**KITA SEMUA MEMILIKI SIFAT TERORIS **

*SEMUA MANUSIA MEMILIKI SIFAT-SIFAT TERORISME (AL-IRHAB)

*ANCAMAN DARI JIWA-JIWA TERORIS YANG ADA DI SEKELILING KEHIDUPAN KITA LEBIH BERBAHAYA DIBANDING DENGAN TERORIS PROFFESIONAL YANG BERAKSI !

* TERORIS BERBEDA DENGAN JIHAD DAN JIHAD BUKANLAH TERORIS
*TERORISME KEMUNGKARAN BUKAN AJARAN AGAMA MANAPUN,TETAPI LAKU PERBUATAN EGO (KE-AKU-AN) MANUSIA
*TERORISME KEMUNGKARAN YANG ADA DALAM JIWA MANUSIA LEBIH BERBAHAYA DIBANDING TERORISME DALAM PEPERANGAN / PERJUANGAN
*TERORISME (AL-IRHAB) DALAM ISLAM YANG WAJIB DAN YANG DILARANG KERAS

Teroris4

PENDAHULUAN

Saat ini begitu marak terjadinya ancaman,serangan serta pembunuhan terhadap seseorang dengan seseorang lainnya atau antara kelompok satu dengan lainnya atau pembunuhan kepada petugas keamanan oleh orang tak dikenal ,yang oleh public mengarahkan / mengalamatkan para pelaku semua ini sebagai ulah TERORIS.

Peristiwa teror dan pembunuhan terhadap aparat keamanan di Indonesia terakhir menimpa Bripda Sukardi yang tewas ditembak oleh orang tak dikenal di depan gedung KPK-Jl.Rasuna Said-Jakarta pada 11 September 2013,menyusul rentetan kejadian peristiwa serupa sebelumnya di wilayah lain,yang korbannya adalah petugas keamanan.Sehingga disebarkan pemahaman bahwa : “Pihak keamanan saja tidak aman apalagi sipil”.

Maka semestinya saat ini kita tak perlu mengkhawatirkan tentang pemahaman itu sebab berbeda sasaran.Dimana keadaan yang terjadi sampai saat ini bahwa tidak ada pihak teroris yang melakukan penyerangan membabi buta terhadap masyarakat umum,tetapi hanya kepada institusi tertentu yang menjadi lawan politiknya.Namun tetap kita sangat prihatin mendalam atas situasi ini dan mengutuk pelakunya.

Tragedi semacam ini tak hanya berlaku di Indonesia,di Mexico para Teroris dari kelompok gang / mafia narkoba juga saling bunuh-bunuhan dengan aparat kemanan secara brutal,juga di Coloumbia serta di Negara lainnya.Di Negara Timur Tengah seperti Suriah,Irak bahkan lebih parah lagi,yakni setiap hari terjadi tindak terorisme dan saling bunuh antar umat sendiri hanya karena pertentangan mazab.

Maka justru yg harus dikhawatirkan adalah sifat terorisme yang ada didalam diri kita sendiri yang telah nyata-nyata berbuat teror pada orang-orang terdekat dan pada masyarakat disekeliling kita sendiri,yakni dalam bentuk terjadinya tawuran,persengketaan,perang antar warga dan KDRT dalam keluarga sendiri,yang justru dampak korban harta benda serta nyawa jauh lebih banyak ketimbang dengan peristiwa petugas keamanan yang dibunuh oleh apa yang disebut sebagai kelompok Teroris.

war

I. DEFINISI TEROR / TEROSRISME / TERORIS (AL-IRHAB)

Tidak ada satu pun definisi terorisme yang dapat distandarkan atau diterima kesepakatannya secara universal.Pendefinisian kata Terorisme masih merupakan istilah yang kabur dan bermakna ganda (ambiguous). Baik di kalangan akademisi , ilmuan sosial-politik pun tidak ada kesepakatan tentang batasan pengertian (definisi) ini.

