2-NYA YANG SELAMAT SEJAHTERA.

Contoh:

-Manusia menjadi jahat, maka itu bukan takdir, tetapi manusia itu sendiri yang memilihnya, sedangkan Allah sudah memberi petunjuk jalan yangg lurus.

(Jika Suatu hari sampai manusia mati dan tetap dalam kejahatan, maka ia akan masuk ke dalam garis takdir-Nya yaitu masuk Neraka) .

-Manusia menjadi miskin (miskin lahir batin), maka itu bukan takdir, tapi Allah telah memberi garis garis besar petunjuk manusia untuk kaya, yakni dengan ikhtiar / usaha.

Nah, jika ia miskin, maka pasti ada yang salah dari manusianya, maka akhirnya ia masuk ke dalam sistem ketetapan garis garis “MISKIN”, dsb….

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. “,(QS.13.Ar Ra’d:11)

Juga renungi : (QS.Ar-Ruum:36-37)

-Manusia menjadi sesat / ingkar / jahat, maka itu bukan takdir bagi orang tsb, tetapi manusia itu sendiri yang memilih pilihannya ke jalur takdir sesat.

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.”(QS.76.Ad-Dahr/Al Insaan:3)

Cara Merubah Takdir yang telah ditetapkan Allah :

Allah yang menetapkan takdir kita, maka Allah juga memiliki kuasa untuk merubahnya, artinya takdir baru bagi kita. Mengubah takdir artinya Allah menggantinya dengan takdir baru. Tetap, Allah yang menetapkan takdir.
1. Cara pertama ialah dengan berdo’a seperti yang dijelaskan pada hadits :
Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi SAW Bersabda : “Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdo’a, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya do’a bermanfa’at bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak taqdir kecuali do’a, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada do’a”. (HR Turmudzi dan Hakim)

2. Cara Kedua adalah bersedekah. Rasulullah SAW pernah bersabda : “Silaturrahmi dapat memperpanjang umur dan sedekah dapat merubah taqdir yang mubram” (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad)

Bisa jadi kita akan menagalami celaka atau mengalami kerugian, namun bisa jadi tidak terjadi karena kita melakukan sedekah. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan sedekah, mudah-mudahan kita terhindar dari takdir-takdir yang tidak kita sukai dan diubah oleh Allah menjadi takdir yang menambah kebaikan bagi kita.

3. Cara Ketiga adalah bertasbih. Ada hadits yang diriwayatkan dari Sa’ad Ibnu Abi Waqosh, Rasulullah bersabda :

Maukah kalian Aku beritahu sesuatu do’a, yang jika kalian memanfa’atkan itu ketika ditimpa kesedihan atau bencana, maka Allah akan menghilangkan kesedihan itu?  Para sahabat menjawab : “Ya, wahai Rasululullah, Rasul bersabda “Yaitu do’a “Dzun-Nun : “LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINADH-DHOLIMIN” (Tidak ada Tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk diantara orang-orang yang dholim”). (H.R. Imam Ahmad, At-Turmudzi dan Al-Hakim)

4. Cara keempat ialah dengan bershalawat ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ubay Ibnu Ka’ab, bahwa ada seorang laki-laki telah mendedikasikan semua pahala sholawatnya untuk Rasulullah SAW, maka Rasul berkata kepada orang tersebut : “Jika begitu lenyaplah kesedihanmu, dan dosamu akan diampuni(H.R Imam Ahmad At-Tabroni)

Saat dalam kesedihan, teruslah bershalawat. Rasulullah SAW satu satunya hamba Allah yang diberi hak prerogatif yang dapat memberikan safaat / memberi pertolongan keselamatan. Dengan kita rajin bershalawat efeknya akan kembali kepada kita, diantaranya dilenyapkannya kesedihan kita. Dan Shalawat juga sebagai bukti cinta kita kepada Rasulullah SAW.

Jadi, jangan pernah berhenti berdo’a dan berusaha(ikhtiar). Seburuk apa pun kondisi yangterjadi, semuanya masih bisa berubah. Bagaimana pun pahitnya pengalaman kita dimasa lalu, masih bisa berubah. Optimis selalu  bisa mengubah takdir Anda menjadi lebih baik.

