BURAQ, SYMBOL PESAWAT ANTAR GALAXY, ANTAR LANGIT DENGAN KECEPATAN MAHA CAHAYA, TEKNOLOGI SANG MAHA KARYA

PENGGAMBARAN BURAQ KENDARA ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW YANG DIVISUALISASIKAN DALAM BENTUK HEWAN KELEDAI , TERLALU DANGKAL DAN CENDERUNG MENYESATKAN

buraq (2)
NABI MUHAMMAD SAW TIDAK PERNAH MENYATAKAN RUPA BURAQ SEBAGAI  SOSOK ‘HEWAN KELEDAI’ DALAM PERJALANAN ISRA’ MI’RAJ DARI MASJIDIL HARAM HINGGA SIDRATIL MUNTAHA.

KONTROVERSI BURAQ KENDARA ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW

Penggambaran Buraq yang merupakan kendaraan pembawa Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra’ Mi’raj dari bumi menuju ke lingkar luar langit lapis ke tujuh jika diartikan secara harafiah (mentah) menurut hadits yang ada, maka akan menghasilkan analogi Buraq sebagai hewan tunggangan berupa kuda, keledai, kambing dan lain lain. Bahkan akhirnya malah menjadi bahan pelecehan / ejekan oleh golongan kafir yang melukis / menggambarkan sebuah Buraq itu sebagai keledai tunggangan berkepala wanita cantik. Sungguh dangkal nian intelektualitas kekinian kita jika turut larut dengan konotasi yang demikian.

buraq

Note:

 Shorter Encyclopedia of Islam karya Hamilton Alexander Rusken Gibb dan J. H. Kramers yang diterbitkan oleh penerbit E. J. Brill – Leiden – Belanda dan Luzac and co – London – Inggris tahun 1961, jilid I halaman 65. Nama Buraq dikaitkan dengan Barqun yaitu lightning (kilat / cahaya).

Dalam rilis berikutnya, Gibb dan Kramers mengutip T. W. Arnold di dalam bukunya painting in Islam (Oxford, 1928) mengatakan: There are long descriptions of Buraq, who is represented as a mare with a woman’s head and peacock’s tail (dalam waktu yang lama Buraq dipaparkan sebagai sesuatu yang mewakili seekor kuda betina dengan kepala seorang perempuan dan dengan ekor burung merak). Gerardy Saintine dalam bukunya trios ans en judèe (Paris, 1860)menyebutkan bahwa di dalam mesjid al-Shakhra di Yerusalem ada sebuah batu yang diziarahi yang dipandang sebagai saddle Buraq.

Kesimpulan bahwa Buraq versi hadis-hadis Nabi SAW sangat berbeda dengan Buraq versi non islam / Yahudi.

Sebagai seorang muslim kini yang telah dianugerahi kenikmatan oleh Allah Swt dengan mengalami hidup diperadaban teknologi maju dan dijital, tentunya kita hanya meyakini Buraq yang di ceritakan oleh Nabi SAW saja dan tidak yang selain itu, dalam mengartikulasikan keberadaan Buraq dengan menggunakan akal logika intelektualitas keilmuan modern.

Sehingga dalam mengartikulasikan sosok Buraq sebagai alat kendara Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tidak sedangkal itu. Paragraf Haditsnya tentu tidak ada yang salah, kita sendiri yang salah dalam memahaminya serta mengartikulasikannya.

Sementara yang harus perlu diketahui oleh umat kini, bahwa penggambaran tentang bentuk fisik Buraq masih terjadi ikhtilaf (perbedaan pendapat) di kalangan para Mufatsir, alim ulama. Hingga saat ini, belum ada yang dapat memastikan bagaimana sebenarnya rupa Buraq itu.

Sedangkan sejumlah riwayat shahih hanya menyebutkan tentang ukuran. Mengutip tulisan DR. H. Zulkarnain, MA, Mari kita perhatikan kalimat haditsnya:

Di dalam hadis riwayat Imam Muslim yang nama lengkapnya al-Imam abi al-Husein Muslim ibn Hajjaj ibn Muslim al-Qusyairi al-Nisaburi, (Dalam kitabnya al-Jami’ al-Sahih juz I halaman 99,

Bersumber dari sahabat Anas bin Malik, ia berkata: adalah Rasulullah SAW. bersabda:

“Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu dabbah yang berwarna putih (abyadh), bertubuh panjang (thawil), lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dan sekali ia menjejakkan kakinya yang berkuku bergerak sejauh mata memandang”.