Oleh karena itu,cap teroris masih menjadi sifat saling tuduh antar pribadi maupun kelompok yang berbeda kepentingan.Suatu contoh real,ketika Negara Israel menginvasi negeri Palestina pada tahun 1947,maka mendapat perlawanan hebat dari rakyat Palestina hingga sekarang.Namun pihak Israel akan menge-cap militant HAMAS sebagai TERORIS ketika melakukan serangan terhadap pasukan negaranya,sedangkan ketika militer Israel membantai rakyat Palestine,mereka tidak mau disebut Teroris melainkan menyebutnya sebagai pembalasan.Dan juga ketika pasukan Amerika menginvasi Irak,dan nyata-nyata telah menghancurkan peradaban dan mengakibatkan banyak rakyat negeri Irak yang mati terbunuh,maka Amerika tidak mau disebut sebagai TERORIS,melainkan hanya melaksanakan resolusi PBB.

Terorisme memiliki karakter spesifik, yaitu penggunaan kekuasaan ego pribadi maupun kelompok besar orang / satuan tertentu dengan memunculkan penekanan,ancaman hingga dinyatakan dengan laku perbuatan kekerasan,kefasikan,kezaliman fisik baik secara sistematis maupun sporadis untuk mencapai target kepuasan pribadi maupun politik .

1.Menurut KBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah :

-Te•ror /téror/ n usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan;
-me•ne•ror v berbuat kejam (sewenang-wenang dsb) untuk menimbulkan rasa ngeri atau takut: mereka ~ rakyat dengan melakukan penculikan dan penangkapan .
-teror n -horor, kepanikan, ketakutan; intimidasi;
-meneror v –
1) bergaduh, bertimba karang, mengacau, menggaduhkan, mengharu biru, mengusutkan, meributkan, merusuhkan;
2) mengancam, mengintimidasi, merisau,
3) mengintai, mengintip (bahaya)

2. Menurut UU No. 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Bab III pasal 6 :

-Setiap orang dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme, jika: Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan, menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional.

Teroris3

3. Menurut bahasa dan istilah :

*Secara Etimologis (lughawi), terorisme (terrorism) / Al-Irhab adalah (isim maqshur),berasal dari kata IRHAB / teror.
* Secara Terminologis (istilah) TERORISME adalah :
Menurut Oxford Paperback Dictionary, terror artinya extreme fear (rasa takut yang luar biasa), a terrifying person or thing (seseorang atau sesuatu yang mengerikan). Terrorism diartikan sebagai use of violence and intimidation, especially for political purposes (penggunaan kekerasan dan intimidasi, utamanya bagi tujuan-tujuan politik).

MAKA DEFINISI / HAKEKAT TERORISME ADALAH :

“Laku perbuatan orang baik individu maupun kelompok atau sebuah satuan bangsa/negara yang pertama-tama memunculkan ancaman,ultimatum,yang mengandung rencana melakukan penyerangan,gangguan dan menciptakan ketakutan dsb kepada pihak lain baik individu (termasuk pada jiwa pribadi sendiri),maupun orang banyak dan kemudian melaksanakan perbuatannya tersebut.Atau pendek kata adalah pihak yang memulai melakukan ancaman,gangguan keamanan, penyerangan dan atau kejahatan terlebih dahulu kepada jiwa diri sendiri maupun kepada jiwa orang lain”.
(Kelana Delapan Penjuru Angin@2013)

TERORISME TERBAGI MENJADI DUA JENIS :

Yaitu TERORISME SIFAT (Attitude Terorism) dan TERORISME LAKU (Behavior Terorism).

1. TERORISME SIFAT (Attitude Terorism)

Adalah sifat-sifat bakat terorisme yang berasal dari nafs diri manusia itu sendiri yang merupakan bakat manusia sejak lahir hingga selama kehidupannya,yang suka menekan,memaksa dan mengancam baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.Ini adalah hal nyata sehari-hari yang telah menjadi sifat kita.
Sifat-sifat terrorism bakat yang ada didalam diri kita tersebut berasal dari sifat-sifat Ruh Nurani dan pecahan dari sifat Ruh Ruhani yakni dari Nafs Al-Hayawaniyyah, Al-Musawwillah, Al-Ammarah, Al-Lawwamah dan Nafs Supiyah.

