AL-JUNUNUN FUNUNUN (Gila itu bermacam macam)

ADAGIUM SUFI YANG POPULER :

“AL-JUNUNUN FUNUNUN”

“Gila itu bermacam macam”

SIAPAKAH ORANG YANG BENAR BENAR GILA ?

orang-gila-lucu-17-320x320

Gila loe…..loe yang gila…..

Apakah anda beranggapan bahwa orang gila itu adalah :

  1. Orang yang sakit jiwa atau sakit ingatan karena gangguan saraf-nya. Hingga penampilan kusut masai; tidak mandi; berpakaian lusuh; robek acak acakan; berkeliaran telanjang bulat, ngoceh ketawa sendiri; suka marah dan mengamuk tanpa jelas ?
  2. Atau anda termasuk gila karena berbuat menjengkelkan orang hingga sampai dikatain teman, “Dasar gila loe…..emang gue co apaan suruh godaen nenek nenek ?”
  3. Atau mendapat predikat gila karena anda : Gila harta, gila duit, gila daun muda/perempuan, gila hormat, gila judi dsb….
  4. Atau anda mendadak gila karena ditinggalin bini yang semlohe (seksi-red.), atau karena cintanya ditolak, atau karena cita cita tak kesampaian ?
  5. Atau anda dikatain gila karena mobil barunya ditawar teman dengan harga Cuma sejuta, critanya begini :

 “Mas, mobilnya baru yah ? sini gue beli sejuta.”

Anda menjawab : “emang gue gila apa ?”

“Ya kali ente lagi gila”. Ujar temannya menukas……

APAKAH ORANG YANG DISINGGUNG DI DALAM LIMA KATEGORI TERSEBUT ADALAH BENAR BENAR ORANG GILA ?

TERNYATA SOBAT, menurut Rasulullah SAW, bahwa orang-orang yang disinggung di dalam 5 kategori sebagaimana yang diterangkan di atas tidaklah disebut sebagai ORANG GILA !

Orang-orang semacam itu hanya disebutkan oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang sakit atau yang mendapat musibah dari Allah SWT.

MAKA SIAPAKAH SESUNGGUHNYA ORANG YANG GILA SEBENARNYA ?

Syaikh Abdullah Al-Ghazali dalam Risalah Tafsir menyampaikan sebuah riwayat (hadis) sebagai berikut:

“Pada suatu hari Rasulullah SAW ber-jalan melewati sekelompok sahabat yang sedang ber-kumpul. Lalu beliau bertanya kepada mereka:

“Mengapa kalian berkumpul disini” Para sahabat tersebut lalu menjawab: “Ya Rasulullah,  ada orang gila yang sedang mengamuk. Oleh sebab itulah kami ber-kumpul disini.”

Maka Rasulullah SAW lalu bersabda:

“Sesungguhnya  orang  ini  tidaklah  gila  (al-majnun), tapi orang ini hanya sedang mendapat musibah. Tahukah kalian, siapakah orang gila yang sebenar-benarnya disebut gila  (al-majnuun haqqul majnuun) “.

Para sahabat lalu menjawab: “Tidak ya Rasulullah. Hanya Allah dan rasul-Nya jualah yang mengetahuinya.”

Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan: “Orang gila yang sesungguhnya gila (al-majnun haqqul majnun) adalah orang yang berjalan dengan penuh kesombongan; yang membusungkan dadanya; yang memandang orang dengan pandangan yang merendah-kan; lalu berharap Tuhan akan memberinya surga; padahal ia selalu berbuat maksiat kepada-Nya. Selain itu orang-orang yang ada di sekitarnya, tidak pernah merasa aman dari kelakuan buruknya. Dan di sisi yang lain, orang juga tak pernah mengharapkan perbuatan baiknya. Nah, orang semacam inilah yang disebut sebagai orang gila yang sebenar-benarnya gila (al-majnuun haqqul majnuun). Adapun orang yang kalian tonton ini hanyalah  sedang mendapat musibah dari Allah.”

Dari apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW tersebut, maka dapatlah kita simpulkan; Bahwa orang gila yang sesungguhnya gila atau (al-majnuun haqqul majnuun) adalah orang-orang yang sehat jasmani dan ruhani-nya; yang tetap memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan hukum agama yang dibebankan kepadanya. Namun dalam kehidupan masyarakatnya, ia berpenyakit yang sesuai yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW :

  1. Orang yang sombong; yang apabila berjalan ia melangkahkan kakinya dengan  pongah; dan selalu ingin dihormati; serta selalu memandang rendah kepada orang lain. Dan  di balik kesombongannya itu, selalu berharap agar Allah memberinya pahala atas perbuatannya, dan apabila sudah mati ingin pula masuk ke dalam surganya  Allah SWT.

2. Banyak melakukan perbuatan maksiat dan kejahatan; baik nyata maupun tersembunyi, yang oleh sebab ini pula maka banyak orang-orang yang ada di sekitarnya, yang tidak pernah berharap akan kebajikan yang mereka perbuat. Sehingga pada akhirnya orang tidak lagi peduli dengan kebajikan maupun kejahatan yang mereka lakukan.

Kalaupun orang-orang di sekitar mereka menaruh rasa hormat dan simpati, hal itu mungkin disebabkan oleh berbagai macam pertimbangan, agar tidak tumbuh masalah lain, yang berdampak buruk pada tata pergaulan hidup yang ada.

Begitulah mengapa Rasulullah SAW menyatakan, bahwa orang yang sombong dan yang memiliki sifat buruk lainnya, sebagaimana yang disebutkan di atas adalah orang gila yang sebenar-benarnya gila (al-majnun haqqul majnun).

Demikianlah mengapa Allah SWT mewanti wanti kita agar menjauhi sifat sifat angkuh, sombong, takabur dan angkara murka.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mem-persekutukan-Nya dengan sesuatupun; dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”   (Q.S. An-Nisaa’: 36)

 “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguh-nya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (Q.S.Al-Israa’: 37)

 “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesung-guhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Q.S. Luqman: 18)

Rasulullah SAW bersabda :

“Siapa saja yang di dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya sebesar dzarrah (sebesar biji atom), maka ia tidak akan masuk surga.”

(Riwayat Imam Muslim dan Bukhari  dari Abdullah bin Mas’ud r.a.)

Salam Cahaya-Nya,

Kelana Delapan Penjuru Angin

Kranggan, Jumat 22 Juli 2016,

17 Syawal 1437 H, Pon 16 Sawal 1949 S- Sengara Langkir

CopyRights@2016,

Reff:

 

  1. KH.BACHTIAR AHMAD – http://halamandakwah.blogspot.co.id
  2. Al-Qur’anul Karim – Terjemah DEPAG RI
  3. Riwayat Imam Muslim dan Bukhari  dari Abdullah bin Mas’ud r.a.
  4. Risalatul Insan – K.H. Muhammad Syamsuddin – Prembun Kebumen
  5. others

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s