Dari redaksi dalil diatas, silahkan cermati kalimat pernyataan Nabi Muhammad SAW: “Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu dabbah. bahwa beliau tidak mengatakan Buraq itu sebagai للحيوانات  -Al-Hayawanah (hewan :kuda, keledai, baghal atau lainnya), tetapi dengan kosa kata dabbah.

Maa adrakamaa dabbath (Apakah Dabbath itu)?

Mari perhatikan makna dabbath dari dalil induknya yakni Al-Qur’an, sebagai berikut:

  1. Dalam Qs. 42. Asy Syuura:29:

“Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan DABBATH (makhluk-makhluk yang melata) Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya”.

  1. Dalam Qs. 8. Al Anfaal:22:

“Sesungguhnya DABBATH (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli, yang tidak mengerti apa-apapun”.

Dari konteks ayat ayat di atas bahwa kosa kata Dabbah adalah benda hidup / makhluk yang berada pada samawat (langit) dan Ardh (bumi). Ingat makna makhluk = benda jamak, ciptaan Allah. Sementara tafsyir dalam bahasa Indonesia sepertinya sulit untuk mengejawantahkan itu, sebab keterbatasan perbendaharaan bahasa sehingga dabbath lebih diringkas pengertiannya dengan terjemahan ’hewan melata’.

Dengan demikian makna luas dabbath itu tidak hanya terbatas berkonotasi binatang saja.

Kesimpulan sekali lagi dari beberapa ayat diatas bahwa Dabbah tidaklah sekedar Binatang Melata saja akan tetapi Dabbah ialah seluruh jenis MAHLUK YANG BERAKTIFITAS, CIPTAAN ALLAH SWT YANG MENEMPATI ALAM, RUANG DAN WAKTU MASING MASING ” (termasuk MANUSIA dan benda semesta lainnya).

Menurut seorang ulama terkemuka dari kalangan mazhab Syafi’I dalam hal ini adalah Imam Abi Zakaria Yahya bin Syaraf al-Nawawi al-Dimasyqi yang dikenal dengan sebutan Imam al-Nawawi di dalam kitabnya Sahih Muslim bi Syarhi al-Nawawi, jilid I, halaman 170-171 menerangkan tentang Buraq, bahwa menurut ahli bahasa Buraq adalah nama ‘hewan’ yang dikendarai Rasulullah SAW pada malam Isra’ dan Mi’raj.

Menurut Imam al-Nawawi, mengutip al-Zubaidi di dalam kitabnya Mukhtasharul ‘ain dan sahabat al-Tahriy, bahwa Buraq adalah ‘hewan’ yang digunakan oleh para nabi sebagai kendaraan mereka. Menurut Imam al-Nawawi, dikatakan Buraq untuk menggambarkan kecepatannya (lisur’atihi) dan dikatakan seperti itu karena sifatnya yang cepat seperti cahaya dan kilat. Sedangkan al-abyadh (putih) menurut Imam Nawawi adalah warna bulunya.

Imam al-Baihagi dalam kitab al-Dalail memuat hadis tentang Buraq melalui jalur sanad Abdurrahman dari Hasyim bin Hasyim bin ‘Utbah bin Abi Waqqas dari Anas bin Malik ia berkata, ketika Jibril datang dengan Buraq kepada Rasul SAW, di mana seolah-olah Buraq itu menegakkan telinganya, maka JIbril berkata kepada sang Buraq, “Wahai Buraq jangan begitu, demi Allah engkau tidak pernah dikendarai oleh seorang seperti dia”, kemudian Rasulullah SAW pun berangkat dengan Buraq itu.

Dalam hal ini, ibnu Dihyah dan al-Munir mengatakan bahwa Buraq sulit dikendarai karena ta’ajub dan gembira terhadap Nabi SAW yang akan mengendarainya (Tarikh al-Dimasyqi, karya Ibnu Asakir, jilid III, hlm 311).

Di dalam hadis yang lain Imam al-Baihaqi, melalui jalur periwayatan sahabat Abu Said al-Khudri, Nabi SAW bersabda:”Tiba-tiba ada ‘seekor hewan’ yang ‘menyerupai hewan’ kalian, yaitu baghal kalian ini, telinganya bergelombang (bergerigi)”.