-Untuk pemahaman selengkapnya silahkan baca artikel tentang : 9 unsur Ruh yg ada dlm diri manusia pada link berikut :

https://kelanadelapanpenjuruangin.wordpress.com/2013/07/26/9-sembilan-unsur-roh-yang-terdapat-dalam-diri-manusia/

PD Sukses

Contoh sifat-sifat terorisme sejak masa balita hingga usia remaja :

-Ketika kita masih balita sampai usia remaja,sifat terorisme kita dimunculkan dalam bentuk naluri ingin menguasai barang mainan atau barang-barang yang di inginkan,dsb dengan cara mengancam,menekan,merebut sesuatu kepada pihak lain agar terpenuhi keinginannya dalam hal ini si anak merengek menangis,marah,ngambek,kepada temannya atau kepada orang tuanya sendiri (Ini sifat-sifat terrorism asal),yang kemudian jika tidak terpenuhi keinginannya menjadikan si anak memukul,merusak dan kadang melukai orang lain maupun diri sendiri.

Contoh sifat-sifat terorisme di masa dewasa :

-Saat kita telah dewasa maka sifat-sifat terorisme yang kita ungkapkan bobotnya lebih meningkat lagi yaitu dengan menekan,mengancam orang lain yang telah dikuasainya agar menuruti apa yang kita kehendaki.Seperti sikap mengancamnya seorang guru kepada muridnya atau sebaliknya,juga seorang atasan kepada bawahannya atau seorang Bos kepada anak buahnya,yang mengancam,menakut-nakuti dengan pemberian surat peringatan atau dengan ancaman gajinya akan dipotong hingga ancaman pemecatan tanpa pesangon,dan atau sebaliknya.

-Pada skoup keluarga sifat terrorism ini juga dilakukan oleh semua anggota keluarga,seperti suami/istri yang melakukan ancaman dan KDRT,anak mengancam dan menyiksa orang tua,dsb.(silahkan lihat saja tragedi-tragedi dikeluarga terjadi dibanyak tempat dan diberitakan)

-Pada tingkat massal di masyarakat, sifat “terrorism”nya dimunculkan dalam bentuk naluri menebalkan rasa ego kelompok, kesukuan,aliran dan merasa paling benar,merasa jatidirinya paling unggul,dsb, sehingga ketika terjadi salah paham atau masalah sepele yang bermula dari ulah segelintir oknum syetan manusia ,akhirnya dapat menyulut fitnah dan angkara murka seluruh warga kampung hingga berakhir dengan terjadinya tawuran,persengketaan,perang antar warga,rumah-rumah dibakar, jatuhnya korban harta benda serta nyawa yang skalanya jauh lebih banyak ketimbang dengan jumlah petugas keamanan yang dibunuh oleh apa yang disebut sebagai kelompok Teroris belakangan ini.

rumah dibakar

MAKA JUSTRU INILAH TERORIS YANG LEBIH BERBAHAYA DI SEKELILING KEHIDUPAN KITA DIBANDING DENGAN TERORIS PROFFESIONAL YANG BERAKSI,yang dengan nyata-nyata telah membuat teror serta kerugian harta,jiwa pada orang-orang terdekat dan pada masyarakat disekeliling kita sendiri.
(Lihatlah realita tragedy yang terjadi disekeliling kita,seperti terjadinya perang antar warga Puger di Jember–Jawa Timur akhir-akhir ini ,di NTB,di Makasar dan wilayah-wilayah lain di Indonesia ,yang pada akhirnya hanya meninggalkan duka lara,kesengsaraan,kehilangan rumah-rumah karena dibakar,kerusakan harta benda,korban jiwa tak sedikit,belum lagi tawuran antar murid sekolah dimana-mana yg memakan korban jiwa juga).