Janganlah ada alasan bahwa semua kelemahan, kesedihan, dan kemiskinan adalah sudah menjadi takdir. Yang lalu biarlah berlalu, itu sudah takdir kita. Sekarang, mari guratkan harapan agar Allah mengubah takdir pahit menjadi takdir manis.

“Harapan dapat membuat orang tetap hidup, selamat)”, maka berdo’alah dan teruslah berusaha.

Read more: https://www.motivasi-islami.com/rahasia-mengubah-takdir/#ixzz4hOVxLYcH
Maka,
Marilah kita menulis takdir kita sendiri menuju GARIS GARIS KETETAPAN KESELAMATAN YANG DIRIDHOI-NYA…

Salam Cahaya-Nya…

Kelana Delapan Penjuru Angin,

Jatiwaringin, 17 Juni 2013

CopyRights@2013

Maraji’ / Reff.:

-KH.M.Syamsuddin-Kranggan-Jateng
-Abah Sang Pencerah Kota Tegal
-Al-Qur’an terjemah DEPAG R.I
http://kamarudintoyoas-sabahi.blogspot.com/2011/11/qadha-dan-qadr-menurut-ahli-sunnah-wal.html.
– Hadis Arbain an-Nawawi
-Asas Akidah al-Islam,
-Kitab Tijaanud Daraarii ( Sifat 20 )
*Telah direview dan diperbaiki paragraf kalimat serta penambahan khasanahnya tanpa mengurangi, menghilangkan konteks maupun maknanya, pada Rabu, 17 M ei 2017
Iklan

7 thoughts on “MEMAHAMI QADHA, QADAR DAN TAKDIR ILAHI

  1. Ping-balik: 9 (Sembilan) UNSUR ROH YANG TERDAPAT DALAM DIRI MANUSIA JANGAN MENYANGKA JIKA DIRI MANUSIA HANYA BERUNSUR SATU JENIS ROH SAJA | Abah Yunaz

  2. Saya sependapat dengan esensi penjabaran di atas, bila boleh menambahkan maka takdir adalah pertemuan anatara 2 komponen tadi dan 1 lg, irodat-Nya Allah, bisa dicapai deng qodar berupa doa dan ubudiyah lainnya, atw hak mutlak milik Allah. Wallahua’lam.

  3. Qada dan qadar haqqullah, sebagaimana baik dan jahat itu datangnya dari Allah..!!! Demikian itu kesemua yang berlaku pada sesaorang adalah hasil dari tindakan pemikiran sendiri. Jika sesaorang bertindak dengan pikiran yang buruk sangka atau pikiran yang jahat, kesakitan menyerapi nya..!!! Sebaliknya kesehatan mendampingi nya seperti bayang bayang yang tidak akan meninggalkan nya. Wasallam..!!!

  4. ok saya sependapat dengan uraian qoho qodar dan takdir di atas
    tapi menimbulkan pertanyaan
    jadi klo memang pengertiannya begitu maka allah belum tau nasib manusia akhirnya itu gimana…

    • Al-Khabir adalah satu dari 99 sifat Alloh yang bermakna Maha mengetahui sesuatu, juga Al-Ilm…..

      Mengetahui juga bagian dari sifat manusia,hanya tidak segalanya. contoh:
      manusia mengetahui pengetahuan matematika, 2+2=4 dg menghitung, lalu manusia bisa tahu info dunia lain via media/TV. jika ingin tahu berita politik maka tinggal setel itu TV/lainnya, hanya manusia tidak tahu akhir nasibnya/keadaannya.

      Maka bagi Alloh sangat mudah utk tahu segala sesuatu sebab Dia Maha/Sang pembuat program dg Maha teknologi milik-Nya….

      maka bagaimana maksud pertanyaan anda : “………….jadi klo memang pengertiannya begitu maka allah belum tau nasib manusia akhirnya itu gimana…?”

      Salam

  5. Ping-balik: MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG : BI IDZNILLAH, IRADHATILLAH DAN BI QADRILLAH – Majelis Dzikir As-Shalihin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s