**TERTIPU DI DUNIA, TERTIPU JUGA DI AKHERAT**

SEBUAH RENUNGAN PENUH HIKMAH

DARI KISAH PERJALANAN MANUSIA DI AKHERAT

PETAKA 1000 CAMBUK API ANGIN

   Saat menyadari kita menjadi ikut tersangkut dan terlibat dalam kasus kriminal gara gara kita mengikuti ajakan/bujuk rayu orang lain, sehingga diri kita ikut kena dampak hukum, maka betapa dongkolnya dan sakit hati ini. Bahkan bersumpah serapah penuh dendam kesumat, jika ketemu dengan orangnya, ingin langsung menghajarnya dengan tendangan bertubi tubi serta menginjak injaknya di tanah.

INJEK INJEK

   Bahkan tatkala otak pelaku telah diamankan Polisi, kita masih beringas dan berteriak pada sang Polisi untuk menyerahkan orang yang menjerumuskan kita itu, dengan berteriak :

“Udah lepasin aja Pak Polisi kasih ke kita, biar kita injek injek aja tuh orang, klo perlu mampusin sekalian…! gara gara die, saya jadi kena getahnya, gara gara die, saya jadi ikut sengsara”.

   Ini adalah potret dalam kehidupan sehari hari yang sering terjadi disekeliling kita. Banyak penjahat, penipu dan penyesat, yang suka mengiming ngimingi dan membujuk rayu kita untuk mengikuti jalannya, sehingga tanpa disadari pada akhirnya kita menjadi ikut bernasib buruk terkena dampaknya.

   Hanya bedanya jika urusan dunia, maka ada batas masanya. Atau mengalami kesengsaraan/kerugian tidak berlangsung selamanya lamanya. Bahkan dapat diselesaikan dengan ganti rugi atau berbagai cara.

   Tetapi tidak untuk di negeri akherat. Saat kita terjerumus dalam kesesatan dan perbuatan kedzaliman gara gara mengikuti ajakan penyesat atau menjadi pengikut golongan sesat sewaktu di dunia, sehingga kita ikut mendapat siksaan menghinakan di Jahannam, maka rasa penyesalan, rasa kedongkolan hati kita hanya akan tercekat ditenggorokan, tak berguna, tak berampun, tak ada tebusan dan tak ada tempat berlari/bersembunyi. (NO MERCY, NO ESCAPE).

   Persis sama dengan peristiwa didunia, maka diakheratpun saat itu kita bersumpah serapah, ingin menghajar orang yang telah membuat kita menjadi sesat, dzalim, kafir dan musyrik, sehingga kita termasuk yang diseret dan disiksa dalam neraka. Bahkan ketika penyesat itu ada dalam genggaman petugas Neraka Jahannam, kita beramai ramai mendatangi Malaikat penjaga itu dan memintanya untuk menyerahkan pelakunya supaya bertanggung jawab dan sekalian menghajarnya.

Peristiwa ini terekam dan diabadikan dalam Al-Qur’an :

“Dan orang-orang kafir berkata (di hari kiamat), `Wahai Rabb kami, tunjukkanlah (untuk diserahkan) kepada kami dua jenis orang yang telah menyesatkan kami, baik dari jin maupun manusia, agar kami letakkan keduanya di bawah telapak-telapak kaki kami supaya kedua jenis itu menjadi orang-orang yang rendah/hina.” (QS.41. Fushshilat:29).

Siapa yang dimaksud ,“dua jenis orang yang telah menyesatkan kami” ?

Yang satu adalah Iblis pembujuk/pembisik (syetan Jin) dan satunya lagi adalah orang / pemimpin disekeliling kita yang kita ikuti namun ternyata menjerumuskan/mengajak kita pada kekufuran (syetan jenis manusia).

Apakah iblis yang membujuk rayu kita itu bertanggung jawab diakherat tersebut? Tentu tidak, sebab Iblis malah menyalahkan diri kita sendiri dengan berujar,

“Lah, salah lu sendiri napa mau ngikutin ajakan gue, sumpahin aja diri lu sendiri ?”

(Diabadikan dalam Al-Qur’an, QS.14.Ibrahim:22).