2. TERORISME LAKU (Behavior Terorism)

Adalah tindak laku perbuatan terrorism professional gabungan dari sifat-sifat teroris kepribadian (Attitude Terorism) yang menyatu,berkelompok merencanakan aksi terornya (Terorism yang terorganisir dan terselubung), dengan berbagai tujuan masing-masing,baik karena factor ideologis yang dipahaminya maupun karena tujuan politik kekuasaan serta ekonomi.
SASARAN TERORISM pada tingkat ini meliputi psikologis / pemikiran serta fisik terhadap satuan-satuan institusi atau lembaga bahkan tingkat negara yang dilakukan secara professional terorganisir dengan saling menghancurkan untuk menguasai satu sama lain.Hingga demikianlah terjadinya penyerbuan,peperangan antar bangsa/Negara.Maka boleh direnungi bahwa model terrorism yang seperti ini tidaklah seberbahaya terrorism sifat individu yang ada dalam masyarakat,sebab operasi terrorism yang professional ini tidak terjadi setiap saat di suatu wilayah.Sedangkan laku terorisme individu di masyarakat selalu sering terjadi kapanpun,dimanapun akibat sifat ego individu manusia.

korban

Dari penjabaran makna TERORISME yang telah dipaparkan diatas maka dengan demikian sebenarnya setiap individu,kelompok,bangsa dan Negara,sebenarnya secara tidak langsung telah merencanakan dan melakukan praktek-praktek TERORISME. Dalam skoup bangsa / Negara dinyatakan dengan adanya perlombaan mempersiapkan,membuat senjata pemusnah massal,nuklir,latihan perang,pertunjukan peralatan dan teknologi perang,dsb.Sementara dalam skala individu,maka dinyatakan dengan mempersiapkan senjata tajam maupun api dirumah masing-masing.Kemudian dari sisi sikap,maka seseorang individu bertindak angkuh,tidak mau mengalah , saling injak dan saling mencari pengaruh masing-masing.

II. TERORISME DALAM ISLAM

TERORISME atau Al-Irhâb dalam istilah bahasa Arab adalah melakukan sesuatu yang menyebabkan kepanikan, ketakutan, membuat gelisah orang-orang yang aman, menyebabkan kegoncangan jiwa dalam kehidupan dan pekerjaan mereka dan menyebabkan terhentinya aktivitas mereka serta menimbulkan gangguan rasa aman.

Teroris

1.TERORISME YANG DILARANG ISLAM

Jika definisi Terorisme telah dipaparkan seperti tersebut diatas, yaitu menebarkan teror dan ketakutan,berbuat kezaliman,kejahatan di tengah masyarakat yang aman dan tidak sedang dalam medan peperangan,atau tidak tahu menahu dan terlibat masalah yang terjadi,maka jika ada pihak-pihak yang mengaku dari kelompok Islam melakukan perbuatan tersebut,sungguh hal demikian tidak dibenarkan dan merupakan larangan sangat keras dalam ajaran Islam. jelas hal ini adalah perbuatan tercela dan bukan merupakan nilai-nilai Muhammad SAW.
Esensi hadirnya Islam sebagai panduan kehidupan bagi seluruh umat manusia didunia ini sungguh telah sangat jelas yaitu untuk memberikan maslahah (kemanfaatan) dan mencegah mafsadah (kerusakan). Maka yang dikenal dalam nilai-nilai Islam adalah menjaga laku perbuatan (agama), jiwa, akal, nasab, harta dan kehormatan. Sedangkan laku perbuatan terorisme seperti model diatas jelas-jelas menimbulkan banyak kerusakan, hilangnya rasa aman, serta hilang harta dan nyawa umat.

Silahkan renungi nilai-nilai Islam dalam ayat berikut :

“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa”.( QS.11. Huud :116)

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.(QS. 16. An Nahl :90)

Maka jika ada pihak-pihak yang mengaku dari kelompok Islam melakukan perbuatan terorisme seperti tersebut diatas,sungguh hal demikian merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai Muhammad SAW,antara lain:

1. Hadits Nabi Muhammad SAW,
“Janganlah kalian membahayakan dan saling merugikan” (HR. Ibnu Majah, Ad Daruquthni, hasan).

2. Hadits Nabi Muhammad SAW,

“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan terbunuhnya seorang muslim” (HR. Tirmidzi 1395, shahih).

3.Bukan muslim dan mukmin sejati, jika ia membuat umat merasa tidak aman dan tidak tenang. Rasulullah bersabda,
“Mu’min adalah orang yang orang lain merasa aman darinya. Muslim adalah orang yang kaum Muslimin merasa aman dari gangguan lisan atau tangannya” (HR. Ahmad 11/137, shahih).