Imam Jalaluddin al-Suyuti mengatakan, “Abu al-Fadhal bin Umar…. Dari Qonan bin Abdullah al-Nuhmi dari Abu Tibyan al-Janbi dari Abu ‘Ubaidah, yaitu Abdullah bin Mas’ud, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, :

” Jibril mendatangiku dengan ‘seekor hewan’ yang tingginya di atas keledai dan di bawah baghal, lalu Jibril menaikkanku di atas hewan itu kemudian bergerak bersama kami, setiap kali naik maka kedua kakinya yang belakang sejajar dengan kedua kaki depannya, dan setiap kali turun kedua kaki depannya sejajar dengan kedua kaki belakangnya”.

(al-Said ‘Alawi al-Maliki al-Hasani di dalam kitabnya al-Anwar al-Bahiyyah min Isra’ wa Mi’raj Khair al-Bariyyah, halaman 111)

Jadi analogi Buraq saat zaman itu karena peradaban manusia belum mencapai teknologi modern seperti saat ini, (belum mengenal teknologi pesawat terbang, pesawat angkasa luar, dsb), yang hanya bisa menggambarkan Buraq menurut alam pikir peradaban terbatas saat itu.

(Ingat film berjudul The God must be crazy, dimana tokoh Nixau dari suku Kalahari yang belum mengenal peradaban maju melihat pesawat terbang dengan sebutan “burung”.

Hafiz Ibnu Hajar mengatakan,

“Bukan begal dan melebihi keledai putih.’ Demikianlah disebutkan dikarenakan ia adalah binatang tunggangan atau dengan melihat lafaz ‘buraq’. Hikmah penyifatan itu adalah sebagai isyarat bahwa orang yang menungganginya adalah dalam keadaan nyaman bukan dalam keadaan perang atau ketakutan. Atau pula untuk menampakkan mukjizat yang terjadi karena kecepatannya yang sangat cepat dengan menunggangi seekor binatang yang tidak pernah disifatkan dengan sifat seperti itu jika menurut keadaan normal.”

Maka sejatinya penggambaran Buraq oleh para periwayat yang ada saat itu merupakan bahasa ungkapan : ‘kira-kira’, ‘seperti’, ‘bagaikan’, yang mengartikan bahwa Buraq sebagai ‘hewan’, BUKAN MAKNA SESUNGGUHNYA.

Dengan demikian artinya, bahwa redaksi hadits yang menggambarkan Buraq dengan diterjemahkan sebagai sosok hewan, merupakan penggambaran yang disesuaikan dengan alam pikir akal manusia pada saat itu yang hanya mengenal jenis alat transportasi terbatas hanya pada binatang angkut, (kuda, onta, keledai, gajah, dsb). Bayangkan jika peradaban modern saat ini yang telah mengenal teknologi alat transortasi canggih telah dikenal pada zaman itu, tentu penggambaran tentang Buraq tidak akan demikian.

buraq

Maka menurut intelektual saint modern saat ini, akal manusia secara logika tidak akan menggambarkan Buraq itu sebagai sosok hewan seperti kuda / keledai, namun merupakan pesawat transformer antar galaxy, antar langit, dengan kecepatan maha super kecepatan cahaya, berteknologi maha canggih milik Allah swt, yang bukan jenis hewan.
Ingat kata ‘Buraq’ adalah kilat yang berkonotasi kecepatan, bukan pada bentuk penggambaran sosok hewan untuk tunggangan. (Bersambung……)

Semoga menjadi renungan

Salam Cahaya-Nya….

Kelana Delapan Penjuru Angin,

Bogowati, 30 Rajab 1438 H

CopyRights@2017

Maraji:

Al-Qur’anul Karim Terjemah DEPAG RI

-BuraQ Menurut Hadist Nabi Muhammad SAW (Oleh: DR. H. Zulkarnain, MA)

-Risalah Ustadz Sigit Pranowo Lc-www.eramuslim.com

-Risalatun nabi Muhammad saw-K.H.M. Syamsuddin–Prembun

-Etc

Iklan

One thought on “BURAQ, SYMBOL PESAWAT ANTAR GALAXY, ANTAR LANGIT DENGAN KECEPATAN MAHA CAHAYA, TEKNOLOGI SANG MAHA KARYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s