Diiringi rasa kesal dan dongkol teramat sangat, kemudian diri kita segera mencari lagi satu orang yang dulu menjadi pemimpin yang mengajak kita ke dalam kekufuran untuk minta pertanggungjawaban kepadanya. Akhirnya setelah bertemu, terjadi percekcokan/bantah bantahan, ternyata jawabannya lebih “ngeselin” lagi, yaitu :

“Salah lu sendiri napa bego, Tong? Lah gue sendiri aja kaga slamet. Sorry gue ga bisa nolong lu, lagian lu juga kaga bisa nolongin gue.”

(Transkrip asli diabadikan dalam Al-Qur’an, QS.40.Al-Mu’min: 47-48)

Ketika rasa frustasi teramat sangat telah menghantui kita, akhirrnya kita memelas dihadapan petugas Jahannam,

“Ya, Malik. Tolonglah kami, hentikan siksaan ini barang sehari saja?”

Dijawab oleh Opsir Neraka :

“Bukannya dulu udah didatengin Rasul Rasul ngingetin kalian?”

“Iya”. Tukas kami getir.

“Kalo begitu, berdo’a aja kalian sama Allah !”

Jawab petugas neraka dengan angkuh dan garang seraya tangannya melepaskan 1000 cambuk logam api angin ke arah kita hingga diiringi suara lecutan yang menggelegar dahsyat memuncratkan bunga api yang bertebaran membakar kulit daging kami hingga hangus kering, untuk kemudian pulih lagi seperti sediakala.

(Transkrip asli Diabadikan dalam Al-Qur’an, QS.40.Al-Mu’min: 49-50 dan QS.22.Al-Hajj:21).

Tak tahan dengan adzab yang bertubi tubi ini, semua orang berlari tunggang langgang menjauh dari petugas Jahannam itu diiringi jeritan dan lolongan panjang menyayat pedih, seraya berseru,

“Hai, Malik. Lebih baek matiin aja kami daripada begini.”

“Tidak, kalian tetep tinggal disinih !”

   Jawab Malaikat Malik membahana dan sekelebat bayangannya yang secepat kilat itu tiba tiba telah muncul di hadapan kita kembali, mencegat dengan muka berapi api, seraya memperlihatkan pemandangan teror yang lebih mengerikan lagi, yaitu orang yang dulu sebagai pemimpin penyesat manusia, terlihat diseret kasar kemudian dilempar keras ke tanah kerontang yang mengeluarkan uap panas dan saat orang itu belum sempat bangun, si penjaga neraka langsung melemparkan selimut api yang berkobar kobar ke tubuhnya dan seketika itu tubuhnya hangus terbakar diiringi teriakan menyayat memohon ampun agar apinya dipadamkan. Dan saat itu juga sang penjaga neraka menyiramkan air diatas kepala orang itu, namun bukannya api menjadi padam bahkan tubuhnya meleleh hancur hingga perut perutnya, sebab ternyata air yang disiramkan adalah air sangat panas yang baru mendidih level 70.000 derajat.

syt5

(Peristiwa ini terabadikan dalam Al-Qur’an, dan terangkai bagai Roll slideshow pita magnetik film, yakni pada QS.43.Az-Zukhruuf: 77 dan QS.7.Al-A’raaf:38 dan QS.22.Al-Hajj: 19-20) dan lainnya.

—————-0o—————-

Seluruh peristiwa yang akan terjadi dimasa depan nanti itu merupakan salah satu jabaran dari ribuan jabaran ayat Al-Qur’an, (QS.36.Yaasiin:58-59)

Menyusul adanya peristiwa sambutan di gerbang Planet Daar Es-Salm setelah golongan mukmin yang selamat dievakuasi dari lembah penantian Planet Mahsyaar, dimana Allah Subhanahu Wata’ala mengucapkan qalam selamat datangnya yang terkenal dengan :

“Salamun’qauwlam MinRabbirRahim, Wamtazul Yauma Ayyuhal Mujrimun …….”

(Salam keselamatan dari Yang Maha Kasih, yang senantiasa menaungi golongan mukmin-muslim, dan Selamat jalan wahai para penjahat).

Semoga menjadi renungan kita semua

Salam Cahaya-Nya,
Kelana Delapan Penjuru Angin,
Lembah Tenggilis-Bekasi, 9 Maret 2015,
CopyRights@2015.

Reff:
-Adz Dzikru As-Salam : K.H. M. Syamsuddin – Prembun – Jawa Tengah
-Al-Qur’anul Karim : Tarjamah DEPAG RI
https://chairurrijal.wordpress.com
-Daqoiqul Akhbar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s