4. Cabang iman yang terendah adalah mencegah kemudharatan terhadap umat yang lain, walaupun berupa hal kecil. Nabi bersabda,
“Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang, yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan” (HR. Muslim 35).

Maka sahabat silahkan renungi dari nurani terdalam,bagaimana mungkin kita yang mengaku beriman Islam malah meledakkan bom,membunuh orang di jalanan di tempat-tempat yang damai dan banyak orang?

Teroris2

2.TERORISME atau AL-IRHAB YANG WAJIB DILAKSANAKAN DALAM ISLAM
Terbagi dalam 2 bagian yakni SKALA NASIONAL (Umah) dan SKALA INDIVIDU (Nafs) :

-DILAKUKAN SECARA DEFFENSIVE DAN SECARA AKTIVE:

(2.1). Al-Irhab SKALA NASIONAL:
-DILAKUKAN SECARA DEFFENSIVE :
Yaitu melakukan kewaspadaan di dalam negeri dari ancaman gangguan keamanan dari pihak luar dengan cara mempersiapkan diri, menambah kekuatan, latihan senjata (militer), membuat senjata dan menyiapkan kekuatan yang membuat irhâb (Menggentarkan) terhadap ancaman musuh sehingga membuat pihak musuh tidak lancang atau mengecilkan kekuatan kita, atau pendek kata bermaksud membuat pihak musuh berpikir 1000 X untuk mengganggu kehormatan dan kedaulatan kita / Negara,adalah merupakan bentuk terorisme yang wajar menurut pandangan setiap orang yang berakal sehat dalam menciptakan keamanan dan kesejahteraan manusia. Dan bukanlah melakukan tindak terorisme seperti model yang terjadi saat ini.
Maka hendaknya setiap individu tidak dilalaikan oleh Al-Lahwu (godaan yang tidak menjadikan manfaat),seperti iming-iming perhiasan dan gemerlapnya kehidupan dan harta benda,sehingga menimbulkan khianat diantara kekuatan sendiri.

Sifat kewaspadaan ini di tunjukkan oleh Allah Ta’âla :

وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian meng-irhâb (teror) musuh Allah dan musuh kalian”. (QS. Al-Anfâl : 60).

Ayat ini jelas memerintahkan kita atau pada sebuah bangsa / Negara,bukan untuk melakukan penyerangan membabi buta secara zalim terhadap kelompok lain melainkan bersifat Defensive / mempersiapkan / siaga diri terhadap kemungkinan serangan /gangguan musuh,sehingga dengan persiapan (show power) terhadap musuh ini dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan pada musuh sehingga mereka mengurungkan niat yang buruk terhadap kemapanan umat. Inilah hakekat kalimat :

“Kamu meng-irhâb (teror) musuh Allah dan musuh kalian”. (QS. Al-Anfâl : 60).

Muahmmad SAW bersabda,

وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ
“Saya ditolong dengan Ar-Ru’bi (timbulnya rasa takut/gentar pada musuh) selama perjalanan satu bulan”.

Jihad

-Secara AKTIVE (JIHAD FI SABILILLAH)

Yaitu melakukan perjuangan segenap jiwa raga ketika diserang oleh musuh dan ketika dalam medan pertempuran yang tak terhindarkan,dengan cara gagah berani,maju pantang mundur namun dengan kecerdasan akal (politik tempur) yang tinggi,membuat gebrakan menakuti,menteror musuh agar nyalinya menjadi takut / lenyap.

Juga ketika terjadi suatu keadaan peperangan antara negara muslim dan negara harby. Kalau negara (muslim) memerangi negara lain dan tidak ada antara keduanya mu’âhad atau hilif (perjanjian) dan antara keduanya saling menyerang secara tiba-tiba, maka dalam keadaan ini (boleh) bagi kaum muslimin / warga negara untuk melakukan apa yang dengannya bisa mengalahkan musuh (tindakan terror),dengan tujuan menahan musuh dan kezholimannya, mengembalikan harta benda,menjaga bumi dan kehormatan bangsa. Semua ini dianggap perkara yang boleh. Adapun apa yang berkaitan dengan irhâb terhadap orang-orang yang aman dan lengah dari laki-laki dan perempuan apapun agama dan latar belakangnya, maka mereka itu tidak boleh diserang secara tiba-tiba.

Ayat-ayat yang berkaitan tentang pantang mundur / pantang gentar dalam peperangan :

“Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”. (QS. 8. Al Anfaal :45)

“…….dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi”. (QS.5. Al Maa’idah:21).

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar”.(QS. 3. Ali ‘Imran :146).

“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama”! (QS.4. An Nisaa’ :71).

Ini adalah ayat untuk memunculkan sikap TERORISME ketika dalam peperangan :

“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang…..”. (QS.8. Al Anfaal :65).

(2.2). Al-Irhab SKALA INDIVIDU:

SIFAT TERORISM POSITIF SKOUP TERKECIL YANG HARUS DI TERAPKAN PADA INDIVIDU KELUARGA :

Sifat-sifat terorisme yang ada dalam diri kita tidak sepenuhnya negatif,namun ada juga sifat terorisme yang ada dalam diri kita yang bermanfaat bagi diri,keluarga dan sekelilingnya ,yaitu :

1. Menekan,memaksa anak istri agar patuh dan taat pada agama serta menjalankan ibadah,kemudian disertai dengan ancaman yang telah difirmankan Tuhan,seperti dalam ayat berikut :

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(QS. 66. At Tahrim :6).

Juga dalam (QS. 4. An Nisaa’ :34).

2. Menekan,memaksa anak istri agar berlaku perbuatan baik,bertindak dan bersikap sesuai dengan norma-norma kesopan santunan dalam kemasyarakatan,kemudian disertai dengan ancaman yang telah difirmankan Tuhan,seperti dalam ayat berikut :

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”. (QS. 16. An Nahl :90).

3.Memberi ancaman pada pihak luar / orang lain yang hendak berbuat kezaliman atau kejahatan yang akan merugikan diri dan keluarga kita dengan cara akan dilaporkan kepada pihak berwajib,dsb.

Sang Pencerah Islam

III. TERORIS ANGKARA MURKA BERBEDA DENGAN JIHAD DAN BERJIHAD BUKANLAH TERORIS

Tindak terorisme angkara murka seperti yang telah disebutkan diatas jelas tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.Sedangkan JIHAD adalah :

Jihad menurut arti bahasa berarti mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan maupun perbuatan. Dan menurut istilah syari’ah berarti seorang muslim lahir batin mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya untuk memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam dalam setiap langkah kehidupannya demi mencapai ridha Allah SWT. Oleh karena itu kata-kata jihad selalu diiringi dengan fi sabilillah (Dijalan Tuhan),untuk menunjukkan bahwa jihad yang dilakukan umat Islam harus sesuai dengan ajaran Islam serta hanya berharap keridhaan-Nya semata.

Seorang muslim sejati tidaklah hidup kecuali dengan jihad,
” Berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad” (QS Al-Hajj 78).

Macam-Macam Jihad fi Sabilillah untuk menegakkan nilai-nilai Islam, adalah :

1. Jihad dengan lisan, yaitu menyampaikan, mengajarkan dan menda’wahkan ajaran Islam kepada manusia serta menjawab tuduhan sesat yang diarahkan pada Islam. Termasuk dalam jihad dengan lisan adalah, tabligh, ta’lim, da’wah, amar ma’ruf nahi mungkar dan aktifitas politik yang bertujuan menegakkan kalimat Allah.

2. Jihad dengan harta, yaitu menginfakkan harta kekayaan di jalan Allah khususnya bagi perjuangan dan peperangan untuk menegakkan kalimat Allah serta menyiapkan keluarga mujahid yang ditinggal berjihad.

3. Jihad dengan jiwa, yaitu memerangi musuh yang memerangi Islam dan umat Islam. Jihad ini disebut dengan qital (berperang di jalan Allah).

TINGKATAN JIHAD :

Yang paling rendah adalah melakukan perang ketika Islam dan Umat Islam diserbu atau diperangi oleh musuh.Sedangkan jihad paling tinggi dan besar adalah jihad memerangi hawa nafsyu.Jadi jika umat Islam dalam melakukan jihadnya tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam tersebut diatas maka tidaklah termasuk dalam katagori jihad.Apalagi kondisi keluarga masih morat marit dan seharusnya mendapat perlindungan,pembinaan,pendidikan serta kemapanan.

Untuk lebih mendalami makna jihad yang sesungguhnya silahkan sahabat pelajari dengan ulama setempat didekat anda atau cukup jelajah pada link-link google.
Maka janganlah kita terjebak ke dalam jalur jihad yang angkara murka,sehingga kita termasuk ke dalam golongan para pelaku terorisme yang sesat.

Dengan demikian pelaku daripada terorisme angkara murka ini disebut TERORIS / IRHAB ZULMUN,sedangkan lawannya sifat-sifat terrorism angkara murka yang ada didalam jiwa/nafs manusia adalah nafs JIHAD FI SABILILLAH yang merupakan manifestasi dari ruh Nurani,yang selalu menangisi jiwanya memanggil-manggil Tuhannya.

Sedangkan dzat yang menguasai segala sifat terorism dalam kehidupan dialam semesta ini adalah zat Sang Maha Teror Allah SWT yang merupakan manifestasi dari Zat-Nya Yang Maha Mengancam,Maha Penghancur (Al-Muntaqiem / The Avenger),Maha Mematikan (Al-Mummit / The Destroyer) dan Maha Pembalas,Maha Pemberi Derita (Ad-Dhaar / The Distressor ).

Kesimpulan :

-Sebaik-baik sifat terorism yang ada dalam diri kita adalah yang mengadakan teror pada jiwa /nafs kefasikan yang ada didalam diri kita sendiri,dengan mengalahkan nafs-nafs Ke-egoan,kejahatan dan kegelapan hati,dengan cara :

-Mengancam pada jiwa/nafs kefasikan kita dengan Ruh Nurani kita dan Ruhani kita,untuk jangan coba-coba membisikkan perbuatan kejahatan,jika tidak ingin mendapat terror yang lebih berat dari Sang Maha Teror(Siksa),dengan cara menjauhi bisikan-bisikan jiwa terror kita atau mengabaikan sifat-sfat terror yang ada dalam jiwa kita manakala membisikkan untuk melakukan kejahatan.

-Bunuh dan hancurkan jiwa kefasikan kita yang selalu menteror jiwa tenang kita dengan cara :

Bertobat,mengingat-Nya,bersabar,mengalah serta mengganti dengan sifat berbuat manfaat pada diri maupun sekelilingnya.Kemudian menyadari bahwa sifat teroris yang ada dalam kita sesungguhnya lemah karena hanya menempel pada jasad / fisik kita,jika jasad / fisik kita dimatikan oleh Tuhannya maka sifat teroris yang ada didalam jiwa kita tak berfungsi,artinya ketika manusia dengan segala keangkuhan sifat terorisnya,keangkaramurkaannya maka ujung-ujungnya kita akan mati binasa,jasadnya meleleh kembali menjadi onggokan tanah di kuburan.

-Terus berusaha meningkatkan ilmu pengetahuan / mengaji dengan menggunakan hati nurani sehingga terhindar dari pemahaman-pemahaman yang menyimpang.

Semoga menjadikan renungan dari qalbu yang jernih

Salam jiwa sebening embun,

Kelana Delapan Penjuru Angin,
Jakarta-Lembah Pulo Harapan,13 September 2013
CopyRights@2013

Reff :
-Al-Qur’an terjemah DEPAG RI
-http://buletin.muslim.or.id/manhaj/terorisme-berkedok-jihad
-http://jihadbukankenistaan.com/terorisme/makna-terorisme-dalam-syari%E2%80%99at-islam.html
-http://haroky2000.wordpress.com/2011/12/25/definisi-terorisme/
– Al-Irhâb Fii Mîzân Asy-Syarî’ah karya DR. ‘Âdil ‘Abdul Jabbâr hal. 20,
– Al-Irhâb Mazhôhiruhu wa Asykâluhu karya Prof. DR. Muhammad Al-Husainy hal. 8
– Haqiqutul Irhâb karya DR. Muthî’ullah Al-Harby hal. 8.
-http://www.dakwatuna.com/2008/01/15/355/jihad-jalan-kami/#axzz2enGGGQ4r

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s